Dj Kesayanganku

Dj Kesayanganku
DJK PART 65


__ADS_3

“Theo, sayang kamu tidak apa-apakan udah ingat aku belum? Aku Pearl,” ucap Pearl.


Theo menepis lembut tangan Pearl sembari melihat ke layar handphonenya, tidak lama Pearl merampas handpone Theo dan menarik kedua tangan Theo.


“Theo, ini aku istri kamu kalau kamu masih tidak ingat aku, aku akan minta cerai sama kamu!” pekik Pearl.


“Iyaudah sanah, aku juga tidak kenal kamu siapa lagian banyak wanita yang bisa aku cari, tidak cuman kamu, kamu emang cantik tapi kamu bukan tipe aku pergi sana, membosankan!” sahut Theo.


Pearl tetap berusaha di sanah dan menahan kedua tangan Theo dengan tali, sontak tidak bisa melawan Pearl di atas Theo lalu mengecup Theo.


Theo bingung ada apa dengan Pearl, tidak pernah Pearl sekasar ini dalam pernikahan mereka, kayaknya yang selalu memulai duluan selalu Theo kenapa Pearl kali ini inisiatif sendirian, sembari mengeluar air mata mengecup Theo.


“Tolong Theo, kembali ke Theo yang aku kenal, aku rindu kamu dan kamu jangan terus nyiksa aku begini suamiku,” tegas Pearl.


Theo merasa tidak tega dengan Pearl, tidak lama di saat dirinya ingin menyerah Pearl mendorong Theo dengan kuat.


“Aku benci sama kamu, kenapa harus kamu yang bikin aku kayak gini! Kamu itu benar-benar pria menyebalkan! Jahat!” pekik Pearl.


Pearl terdiam dan masih di atas Theo, Theo hanya menepuk pelan pundak belakang Pearl sontak menghelus kepala Pearl, Pearl melihat ke arah Theo.


“Udah jangan nangis, nanti mangkin jelek emang mau mangkin tidak ada yang suka,” ucap Theo.


Pearl terdiam dan mengerutkan dahinya sembari menarik lembut dagu Theo, Theo melihat ke arah Pearl dengan tatapan asing yang tidak pernah Pearl liat.


“Aku benci tatapan kamu yang kayak gini, aku kangen sama tatapan dulu kamu yang sayang sama aku, pft semua udah terlanjur hanya aku yang bisa membalikan semuanya, tunggu aku balikin semuanya ke kamu ya sayang,” ucap Pearl.


Pearl mengecup Theo, sontak Theo terdiam tidak lama Pearl keluar Theo tiba-tiba merasa aura yang berbeda dari Pearl, tapi aura itu membuat dia semangkin cinta dengan Pearl dan berpikir lagi kenapa tidak pakai cara ini aja ya dari dulu.


“Ma,” ucap Ivano.


“Iya sayang, ada apa,” ungkap Pearl.


“Om Andi telepon aku katanya butuh bantuan mama,” kata Ivano.

__ADS_1


“Makasih sayang,” ujar mama Pearl.


Pearl merogoh handphonenya di tas, tetapi tidak ada mungkin ketinggalan dirumah sakit, Theo melihat pesan bersama Andi membuatnya bingung mengapa Andi terus mengejar Pearl, padahal udah ada keluarga, Theo menaruh handphonenya di meja tiba-tiba ada bunyi langkah kaki Pearl.


Pearl kembali kerumah sakit dan Theo pura-pura tertidur, tidak lama Pearl melihat ke arah Theo sontak mengecup kening Theo.


“Theo, cepat ingat aku ya maaf semua ini salah aku, kalau bukan karena aku pasti kamu tidak begini, aku tidak bakal menyerah yakinin kamu karena kamu punya aku dan aku tidak mau kamu sama oranglain, kamu harus mikirin anak kita sayang,” ujar Pearl.


Pearl pergi dengan menahan nangis, Theo tersadar dari bangunya tidak lama, Theo merasa tidak enak kepada Pearl, sampai akhrinya Pearl ingin hidup sehat tidak mau menambah masalah, mengatar Ivano ke sekolah.


