Dj Kesayanganku

Dj Kesayanganku
DJK PART 63


__ADS_3

“Sayang, kamu kenapa?” tanya mama Pearl sembari jalan ke arah Ivano.


“Tidak ma, ada apa ma,” ucap Ivano.


“Kamu kayak lagi kesal sama papa kamu, emang papa kamu apain kamu sayang,” ujar mama Pearl.


Ivano tetap diam tidak mau berakta apa-apa, akhirnya Ivano mencoba tidur setelah tidur Pearl merasa kasihan dengan Ivano.


“Sayang, kalau papa bicara terlalu tegas maklumin ya karena dari dulu, papa kan emang selalu di didik keras sama orangtuanya makanya kamu jangan terlalu ambil hati ok sayang, gimana sama teman wanita kamu Katy?” tanya mama Pearl.


“Ma,” jawab Ivano.


“Ada apa sayang,” kata mama Pearl.


“Emang dulu waktu mama nikah sama papa karena di jodohin ya?” ucap Ivano.


Pearl yang mendengar itu sontak ketawa tanpa berkata apa-apa, Ivano bingung emang dari perkataanya ada yang salah ya tidak lama mama menghelus kepala Ivano.


“Kenapa sayang, kok kamu nanya begitu ada-ada aja kamu,” ujar mama Pearl.


“Tidak, aku mau tau aja emang di semua keluarga kita udah di tentuin jodohnya terus kalau nikah juga harus sama pilihan keluarga dan tidak boleh pilih sendiri gitu ma?” jawab Ivano.


“Kata siapa sayang? Tapi emang benar sih papa dan mama di jodohin tapi tunggu dulu, sebelumnya kita udah ketemu dan mama sama papa tidak saling cinta sampai akhirnya mama pikir papa layak untuk mama eh tanpa sadar udah di jodohin sama keluarga jadi kita ya nikah terus ada kamu deh, ganteng emang kenapa sih pertanyaan kamu aneh banget buat mama jadi mikir ada apa gitu,” ucap mama Pearl.


Ivano terus mengabaikan pertanyaan mama takut mama dan papanya berantam akan dirinya, tidak lama Pearl mengecup kening Ivano.


“Malam sayang, selamat tidur besok mama bikin sarapan yang enak ya sayang,” ucap mama Pearl.


Ivano hanya diam dan tidur patuh akan mamanya, tidak lama Pearl masuk ke dalam kamar lalu ada Theo yang bergegas mau tidur.


“Halo sayang,” panggil Theo.


“Aku mau nanya kamu habis bicara apa sama anak kita, kenapa muka dia bete gitu aku tidak suka ya dia di pertegaskan kayak kamu di pertegaskan sama orangtua kamu, aku diam bukan aku tidak berani melawan atau tidak mampu aku menghargai mereka seperti orangtua aku ngerti kamu!” pekik Pearl.

__ADS_1


“Sayang, dengar penjelasan aku dulu dong kamu datang-datang udah main marah aja, sedangkan kamu tidak tau apa masalahnya,” jawab Theo.


Pearl menepis tangan Theo, Theo merasa bingung ada apa dengan Pearl, sontak Theo mendekap Pearl dari belakang.


“Sayang jangan dingin gini dong, aku itu kangen sama sikap hangat kamu, kamu tidak ingat udah berapa lama kamu dingin aku kayak gini,” ucap Theo.


“Iyaudah makanya jelasin kalau tidak mau di dinginin,” ujar Pearl.


“Aku cuman nanya Ivano, dia lagi dekat sama cewe atau tidak terus aku bilang ke dia udah ada jodoh yang di siapin, jadi dia jangan takut tidak ada jodoh gitu,” tegas Theo.


Pearl yang mendengar itu sontak menampar Theo serta mendorong Theo ke kasur, Pearl duduk di atas Theo dan Theo terdiam.


“Kenapa kamu setiap bicara tidak pernah mikir pakai otak kamu hah! Emangnya salah kalau dia dekat wanita, kalau kamu terus ngatur hidup dia yang ada hidup dia hancur dan kamu tau aku nyesal pernah nikah sama kamu! Ternyata kamu tidak pernah bisa belajar dari diri kamu sendiri jujur aku kecewa!” jerit Pearl.


