
"Sayang, kamu mau nikah sama Pearl pilihan mama dan papa?" tanya mama Theo dengan nada bahagia.
Theo binggung ini semua ada apa sampai akhirnya mereka semua duduk di ruang tamu, mama Theo terlalu senang sampai susah berkata-kata.
"Sayang, ini teman mama dulu dari zaman sekolah sampai sekarang, kita mau nikahin kalian kalau kalian udah dewasa ih gak nyangka ya kalau udah jodoh ma bisa aja ketemunya," kata mama Theo sembari mendekap mama Pearl.
Pearl hanya diam dan merasa apakah dirinya salah begitu juga dengan Theo tapi Theo tidak peduli serta mengenggam erat tangan Pearl.
"Makasih Theo," kata Pearl dengan berbisik di kuping Theo.
Theo yang mendengar kalimat itu dari Pearl hanya diam saja tidak lama, akhirnya Theo membawa Pearl ke kamarnya untuk istirahat.
"Pearl," panggil Theo dengan nada bingung.
"Apa?" jawab Pearl dengan melihat ke arah Theo.
"Kita udah resmi pacaran tidak sih? apa masih pura-pura," ungkap Theo kepada Pearl.
Saat Pearl mendengar itu hanya tersenyum sontak mengalungkan Theo dengan kedua tanganya, sembari itu handphonenya berdering dari Andi.
"Sayang, maaf ya aku mau jawab telepon dulu bye," kata Pearl kepada Theo.
Saat Pearl mengangkat telepn Andi, Theo sontak mendekap Pearl dari belakang dan terus menanggu Pearl agar mematikan teleponya serta Pearl tidak fokus.
"Andi, kita bahas besok aja ya gua mau tidur bye," ucap Pearl kepada Andi sembari mengelak dari Theo.
Pearl mengakhiri teleponya sembari meletakan tanganya di tembok di depan hadapan Theo, Theo terus melihat ke arah Pearl.
"Sayang, kamu marah aku ganggu teleponya?" tanya Theo sembari pegang rambut Pearl.
"Hmm aku gak marah cuman aku bingung kenapa kamu iseng sayang aku," jawab Pearl kepada Theo sembari menghelus wajah Theo.
"Kan kamu tau alasanya apa, kenapa harus pake nanya lagi," ucap Theo kepada Pearl yang cemberut.
Pearl sontak senyum dan menarik kerah baju Theo kehadapan depannya, Theo hanya melihat ke arah Pearl yang lagi mencoba menggoda dirinya.
__ADS_1
"Sayang, kan kamu tau masa depan aku siapa? kenapa harus nanya kamu cemburu sama Andi," tanya Pearl kepada Theo yang masih ngambek kepadanya.
Theo hanya diam tidak mau jawab, sembari membuang muka dari arah Pearl saat mau pergi di dekap dari belakang dengan Pearl dan Theo tersenyum.
"Sayang, jangan marah dong kalau kamu marah nanti aku rindu sama kamu," kata Pearl dari lubuk hati yang dalam.
Theo membalik badan dan mendorong Pearl ke arah tembok sembari menatap Pearl dengan mata yang penuh dengan kasih sayang.
"Nah gitu dong tidak marah, kan aku jadi senang kalau kamu tidak marah sayang," ucap Pearl kepada Theo.
Saat Theo ingin melangkah lebih maju mama sontak membuka pintu dan Theo melepas Pearl, mama hanya tersenyum sembari melihat mereka.
"Ada apa ma?" tanya Pearl kepada mamanya.
"Tidak ini mama bawa minum sama makan kecil siapa tau kalian lapar, jadi mama bawain makanan," jawab mama dengan senyum penuh arti.
Pearl hanya tersenyum sembari mengantar mama ke luar dari kamar, tidak lama akhirnya Pearl menghela nafas gantian mama Theo yang masuk.
"Sayangnya mama," panggil mama dengan kedua anaknya.
"Sayang, tenang aja Theo bisa jaga diri kok kamu tidur aja kalau ngantuk," kata mama Theo kepada Pearl.
