
“Katy! Kenapa lagi kamu ke sini sekarang apa yang mau kamu perbuat untuk aku,”
“Ivano sayang aku minta maaf, kenapa sih kamu tidak bisa maafin aku,”
“Maafin kamu tidak semudah itu dan cukup jangan ganggu aku lagi!”
Saat Ivano mau pergi didekap dari belakang oleh Katy, Ivano merasa muak dengan Katy sontak Lia mendorong Katy.
“Misi jangan ganggu kakak aku! Kamu wanita jahat yang cuman bisa buat kakak aku marah,”
Katy kaget saat melihat anak kecil di depannya, Ivano sontak mengusap kepala Lia tidak lama menggenggam erat tangan Lia.
“Sayang makasih ya udah tolong kakak,”
“Kakak cantik itu siapa kak,”
“Bukan siapa-siapa tidak penting ayo lanjut beli alat makeup lagi, kali ini karena udah bantuin kakak, kakak akan beli semua yang Lia mau,”
Lia hanya menggenggam erat tangan kakaknya dengan senyum, sembari kakaknya melihat ke arah Lia.
“Tidak perlu kak, kata mami mending uangnya di pakai yang berguna kalau alat makeup, aku cuman mau ini aja nanti di bulan selanjutnya baru ada yang baru jadi jangan terlalu membuang uang kak, lagian aku emang senang kok kalau bisa bantu kakak,”
“Makasih ya sayang, kalau eskrim mau,”
“Mau,”
Luis bingung siapa wanita cantik yang menempel pada kakaknya, sampai tiba di sebuah kafe dekat mall, Ivano bingung ada apa dengan adiknya Luis.
“Luis kamu kenapa?”
“Ha? Tidak apa-apa kak,”
“Kamu mau nanya siapa wanita tadi?”
Luis udah berusaha tidak peduli tapi tetap ketahuan oleh kakaknya, sampai akhirnya Luis menganggukan kepalanya dan Ivano tersenyum.
“Itu mantan kakak, namanya Katy,”
Kedua adiknya kaget seketika, Ivano bingung ada apa sampai akhirnya Ivano hanya tersenyum sembari seruput kopi.
“Kenapa kalian bingung kenapa kakak putus sama wanita secantik dia,”
Keduanya menganggukan kepala, tidak lama kakaknya menaruh cangkir kopi di meja sambil menghadap ke arah lain.
“Kadang wanita cantik itu tidak selalu hatinya juga cantik, dia udah hianatin kakak,”
“Hah? Dia kok bisa hianatin kakak, emang kakak kurang apa sampai dia hianatin kakak asli dia jahat si,”
“Harus aku bikin perhitungan untuk dia, enak aja udah perlakuin kakak aku kayak gitu, aku tidak terimalah,”
Ivano hanya senyum mendengar Lia berkata demikian, tidak lama handphone Ivano berdering dari kedua orangtuanya.
__ADS_1
“Halo ma,ada apa?”
“Lagi dimana sayang ada sama Lia tidak?”
“Ada kok sama dua adik aku ini, ada apa ma?”
“Oh yasudah kalau begitu tidak apa-apa jagain ya kak, jangan sampai kemana-mana adiknya,”
Ivano hanya senyum seketika dirinya berpikir mungkin belum saatnya berpacaran dan tunggu yang tepat saja nantinya.
“Kak, kenapa kok senang banget dapat telepon dari mama,”
“Tidak apa-apa Luis, ayo jalan sama Lia,”
Akhirnya kedua adiknya menurut kepada kak Ivano, sontak mereka pulang kerumah sampai dirumah Pearl dan Theo duduk di meja makan.
“Ayo yang lapar makan ayo, biar bisa tidur,”
Akhirnya semuanya ke meja makan, Pearl hanya tersenyum melihat keluarganya lengkap sontak Pearl melihat ke arah Ivano.
“Sayang, gimana sama Katy?”
Kedua adiknya mendehem sontak Pearl mengerti, seketika Luis mengambil lauk untuk papa dan mamanya.
“Makan ma, mama udah kurus mama mau sekurus apalagi sih emangnya ma,”
“Luis kamu itu ya, paling pintar aja mulutnya dari dulu,”
“Jangan dong nanti papa kamu tidak ada teman gimana?”
