Dj Kesayanganku

Dj Kesayanganku
DJK PART 20


__ADS_3

"Lu mau putusin kepala lu sendiri ya, kenapa kayak gitu coba mikirin apa sih," ucap Andi dengan muka serius sembari menahan kepala Pearl.


"Andi, lu sadar tidak sih lu terlalu baik sama wanita yang udah punya istri," kata Pearl dengan nada takut.


Andi hanya tersenyum tidak lama mukanya sangat dekat dengan Pearl, Pearl hanya diam tidak bisa berkata apa-apa demikian Andi mengecup Pearl.


"Karena emang gua selalu cinta sama lu, tidak ada yang bisa gantiin lu walau gua mau akan susah dan lu juga tau kenapa gua gila kayak gini ya hanya karena lu," ucap Andi kepada Pearl.


Pearl mendorong Andi, Andi menahan Pearl sontak mata mereka bertemu satu sama lain, tanpa sadar Andi melepas eratan tersebut.


"Udahlah di hati lu cuman ada Theo, mau bagaimanapun gua berusaha lu akan tetap milih Theo, bahkan kalau lu lahir kembali lu akan memilih Theo tanpa sadar kehadiran gua," ungkap Andi kepada Pearl.


Pearl merasa tidak enak kepada Andi, sontak Pearl mendekap Andi dengan erat tak lama menghelus pundak Andi sembari tersenyum.


"Andi, lu harus ingat lu itu cowo baik yang pernah gua kenal, gua harap lu dapat pasangan yang baik jangan harapin gua lagi, ok gua harap begitu Andi," ucap Pearl kepada Andi.


Andi melepas dekapan tersebut sembari melihat ke arah muka Pearl, sontak pegang kedua wajah Pearl tidak lama Pearl hanya senyum kepada Andi.


"Lu segitu ingin jauh dari hidup gua ya, makannya lu pengen gua cepat-cepat pergi dari hidup lu," ketus Andi kepada Pearl.


"Dih, mana ada justru gua mau lu cepat-cepat ada pacar kalau lu ada pacar gua mau kenalan, mau gua jadi sahabat gua," ucap Pearl sembari mengoda Andi.

__ADS_1


Andi hanya mengeleng kepala dan mencubit kedua pipi Pearl, Pearl hanya tersenyum tidak lama sampai akhirnya Pearl dj lagi dan Theo datang ke semua club yang ada istrinya, tapi tak satupun di temukan karena Pearl pintar untuk menghindar.


Apartemen Pearl dengan nafas terengah-engah sembari di bantu oleh Andi, Andi memasak untuk Pearl, Pearl yang baru selesai mandi sontak menghirup bau makanan dan menaruh dagunya di pundak Andi sembari di belakang Andi.


"Wow, lu masak apa Andi wangi banget suka gua sama makananya," ujar Pearl kepada Andi.


"Masak sayur karena gua tau lu gak suka sayur," ucap Pearl kepada Andi.


"Dih, ngeselin kenapa masak yang gua tidak suka yang gua suka lah, jahat lu emang lu mau buat gua tambah kurus aja," ucap Pearl kepada Andi.


Andi hanya menghelus kepala Pearl dan tidak mendengar perkataan Pearl, tidak lama ada yang mengetuk pintu sontak Andi mengintip dari lubang pintu, Andi kaget sontak berlari ke arah Pearl sembari membisik ke kuping Pearl.


"Pearl, ada suami lu kok dia bisa tau lu tinggal sini ya, padahal gua udah pakai mobil dengan cepat kita harus gimana dong?" tanya Andi kepada Pearl yang panik.


Andi hanya mengeleng kepala merasa tindakan Pearl kali ini benar-benar sangat kejam sampai-sampai dia merasa, bukan Pearl yang dulu entah ini Pearl yang mana.


"Iyaudah makan yang benar jangan buru-buru pelan-pelan aja ya, tidak bakal ada yang ngambil makanan lu kok tenang aja, makanan kesukaan lu tidak bakal gua ambil," ucap Andi kepada Pearl sembari ketawa kecil.


