Dj Kesayanganku

Dj Kesayanganku
DJK PART 34


__ADS_3

"Sayang, bangun dong aku janji tidak bakal hukum kamu lagi, yang ada kalau kamu tidak bangun-bangun aku yang akan hukum diri aku sendiri sayang," ketus Pearl kepada Theo.


Theo yang mendengar itu hanya senyum sembari menghelus kepala Pearl, Pearl melihat ke arah Theo dan mengecup Theo.


"Sayang, gimana kabar kamu?" tanya Pearl kepada Theo.


"Hmm aku baik-baik aja kalau ada kamu, ada apa sayang," ujar Theo.


"Tidak, aku ngerasa aku jahat sama kamu, maafin aku ya sayang kamu pasti benci sama aku ya, maafin aku ya sayang, aku tidak bermaksud kayak gitu cuman aja," kata Pearl yang ditutup tangan Theo.


Theo sontak bangun sembari menhan sakit dirinya tidak lama akhirnya Theo mengecup Pearl, setelah itu Pearl membalas kecupan Theo.


"Theo, aku mau kasih kamu hadiah," ucap Pearl kepada Theo.


Theo hanya tersenyum sembari menahan Pearl, sontak Pearl ingin membuka busananya yang untuk membuat Theo cepat sembuh, sontak Theo menahan itu semua.


"Pearl, aku tidak mau kamu lakuin ini karena kasihan sama aku, aku maunya kamu benaran sayang sama aku, bukan karena kasihan sekali lagi maaf bukan aku tolak, justru aku mau dan malah menahan tiap hari cuman aku mau nya kamu benaran mau bukan rasa kasihan," tegas Theo kepada Pearl.


Pearl hanya diam tidak lama akhirnya Theo membantu Pearl mengenakan busananya tidak lama, Pearl menaruh kepala Theo dalam pangkuanya.


"Sayang, kamu tidur aja di pangkuan aku, harapan aku biar kamu cepat sembuh kalau kamu sembuh aku juga senang kalau kamu sakit kayak gini, aku juga yang menderita sayang, jadi aku harap kamu cepat sembuh ya," ungkap Pearl kepada Theo.


"Kamu sekarang sayang aku kalau aku dalam kondisi begini, kalau aku tidak gini kamu gak sedih kamu jangan terlalu stress sayang, kasihanin anak kita nanti dia ikut stress juga gimana?" tanya Theo sembari mengelus perut istrinya.


"Apa aku begini karena bawaan anak kita ya sayang," ujar Pearl kepada Theo.


"Mungkin, aku juga tidak tau," ucap Theo kepada Pearl.


Pearl hanya diam sembari menghelus kepala Theo sontak mengecup dahi Theo, Theo tetap tidur dalam dekapan Pearl.

__ADS_1


Andi yang hanya diam di kantor bingung ada apa dengan Pearl, mengapa Pearl hari ini tidak datang dan semua kerjaan dirinya yang handle akhirnya Andi berinsiatif untuk mengirim pesan kepada Pearl.


"Pearl, jangan lupa hari ini ada rapat bareng klien penting," ucap Andi dengan tegas.


"Lu atur aja dulu, gua lagi jagain Theo dia lagi butuh gua, maaf kalau gua gak profesinal tapi kalau udah menyangkut suami gua, gua tidak bisa tunda bahkan kerjaan gua aja bisa gua tunda berkali-kali asal suami gua tidak kenapa-kenapa,"  kata Pearl dengan nada yang menurun.


Andi tidak pernah melihat sikap Pearl yang seperti ini selain kepada Theo, sontak Andi tersenyum lalu tidak mau ikut campur lebih dalam.


"Iyaudah hari ini semuanya gua handle tapi ingat ya gaji gua di naikin," ejek Andi kepada Pearl.


Pearl sontak mengirim gaji Andi dengan bonusnya, Andi yang melihat itu hanya diam tidak bisa berkata apa-apa, tidak lama akhirnya Andi giat dengan kerja tanpa sadar perusahaan Pearl semangkin besar sampai akhirnya, karyawan Pearl mangkin banyak Pearl dan Andi tidak perlu masuk setiap hari.