Luis hanya diam dan lanjut makan, Theo sontak menepuk bahu Luis, Luis tertawa sedangkan Ivano hanya diam Pearl menggenggam erat tangan Ivano.
“Sayang,”
“Iya ma, ada apa?”
“Nanti selesai makan mama mau bicara sama kamu ya sayang,”
“Baik ma,”
Selesai makan sesuai janji Pearl ke kamar Ivano, dan duduk di kursi kerja Ivano, Ivano hanya diam melihat Pearl.
“Ma, mau bicara apa?”
“Kamu sama Katy kenapa? Berantem,”
“Kita udah putus ma, dia hianatin aku, dia main di belakang aku jadi aku lebih memilih untuk ikhlaskan dia aja,”
Pearl yang mendengar itu sontak mendekap Ivano, tanpa bertanya apa-apa lagi, Ivano hanya senyum membalas dekapan mamanya.
“Makasih ma, selalu buat Ivano kuat kalau tidak mama, mungkin Ivano tidak bakal kuat menghadapi kenyataan ma,”
__ADS_1
“Tenang ya sayang, mama yakin kamu akan dapat wanita lebih baik dari dia, maaf kalau mama banyak nanya dan pertanyaanya juga yang buat kamu jadi kepikiran soal perempuan tidak jelas itu,”
“Tapi ivano jadi kepikiran ma, apa yang papa bilang itu benar ya,”
Pearl melepas dekapanya kepada ivano sontak melihat ke arah Ivano, Pearl mengusap kedua pipi Ivano.
“Perkataan apa sayang?”
“Kata papa aku jangan takut tidak ada jodoh, karena jodoh aku udah di persiapkan sama papa dan mama,”
Pearl hanya senyum sontak menempelkan dahinya kepada dahi Ivano, sembari Ivano bingung apa perkataan salah.
“Emang Ivano mau di jodohin?”
“Kalau dia baik kenapa tidak,”
“Hmm nanti ya mama diskusi dulu sama papa kamu, kamu ini ganteng tapi masih jadi anak kecilnya mama, makasih ya sayang udah tumbuh dengan baik, selama 10 tahun mama tidak jaga kamu, kamu selalu menjadi kebanggan mama, mama sayang banget sama Ivano,”
“Ivano juga sayang sama mama, tapi ivano janji tidak akan menjadi anak nakal lagi untuk mama, malah menjadi yang lindungi mama,”
Setelah selesai dengan topik yang manis, Pearl meninggalkan Ivano, Ivano sedang tidur sembari menatap langit kamarnya.
“Siapa ya wanita yang bakal sama gua kedepannya, tidak berharap terlalu banyak, tapi kalau bisa ketemu dia lebih cepat lebih baik, semoga wanitanya kayak mama,”
Ivano mencoba tidur, Pearl masuk ke kamar Theo, Theo yang masih kerja sontak Pearl duduk di pangkuan Theo.
“Sayang,”
“Apa,”
“Kamu kenapa kerja terus, memang tidak capek?”
“Capek demi bisa bahagiain kalian apapun akan aku lakukan sayang, emang ada apa sih kamu perhatian banget hari ini,”
Pearl yang mendengar itu sontak mengerutkan dahi dan tidak melihat ke arah Theo, Theo tersenyum sembari menarik lembut dagu Pearl.
“Kamu kenapa cantik? Marah terus kadang aku bingung sama kamu, kenapa kamu marah terus apa tidak lelah ya marah terus,”
“Kalau tidak mau aku marah, aku mau nanya sesuatu ke kamu,”
“Iya Udah nanya aja emang aku pernah melarang kamu bertanya,”
“Emang benar kamu jodohin Ivano dengan perempuan pilihan kamu,”
Theo yang mendengar itu sontak ketawa sambil menggeleng kepala, tidak lama Pearl bingung ada apa dengan Theo.
“Sayang kenapa sih kamu polos banget, anak kita itu ganteng emang perlu di jodohin,”
“Humm justru karena dia ganteng jangan sampai dia sama orang lain,”
“Teman papa ada si, anaknya masih SMA umur 17 tahun nanti rencananya mau ditemui sama Ivano, tapi papa tidak tau Ivano suka apa tidak,”
__ADS_1
Seketika Pearl berpikir dengan wanita yang lebih muda mengingatkan dirinya dengan Theo, Theo mendekap kedua pipi Pearl dan menyentuh dahinya.