“Sayang anak mama yang ganteng belajar yang benar ya, jangan pikirin soal papa kalian mama punya cara sendiri buat balikin papa kalian, jadi kalian diam dan tunggu aja ok,” ucap mama Pearl.


“Iya ma, tenang aja aku tidak bakal mikirin kok dan satu lagi, mama jangan sampai capek ya karena aku tidak mau liat mama capek,” jawab Ivano.


“Ok anak mama yang ganteng,” kata mama Pearl.


Ivano keluar dari mobil bersama Luis, setelah itu Pearl melambai kepada anak-anaknya tidak lama Ivan menghampiri Pearl.


“Pearl, aku mau bicara,” ucap Ivan.


Ivan dan Pearl pergi ke tempat berbicara yang jarang oranglain lewat, merupakan kafe dekat sekolah anak-anak mereka.


“Apa yang mau lu bahas?” kata Pearl.


“Lu masih sayang gua?” tanya Ivan.


“Ivan, kalau cuman mau nanya ini maaf gua tidak ada waktu bye,” ucap Pearl.


Ivan menahan tangan Pearl dan mendekap Pearl dalam pelukanya, Pearl hanya diam dengan perlakuan Ivan.


“Maaf kalau waktu itu gua kasar dan main tinggalin lu, tidak ada maksud apa-apa itu semua karena gua sayang sama lu!” tegas Ivan.


“Ivan! Bisa berhenti tidak bilang lu sayang gua, kalau lu sayang lu tidak tinggalin gua mikir dong punya otak tidak sih!” pekik Pearl.

__ADS_1


“Saat itu gua terpaksa Pearl, kalau gua tidak lakuin itu mungkin sekarang gua bakal merasa bersalah sama lu dan tidak bisa liat lu lagi!” ucap Ivan.


Pearl tidak peduli dengan perkataan Ivan sontak ingin pergi ditahan oleh Ivan, tidak lama Ivan melihat ke arah Pearl setelah itu Pearl terdiam.


“Jangan tahan gua, nanti gua teriak habis lu sama pengawal gua! Gua tidak ada waktu ladenin lu, jadi lebih baik kita saling tidak kenal,” ujar Pearl.


Ivan terdiam sontak pengawalnya datang untuk mencegat Ivan, Pearl yang di dalam mobil hanya bisa diam tidak berkata apa-apa kerumah sakit memeriksa keadaan Theo.


Sedangkan Katy terus khawatir dengan keadaan Ivano yang mendadak udah tidak rese lagi seperti biasanya, sepertinya ada maslah berat yang dia tidak bisa cerita.


“Ivano,” panggil Katy.


“Iya, kenapa?” tanya Ivano.


“Lu kenapa kok diam aja,” ujar Katy.


“Tidak apa-apa emang gua kenapa,” ucap Ivano.


Katy hanya diam dan duduk sebelah Ivano, tidak lama Katy memberi eskrim kepada Ivano, Ivano bingung ada apa.


“Kenapa lu baik sama gua,” kata Ivano.


“Emang tidak boleh kan kita teman,” jawab Katy.


Ivano melihat ke arah Katy dengan dekat, tidak lama Katy merasa tidak nyaman dan terlalu dekat jarak di antara mereka.


“Lu mau ngapain sih,” tanya Katy.


“Kalau gua sampai suka lu, lu gimana,” ucap Ivano.


“Gua percaya kok pria kayak lu tidak mungkin suka gua, lu lagi bisa mikir orang perasaan lu sendiri aja lu tidak tau,” ujar Katy.


Ivano terdiam dan senyum sembari menghelus kepala Katy, meninggalkan Katy sendirian pergi ke kelas jantung Katy serasa mau copot dari tempatnya.

__ADS_1


“Duh, Ivano bahaya banget sih dia, gua tidak nyangka dia pria yang berani kalau lagi berdua tapi kok gua senang ya,” gumam Katy.


Katy sontak senyum pergi ke kelas sampai di kelas, Pearl sampai diruangan Theo, Theo melihat ke arah Pearl.


__ADS_2