Melainkan mereka sekarang masuk selang- seling untuk mengontrol karyawan mereka, walau dari jarak jauh bisa tapi tetap jarak dekat lebih penting.


"Sayang," ucap Theo.


"Kamu tidak kerja, ada apa?" kata Theo.


Semenjak apa yang terjadi pada Theo, semua merupakan tanggung jawab Pearl, Pearl ingin Theo bangga akan dirinya sampai akhirnya, sudah mencapai kehamilan 8 bulan, setiap bulan Pearl terus rutin untuk cek kandungan.


"Sayang, tidak kerasa bentar lagi kita ketemu anak kita ya sayang," ucap Theo dengan bangga.


"Iya sayang, itu juga yang aku senangin tanpa sadar kita udah ngelewatin semuanya dengan lancar," ujar Pearl.


Theo yang mendengar itu merasa bangga dengan istrinya sendiri, setelah akhirnya itu mama dan papanya datang melihat keadaan Pearl.


Walau agak sedikit berlebihan Pearl tetap senang, sedangkan Andi dan juga Rachel mendapat kabar bahagia Rachel sudah hamil dalam kurung waktu 6 bulan.


"Sayang, kamu kenapa jadi mangkin gendut ya," ucap Andi kepada Rachel.

__ADS_1


"Aku hamil Andi, kamu lupa," ujar Rachel yang kesal kepada Andi.


Andi hanya tersenyum sembari meledek istrinya, tidak lama istrinya merasa kesal dengan sikap Andi, sontak Andi mendekatkan kepalanya ke arah perut istrinya.


"Sayang, kamu jangan sampai sakitin mama kamu ya, mama kamu jadi galak karena ngandung kamu, kamu jangan galak juga kayak mama kamu ya harus patuh sama orangtua kelak biar kamu nanti di sayang sama pasangan masa depan kamu," ucap Andi dengan senyum.


"Ih kamu bicara apa sih, keluar aja belum udah bicara masa depan buat aku seidh aja kamu," ungkap Rachel kepada Andi.


"Dududud sayang, kita bikin selusin aja ayo biar kamu tiak sedih," ucap Andi kepada Rachel.


Rachel yang awalanya mau marah tidak jadi marah, sampai akhirnya ada telepon dari Peral, Andi sontak menjawab telepon Pearl di depan Rachel.


"Halo Pearl, ada apa?" tanya Andi dengan kesal.


"Lu hari ini ada ke kantor," ucap Pearl dengan datar.


"Pearl ini hari minggu, buat apa ke kantor lu mau semua orang benci sama lu di hari minggu ada kantor," tegas Andi kepada Pearl.


Pearl yang mendengar itu sontak  mengakhiri teleponya sembari itu Pearl menepuk jidatnya, Andi hanya mengeleng kepala melihat sikap Pearl.


"Bingung ya sama Pearl, setiap hari kerja emang dia tidak capek apa, padahal aku udah bilang ke dia jangan terlalu serius kerja, tapi dia tetap begitu tidak pernah sayang diri heran, emangnya kalau dia sakit siapa yang susah kan aku juga yang susah harus ke kantor setiap hari, mangkin tidak ada waktu deh aku temanin kamu sayang," tutur Andi kepada Rachel.


Rachel yang mendengar itu hanya senyum sembari mengelus kepala Andi, Andi hanya mendekap Rachel dalam pangkuannya.


"Sayang, justru Pearl itu keren aku aja mau kayak dia, cuman aku tidak bisa namanya wanita ya tidak semua kapasitas sama, berharapanya sih sama tapi kalau tidak bisa sama bisa apa ya kan," ujar Rachel kepada Andi.


"Kamu buat apa jadi dia, jangan aku lebih suka kamu yah kamu bukan jadi oranglain, lagian kamu ada aku, kalau kamu butuh apa-apa tinggal ke aku ok sayang," tegas Andi kepada Rachel.


Rachel hanya senyum terkadang dirinya merasa dirinya memang enak, tapi kalau melihat sisi dari Pearl bisa membantu Theo itu lebih berguna untuk Andi di masa mendatang.

__ADS_1


__ADS_2