
“Yaudah kalau kamu memang tidak mau cerita tidak apa-apa, aku tidak akan maksa kamu karena bagaimanapun, pasti kamu punya alasan sendiri tidak mau cerita sama aku ya kan sayang.”
“Makasih ya Luis, cuman kamu orang yang bisa aku percaya.”
“Iya sama-sama Elinaku.”
Luis masih memikirkan siapa orang-orang tadi tapi walau bagaimanapun Elina lebih penting daripada orang-orang tadi, sedangkan Alice dan Ivano udah selesai belajar.
“Hari ini cukup di sini ya, kasihan juga kamu kalau aku paksa yang ada nanti kamu marah dan emosi sama aku, emang kamu tidak kesal kalau aku dipaksa belajar terus? Pasti kesalahan.”
Alice hanya diam tidak bicara apa-apa Ivano bingung ada apa dengan Alice, Ivano mendekatkan wajahnya kepada Alice, Alice diam tertegun.
“Kamu Kenapa pacarku yang cantik.”
“Sejak kapan gua jadi pacar lu, tembak aja tidak?”
“Aku tidak mau nembak sih malas, maunya jadi istri aku aja kenapa?”
Alice yang mendengar itu bingung harus marah atau senang, tidak lama mama Alice keluar dari rumah menghampiri Ivano.
“Ivano udah mau pulang ya?”
“Iya tante, ini mau di antarin sama Alice.”
“Yaudah kalo gitu, Alice antarin Ivano ya.”
Alice hanya menganggukan kepala, tidak lama sampai di mobil Ivano mama Alice masuk ke dalam rumah, Ivano mengecup pipi Alice.
“No! Kamu itu ya gila banget, kalau mama aku liat gimana?”
“Mama kamu tidak ada kok, sudah masuk aku juga tidak bego kali Alice.”
“Humm baru sadar kalau kamu bego aku kira, kamu tidak sadar.”
Ivano menaikan lengan bajunya siap-siap untuk menjentik Alice, saat sudah mulai dekat Alice menutup mata, Ivano menarik Alice dan mengecup Alice.
“N-no.”
Ivano tetap tidak peduli dan terus mengecup Alice dan Alice juga terpaksa untuk mengatur nafas bersama dengan Ivano.
“No, kamu itu ya.”
“Tidur ya udah malam, aku mau pulang dulu bye sayang aku.”
“Ok sayang.”
Sampai dirumah hanya ada keheningan, Pearl diam di ruang kerja bersama Theo, tidak lama Theo melihat ke arah Pearl.
“Sayang, kamu besok mau kemana?”
“Aku kemana aja boleh kok, emang kenapa sayang?”
“Tidak.”
__ADS_1
Tok tok tok.
“Masuk.”
Ivano masuk ke dalam ruangan Theo dengan senyum, kedua orangtuanya hanya diam dan sibuk masing-masing.
“Ma, pa kok aku di cuekin Ivano ada salah ya?”
Pearl hanya memainkan handphonenya, tidak lama Luis pulang dan ke ruang kerja Theo juga, bersamaan dengan Ivano.
“Kak, kenapa kak?”
“Tidak tau.”
Pearl hanya diam dan menutup handphonenya melihat ke arah Theo dengan senyum, tidak lama Theo juga senyum.
“Sayang aku ke kamar Lia dulu ya bye, malam sayang jangan lembur-lembur ya.”
“Iya sayang.”
Pearl pergi dan menghindari dua anaknya yang ada di depan mata, tidak lama Ivano dan Luis saling bertatap.
“Ada apa sih, kok suasana rumah jadi berubah?”
“Tidak tau kak, ada apa?”
Theo memicingkan matanya ke arah mereka, tidak lama Theo berkata kepada mereka yang sedang diam duduk di kursi yang ada.
“Pa, mama kenapa si?”
Theo hanya menaik dan menurunkan bahu yang menandakan dirinya tidak tau, saat Pearl ke kamar Lia, Pearl hanya senyum dan masuk ke dalam kamar Lia.
“Sayang anak mami.”
Pearl sambil mengusap kepala Lia, Lia yang tidur hanya bisa diam tanpa kata, Pearl berharap Lia tidak seperti kakaknya ketika dewasa nanti meninggalkan dirinya tanpa alasan.
