Dj Kesayanganku

Dj Kesayanganku
DJK PART 28


__ADS_3

"Rachel, gua udah harus balik kerja kalau ad apa-apa telepon gua ya, ini kartu nama gua maaf banget, gua ada urusan penting sekali lagi gua minta maaf ya," kata Andi dengan nada terburu-buru.


Rachel hanya tersenyum tidak iklas walau bukan siapa-siapa tapi terasa hampa melihat Andi buru-buru pergi demi sebuah kerjaan.


Andi keluar dari ruangan Rachel, tidak lama mantan Rachel datang sembari menyapa Rachel dan membuka masker di depan Rachel.


"Hai Rachel, apa kabar? kamu udah ada pacar sekarang cepat juga ya kamu udah punya  pacar, aku tidak nyangka hubungan kita tidak sepenting itu," tutur mantan Rachel yang membuat Rachel geram.


"Maaf dia bukan pacar gua, tapi dia calon suami gua dan untu lu yah emang lu gak sepenting itu di mata gua maaf ya makanya jangan berahrap banyak sama gua, karena gua tidak bisa kasih lu apa-apa maaf banget ini, maaf sekali lagi," ujar Rachel yang tidak mau kalah.


Mantan Rachel kesal dengan nada bicara Rachel yang mengampangkan segalanya, tidak lama akhirnya Rachel berpikir bagaimana caranya dia berdiskusi dengan Andi soal pura-pura nikah.


Andi balik ke kantor dan ikut rapat bersama Pearl, Pearl hanya mengeleng kepala terasa mau marah tapi tidak bisa, sampai akhirnya rapat selesai Andi terus menjelaskan tapi Pearl hanya diam sembari menghela nafas.


"Yaudah gua maafin tapi tidak ada lain kali ya, awas aja lu begitu lagi," ucap Pearl kepada Andi.


Andi hanya senyum tidak lama ada Theo ke kantor Pearl, sembari berpapasan Pearl mendekap Theo dengan erat sembari tersenyum begitu juga dengan Theo.


"Sayang, ayo makan," ucap Theo kepada Pearl.


Pearl hanya menganggukan kepalanya, tidak lama Andi selesai kerjaanya sambil meregangkan badan dan rindu akan Rachel, mencoba telepon Rachel nomor yang dituju sedang sibuk.


Andi bergegas merapikan semua pekerjaan sembari itu, pergi kerumah sakit dengan kecepatan tinggi, sampai di rumah sakit Andi melihat Rachel merintih kesakitan dan juga gemetaran Andi mendekap tangan Rachel dengan erat.

__ADS_1


"Rachel maaf gua telat, lain kali tidak akan gua biarin lu begini lagi, siapapun yang sakitin lu harus kenal siapa gua, kalau masih mau hidup dan bernafas dengan tenang," kata Andi sembari mengertakan giginya.


Rachel mendekap kedua wajah Andi dengan lembut, sembari Andi melihat ke arah Rachel yang terbaring dengan lemah.


"Gua tidak apa-apa lagian kita baru ketemu jadi jangan sampai buang-buang waktu demi gua, gua juga tidak selalu minta lu untuk membantu gua, tapi maaf sekali lagi kalau gua tidak bisa bantu banyak ya" ungkap Rachel kepada Andi.


"Lu bicara apa sih, gua mau lakuin ini karena kemauan gua bukan karena semata-mata janji lu sama gua doang, paham tidak," pekik Andi kepada Rachel.


Rachel merasa sudah lama tidak ada yang berani marah dia sampai segitunya tanpa sadar, hal itu membuat Rachel senang sontak mengecup Andi.


"Makasih Andi," ujar Rachel dengan meneteskan air mata.


Andi yang mendengar kaliamat itu juga menanggis, karena tau betapa sakitnya yang di alami Rachel tidak lama, Andi terus menemani Rachel memesan makan lewat online dan tidak keluar dari ruangan Rachel, sampai tidur di ruangan Rachel.