Pearl hanya mendecik seraya kesaal dengan sikap Andi, selesai makan mereka cuci piring dan sesekali cek cctv mereka masih ada, Pearl hanya menghela nafas tidak lama mereka ke kamar.


"Hmm, gimana Pearl suami lu masih ada di sini, tidak mungkin kan lu biarin dia di luar kasihan loh nanti kalau dia sakit gimana?" tanya Andi.

__ADS_1


"Iyaudah lu ke kamar lu deh, gua mau ketemu dia biar urusannya cepat kelar daripada gua lari terus tidak ada gunanya, lu kunci diri lu di kamar ya nanti kalau dia buka jangan panik," ucap Pearl kepada Andi dengan senyum takut.


"Lu yakin, tidak mau gua bantu gua bisa kok bantuin lu, kalau emang lu mau," ujar Andi kepada Pearl.


"Tidak, tenang aja kalau dia macam-macam sampai apa-apain gua bakal teriak nama lu dan lu keluar, kalau masih bisa gua atur ya gua atur cukup lu percaya sama gua semua beres ok," perintah Pearl kepada Andi.


Andi hanya menganggukan kepala menandakan dirinya juga setuju dengan ide gila yang di buat Pearl bersama, untuk menghadapi suaminya yang sangat cemburuan dan tidak jelas.


Pearl membuka pintu dengan muka tidak enak di saat Theo ingin mendekap Pearl menjauh dan menyuruh Theo masuk ke dalam apartemenya.


"Tau darimana gua tinggal di sini! kenapa lu temuin gua? kata lu tidak bakal cari gua, bukannya lu udah sama Lia? Lia kurang buat lu sampai lu ngehampirin gua di sini," ketus Pearl dengan nada tinggi terhadap Theo.


"Sayang, kamu bicara apa sih aku sama dia tidak ada apa-apa kenapa kamu jadi ketus gini, kamu tidak kangen aku emangnya aku aja kangen kamu," balas Theo kepada Pearl dengan nada lembut.


"Tidak usah alasan, ada urusan apa lu ke sini sesuatu yang udah di buang jangan di ambil lagi, malu kalau tidak tau malu ya susah harus gimana lagi jelasinnya," tutur Pearl kepada Theo.


Pearl sontak melipat kedua tanganya di atas meja tidak lama Theo meraih tangan Pearl sembari mengecup punggung tangan Pearl dengan tatapan mata sendu.


Pearl yang tidak tahan dengan tatapan itu sontak membuang muka dan tidak mau melihat, tau apa yang di maksud Theo dan Pearl tidak akan mudah goyah lagi untuk kesekian kalinya cukup di bodohi jangan sampai kesekian kalinya lagi.


"Sayang dengar penjelasan aku dulu, kalau aku sayang Lia aku gak bakal ada di sini buat kamu, kamu itu satu-satunya yang aku sayang kenapa kamu tidak percaya sama aku sih sayang, susah kah percaya sama aku sampai kamu kabur dari rumah begini aku kangen loh sampai tidak makanĀ  mikriin kamu doang perusahaan juga tidak stabil karena mikirin kamu seorang," kata Theo dengan nada merendah.

__ADS_1


"Siapa yang suruh, kamu itu pemimpin kenapa demi wanita kamu sampai mempertaruhkan semuannya kamu tidak ada akal aku aja bisa tinggalin kamu, gimana perusahaan yang udah kamu bangun dari nol sampai sekarang, apa tidak kerasa sayang kamu perbaikin dulu diri kamu, baru kamu balik ke aku lagi bye kalau tidak ada urusan apa-apa pergi dari sini, aku masih ada kerjaan," tegas Pearl kepada Theo.


Pearl pergi dari kursinya dan tidur di kamarnya, dengan membanting pintunya di depan Theo, Theo yang mendengar itu sontak pergi dari rumah Pearl.


__ADS_2