Pearl keluar dari kamar utama mereka dan Pearl tidur sendiri diruang tamu, tanpa di ganggu oleh Theo, Theo hanya bisa menghela nafas lalu merenungkan sikapnya yang sudah berlebihan kepada Ivano.


Pagi hari Pearl terdiam di dapur, sembari Ivano dan Luis melihat kedua orangtuanya, tidak lama Ivano membantu Pearl.


“Ma, Ivano bantu ya,” kata Ivano.


Ivano meletakan semua makanan sampai akhirnya mereka makan, sedangkan Theo masih di kamar tidak lama ivano menyadari kenapa orangtuanya hari ini hanya diam ternyata mereka sedang berantam.


“Ma, tidak tunggu papa dulu,” tanya Ivano.


“Tidak usah sayang, papa kamu lagi tidur biarin aja dia tidur nanti juga bisa bangun sendiri ngapain di urusin, yang penting anak mama udah sarapan udah mama kasih bekal dan uang jajan kalau kurang harus cukup, belajar menjadi orang sederhana serta mandiri sayang untuk bekal masa depan kamu,” kata mama Pearl.


Ivano hanya diam dan menurut kepada mamanya selesai makan, Pearl dan Luis mengantar Ivano ke sekolah bersamaan mobil, sedangkan Theo di tinggalkan sendiri di rumah.


“Ma, aku ke sekolah ya ayo Luis,” ucap Ivano.


“Maksih ya sayang, jagain adeknya baik-baik ya sampai dia masuk kelas kalau belum masuk kelas tungguin sampai masuk,” jawab mama Pearl.


Ivano memberi jempol kepada mamanya, tidak lama Pearl pergi di perjalanan ada kue dan kopi kesukaan Theo, sontak Pearl meminta supir menepi dan membeli beberapa untuk makan dirumah di kala bosan.

__ADS_1


“Kemana bu?” tanya supir.


“Pulang pak, pasti bapak juga udah pergi ke kantor,” jawab Pearl.


“Baik ibu,” ucap supir.


Pearl di antar pulang dengan supir, sembari melihat ke arah jendela setelah sampai rumah, Theo masih ada dirumah tetapi Pearl tidak peduli sama sekali.


“Sayang, kamu habis darimana?” tanya Theo.


Pearl hanya menghempaskan roti dan menaruh ke meja sedangkan Pearl pergi mandi setelah itu, Pearl masak untuk makan siang, selesai masak Theo mendekap dari belakang.


“Sayang, aku minta maaf ya kalau aku ada salah sama kamu, aku tidak bermaksud begitu sayang benaran,” ucap Theo.


“Udah bicaranya muak dengarnya, minggir aku panas,” jawab Pearl.


Theo mengecup Pearl dengan paksa lalu Pearl menendang lutut Theo, hingga Theo merintih kesakitan setelah itu Pearl pergi dari hadapan Theo sontak mengunci pintu kamar.


Pearl merasa Theo semangkin hari semangkin aneh tingkah lakunya sama seperti Ivan, sampai dirinya tidak sadar itu suaminya apa bukan.


“Tuan,” ucap pengawal.


“Apa?” jawab Theo.


Pengawal berbisk soal Ivan, tidak lama mereka berbicara di kantor sedangkan Pearl hanya diam mengurung dirinya di kamar, tidak lama Pearl pergi makan dengan baju yang bagus sontak Theo keluar dari ruang kerja.


“Sayang, kamu cantik banget kamu mau kemana?” tanya Theo.


Pearl hanya diam tidak menjawab perkataan Theo, Theo meminta pengawal untuk pergi tinggalkan mereka berdua Theo ikut makan bersama Pearl.


“Sayang kita benaran diam-diam gini karena Ivano doang,” tutur Theo.


“karena Ivano doang kamu bilang! Emang dia bukan anak kamu kalau kamu tidak sayang dia, kita cerai aja selesaikan! Aku tidak suka ya kamu bilang karena Ivano doang maksud kamu bicara gitu apa, kamu kira dia bukan darah daging kamu! Ingat Theo tidak ada kamu, aku masih bisa hidup tapi kamu yang tidak bisa hidup tanpa aku,” tegas Pearl.

__ADS_1


Pearl jalan dengan langkah angunnya tanpa menoleh ke arah belakang, Theo mulai takut apakah Pearl akan meninggalkan dirinya.


__ADS_2