"Iya tante, makasih ya tante," ucap Pearl kepada mamanya.
"Kok tante, mama dong kan kalian udah nikah tapi belum melakukan upacara nikah kan," tanya mama kepada Pearl.
Pearl hanya tersenyum mendengar perkataan mamanya, tidak lama Theo balik jam 3 subuh dan Pearl tidak tidur, sontak Theo mendekap Pearl dengan erat.
"Sayang, kenapa kamu tidak tidur?" tanya Theo dengan nada khawatir.
"Aku tidak bisa tidur kalau kamu di luar, aku jadi kepikiran sekarang karena ada kamu, aku bisa tidur ayo sayang tidur," jawab Pearl dengan nada lemas yang udah mau tidur.
Theo hanya senyum sontak Theo tidur menemani istrinya, kebesokan paginya kedua orangtuanya mengintip dari cela pintu dan merasa hubungan mereka sangat manis.
Pearl bangun dan tersenyum sontak mengecup pipi Theo, tidak lama Theo bangun pada akhirnya mereka berdua duduk di atas kasur.
__ADS_1
"Pagi sayang," sapa Theo kepada Pearl yang masih muka bangun tidur.
"Pagi, hmm malu pasti muka aku jelek ya," jawab Pearl dengan menutup wajahnya.
"Tidak kata siapa? kamu selalu cantik kok tidak pernah jelek jadi jangan bicara sembarangan ya," ucap Theo kepada Pearl.
Pearl tersenyum di saat Pearl mau mandi di tarik tanganya oleh Theo, tidak lama Pearl di pangkuan Theo dan kedua orangtua tidak tahan sampai akhirnya jatuh mendorong pintu Pearl mendorong Theo.
"Ma, pa ada apa?" tanya keduanya dengan muka bingung dan penuh tanda tanya.
"Tidak sayang tadi mau ngetuk malah jatuh," jawab mama dengan nada senyum tidak nyaman.
Theo hanya tersenyum begitu juga dengan Pearl yang bersembunyi di belakang Theo, sontak kedua orangtuanya hanya senyum dan keluar dari pandangan mereka.
"Hmm, iyaudah kamu mandi deh aku mau pergi dulu bye," kata Theo kepada Pearl.
Pearl menahan tangan Theo, Theo diam dan melihat ke arah Pearl dengan tatapan penuh arti dan bingung apa mau Pearl kepada Theo.
"Kenapa sayang?" tanya Theo dengan nada lembut sembari merapikan rambut Pearl.
"Tidak apa-apa aku mau pergi bersih-bersih dulu bye sayang," jawab Pearl kepada Theo sembari mengecup pipi Theo.
Theo yang melihat sikap Pearl seperti ini membuatnya tidak tahan dan tersenyum sontak menahan Peal dalam dekapanya dengan bisikan di kuping Pearl.
"Kamu tidak rela aku kerja ya? yaudah kalau gitu aku gak kerja deh hari ini aku sama kamu aja," kata Theo kepada Pearl.
"Hmm, tidak kok kata siapa udah sanah kerja aku cuman bercanda tadi," jawab Pearl dengan cepat.
"Bercanda? kok bercanda kamu kayak serius kok aku sedih ya dengarnya," ungkap Theo dengan menurunkan kepalanya.
Pearl bingung saat ingin menghelus kepala Theo terhentikan, pada saatnya Pearl pergi dari hadapan Theo, Theo hanya tersenyum dan pergi sembari meninggalkan secarik kertas untuk Pearl.
Pearl yang memikirkan berkali-kali di toilet sampai akhirnya, selesai dan keluar udah tidak ada Theo lalu membaca surat dari Theo.
"Sayang, aku masih ada urusan kita bicarian nanti lagi ya, aku selalu rindu kamu bye sayang jangan lupa makan ya kalau kamu bosan, pake kartu ini aja buat kamu belanja sama mama," ucap Theo kepada Pearl.
__ADS_1
Pearl hanya tersenyum membaca surat dari Theo, tidak nyangka orang sedingin Theo bisa seromantis ini setelah selesai keluar dari kamar dan duduk di meja makan.