Rachel bangun dengan senyum, tidak lama Rachel mengelus kepala Andi walau Rachel senang di saat situasi ini, tapi setelah dia sembuh pasti Andi tidak selalu ada untuk dia dan mungkin juga di luar sana Andi sudah memiliki wanita yang di cintai.


Andi terbangun karena ada tetesan air jatuh yang mengenakan tanganya bangun, sembari lihat ternyata itu dari air mata Rachel.


"Rachel, kenapa?" tanya Andi dengan nada khawatir.


Rachel hanya tersenyum dan terlihat biasa-biasa aja seperti tidak ada kejadian apa-apa, sampai akhirnya mereka berdua hanya diam, balik ke Pearl dan Theo.


"Sayang, hari ini kerjaan kamu masih banyak ya," ucap Theo kepada Pearl.

__ADS_1


"Iya ini banyak banget, kamu kalau mau tidur ya tidur aja aku habis kelar ini juga tidur kok," jawab Pearl dengan melihat kerjaan.


Theo dari belakang mendekap Pearl, Pearl hanya diam sembari mengelus kepala Theo tanpa melihat, Theo duduk di sebelah Pearl sembari ingin di manja oleh Pearl.


"Pearl aku itu kan-" Kata Theo yang belum terselesaikan.


Pearl menutup mulut Theo dengan satu jarinya, sampai Theo melihat ke arah Pearl antara mau manja atau marah, Pearl yang mengerti sontak menghelus kepala Theo.


"Sayang, aku tau kamu butuh aku begitu juga dengan aku yang butuh kamu, tapi tidak semuanya harus aku lakuin sama kamu, makasih udah mau manja sama aku, aku tau kamu mau bantuin aku tapi aku maunya kamu istirahat aja besok kamu juga kerja kan," tutur Pearl kepada Theo.


Theo menurunkan kepalanya sembari bangun dari kursi di tahan tanganya oleh Pearl, Pearl menarik Theo hingga duduk di kursi, dengan Pearl di atas pangkuan Theo.


"Kenapa tidak senang gitu mukanya, ada yang salah sama perkataan aku," ucap Pearl dengan muka serius.


Theo hanya diam sembari mengeleng kepala sedangkan Pearl sedang mengalungkan tanganya di dekat leher Theo, sembari Theo melihat ke bawah sontak Pearl mengambil dengan lembut dagu Theo untuk melihat ke arahnya.


"Kalau aku ada salah bicara, jangan diam aja aku tidak tau kalau kamu diam maunnya apa," kata Pearl dengan rasa frustasi yang ada.


Theo tersenyum melihat Pearl yang begitu peduli kepadanya, tidak lama handphone mereka berdering di saat Theo mau jawab di kecup oleh Pearl, Theo kaget sembari itu membalas kecupan tersebut.


Kebesokan paginya Rachel udah boleh keluar dari rumah sakit, tidak lama mantanya menahan tangan Rachel sembari tanpa sadar menyakiti tangan Rachel.


"Rachel! jangan harap kamu bisa jauh dari aku, karena aku tidak akan rela kamu sama pria yang kamu anggap calon suami kamu itu, walau aku tau itu bohongan tetap aja menyakiti aku liat kamu sama dia, kamu cuman boleh sama aku tanpa harus ada oranglain di samping kamu, aku mau terus nyiksa kamu agar kamu tau menjadi simpanan itu lebih sakit di banding menjadi istri oranglain," ucap mantan Rachel kepadanya.

__ADS_1


"Udah selesai bicaranya, tidak penting banget mau gua sama siapapun itu hak gua, bukan hak lu!" ketus Rachel kepada mantanya.


Mantanya yang mendengar itu sangat kesal serta geram, tidak lama saat ingin mengecup di tahan oleh Andi dengan tanganya, mantanya melihat ada apa dengan bibir Rachel kenpa bentuknya rata, saat membuka mata.


__ADS_2