Pearl keluar dari kamar Lia ada Ivano dan juga Luis, Pearl main pergi aja tanpa berkata apa-apa.
“Ma.”
Keduanya memanggil Pearl, Pearl hanya menengok sontak keduanya mendekap tangan mamanya.
“Mama kenapa sih ma? Kita ada salah ya sama mama?”
“Menurut kalian ada? Kalau tidak ada kenapa kalian peduli banget, cuekin aja mama marah ngapain di peduliin?”
“Tidak boleh gitu dong ma, kalau mama marah kita tidak bisa tidur ada apa ma, bicara ma biar kita juga bisa tau mama kenapa ya ma, kita mohon ma.”
Pearl hanya diam dan tidak mau membahas langsung ke kamar, kedua anak prianya hanya diam dan berkumpul di kamar Ivano.
“Kak, mama kenapa sih? Mama tidak biasa gitu kenapa tiba-tiba gitu kak?”
“Mana kakak tua, papa juga gitu kita tanya siapa ya?”
__ADS_1
“Iya kan kak, tidak ada yang bisa di tanya, kita harus gimana dong kak?”
Keduanya menyerah, Pearl hanya senyum tidak lama keesokan paginya saat di meja makan, mereka hanya diam, Lia bingung ada apa.
“Mi.”
“Apa sayang?”
“Hari ini pergi nonton ayo sama kakak dan juga papi.”
“Maaf sayang mami tidak bisa sama papi, ada urusan kerja kalian bertiga aja ya.”
Lia hanya diam tidak bisa berkata apa-apa, selesai makan Pearl hanya mengecup pipi Lia, yang duanya lagi di cuekin.
“Mama, kenapa sih ma?”
Pearl menepis kedua tangan anaknya, saat masuk ke dalam mobil kedua orangtua hanya ketawa saling melihat satu sama lain.
“Kamu itu iseng tau ma.”
“Biarin aja pa, siapa suruh lebih memilih pacarnya daripada mama sendiri, mama hukum rasain.”
“Kasihan tau mereka pasti kepikiran sama kamu, kalau aku tidak tega sama mereka aku kalau marah aku kasih tau tidak mau diam-diam takutnya mereka salah mikir nanti ke akunnya sayang.”
Pearl hanya diam tidak mau membahas hal apapun yang menyakiti dirinya, sampai di bandara mereka naik pesawat, setelah naik pesawat ketiga anaknya hanya bisa melihat dari jarak jauh.
“Kak, gua masih tidak ngerti kenapa mama dan papa cuekin kita.”
“Kita pasti ada salah, gua mau minta pengawal gua cari tau, biar gua tidak telat untuk melakukan hal apapun kedepannya.”
Luis hanya diam dan mengeleng kepala terhadap sikap kakaknya,tidak lama akhirnya mereka pergi dari situ, lalu sampai kerurusan masing-masing, Alice bingung ada apa dengan Ivano.
“Sayang, kamu kenapa?”
“Humm, tidak apa-apa hanya ada masalah dikit, ada pa?”
“Kamu tidak mau cerita sama aku?”
“Bukan tidak mau sayang, cuman tidak mau bebani kamu maaf.”
Alice diam dan termanyun merasa dirinya tidak di percaya dengan Ivano, Alice memilih untuk mengerjakan tugasnya daripada peduli dengan masalah Ivano.
“Sayang.”
Ivano melihat ke arah Alice, tapi Alice tidak peduli dan terus mengerjakan tugasnya sambil Ivano mengusap kepala Alice. Alice hanya diam tanpa kata.
“Alice, kamu marah sama aku?”
Alice hanya diam tidak lama, tugasnya selesai setelah selesai, akhirnya memberi kepada Ivano untuk cek.
“Ini cek kalau kamu ada waktu, makasi ya kalau gitu aku mau tidur, kamu nanti pulang aja besk aku perbaikin lagi bye.”
Ivano bingung ada apa dengan Alice, apa Alice marah karena dirinya tidak memberi tahunya, sedangkan Luis tetap dirumah bersama Lia.
__ADS_1