
“Kita berdua lagi deh sayang, tidak apa-apalah ya kita tunggu kak Ivano sama papa Theo,” ucap mama Pearl.
Luis hanya diam sontak Pearl memandikan Luis, selesai mandi Pearl memberi susu kepada Luis, selesai itu memberi Luis tidur.
Selesai Luis tidur akhirnya Pearl memasak kue dan juga masakan untuk nanti sore, setelah selesai Pearl merasa lelah dan istirahat di ruang Tv.
“Mama,” ucap Luis.
Pearl sontak ke kamar Luis, setelah itu mendekap Luis sembari mengayunkan ke atas dan bawah, membawa keluar dari kamar.
“Sayang, ada apa?” tanya mama Pearl.
“Tidak, Luis kira mama tinggalin Pearl,” ucap Luis.
“Mana mungkin sih mama tinggalin anak kesayangan mama kamu itu, mimpi apa tadi sayang,” ujar mama Pearl.
Luis hanya diam sembari Pearl memberi kue yang di beli tadi, setelah itu Luis lebih tenang tidak lama handphone Pearl berdering dari Theo.
“Halo sayang,” ucap Pearl.
“Kamu udah pulang, apa masih di luar,” tanya Theo.
“Dirumah aku baru selesai masak sayang, ada apa sayang?” ujar Pearl.
“Tidak, aku kira kamu masih di luar makanya aku nanya kamu dimana gitu sayang,” tegas Theo.
Luis menarik handphone Pearl, Pearl bingung ada apa sontak Pearl memberi handphonenya kepada Luis, tidak lama Theo tersenyum.
“Halo sayang, kenapa rebut handphone mama kirain mama lagi telepon papa lain ya,” ucap papa Theo.
“Haha tidak kok pa, Luis kangen sama papa makanya mau liat papa,” ujar Luis.
“Papa juga kangen sama Luis, nanti ya kalau papa pulang cepat, papa kabarin Luis gimana? Nanti kita makan di luar,” kata papa Theo.
“Aku udah masak sayang, kenapa harus makan di luar nanti aku tidak mau masak ini, biar pada beli aja semua,” ketus Pearl.
__ADS_1
Luis yang melihat itu hanya ketawa sedangkan Theo hanya diam, tidak lama akhirnya Pearl menaruh Luis di bangkunya sontak, Pearl duduk di sofa dan nonton tv.
“Sayang, mama kamu mana?” tanya papa Theo.
“Lagi marah sama papa kayaknya, itu lagi nonton kok ada apa,” ucap Luis.
“Duh, mampus deh papa, mama kamu kalau marah lama lagi,” ujar papa Theo.
“Papa sih udah tau mama capek masak, malah mau ajak keluar makan mana mama tidak marah sama papa,” ketus Luis.
Theo hanya diam mengerutkan dahi berharap itu oranglain, kenyataanya kembaranya tidak lama akhirnya Pearl tertidur sontak, Theo melihat Luis kembali.
“Luis sayang, mama mana?” tanya papa Theo.
“Tidur pa,” ucap Luis sembari membalikan handphonenya.
“Imut banget mama kamu kalau tidur jangan di bangunin ya sayang, nanti aja pas kak Ivano udah mau pulang, hari ini kak Ivano pulang jam setengah 3 kan,” kata papa Theo.
“Iya kali pa, aku tidak tau aku cuman tau ikut aja tadi sama mama dan kak Ivano,” jawab Luis.
“Sayang, kamu masih telepon sama papa kamu,” ucap mama Pearl.
“Iya ma,” jawab Luis.
“Iyaudah kalau gitu kita jemput kakak kamu ayo, udah pulang dia,” ujar mama Pearl.
“Iya mama,” sahut Luis.
Pearl sontak mengakhiri teleponya tanpa berbicara dengan Theo, Luis hanya diam tidak bisa membatu Pearl, tidak lama akhirnya sampai di sekolah Ivano.
“Hmm, kayakanya kakak kamu belum pulang ya, ini baru jam berapa sih?” tanya mama Pearl.
“jam setengah 3 ibu,” ucap pengawal.
“Harusnya Ivano udah keluar tapi dia kemana ya, tunggu ya pak saya keluar dulu jagain Luis ya pak, jangan biarkan Luis pergi dari mobil, sayang kamu tunggu sini ya mama mau cari kakak kamu,” ujar mama Pearl.
__ADS_1
“Ok mama sayang,” kata Luis.
Pearl keluar dari mobil tidak lama akhirnya Pearl mencari dimana Ivano, sontak Pearl melihat Ivano sedang dibuli dengan anak lain, tidak lama Pearl melangkahkan kakinya ke arah sanah dan menarik Ivano.
“Dari kalian ada yang berani maju nyakitin Ivano, maju sini lawan tante karena tante tidak pernah suka anak tante di sakitin oranglain, saya sebagai mamanya aja tidak pernah menyakiti dia kamu oranglain berani sakitin Ivano!” pekik mama Pearl.
Mereka tidak takut dan maju tidak lama di lawan semua oleh Pearl, Pearl menutup mata Ivano setelah semuanya selesai Pearl merangkul Ivano keluar dari situ dan membawa mengurus surat pindah Ivano, sampai di mobil.
“Ma, maafin Ivano udah ngerepotin mama,” ucap Ivano.
“Tidak sayang, tenang aja justru mama sakit hati kalau liat kamu sampai dia apa-apain sama mereka,” tegas mama Pearl.
“Ma,” panggil Ivano.
“Tenang aja sayang, mama udah urus surat pindah kamu, kamu jangan takut ya,” ucap mama Pearl.
Ivano sontak menurut kepada mamanya, tidak lama sampai dirumah semuanya pada diam, Pearl tidak tega kepada Ivano.
“Sayang, mama tadi beliin kue kesukaan kamu loh kamu mau coba tidak,” ucap mama kepada Ivano.
Ivano hanya diam sontak Pearl merasa kesal dengan yang membuli Ivano, setelah itu pengawal membawa anak yang membuli Ivano.
“Sekarang kalian semua minta maaf sama anak tante dan janji jangan ulang lagi, sampai kalian ulang lagi! Tamat hidup kalian!” pekik Pearl.
Ivano yang melihat mamanya hanya diam dan ketawa tidak lama mamanya dan semuanya bingung ada apa, sontak Ivano mengenggam tangan mamanya, Pearl memberi kode kepada pengawal.
Ivano dan Pearl masuk ke kamar Pearl, sontak mereka duduk bersama setelah duduk bersama Pearl bingung ada apa, Ivano mendekap Pearl.
“Ma, makasih ya mama selalu jadi mama yang baik untuk Ivano, Luis dan juga istri buat papa, Ivano beruntung punya mama walau mama selalu lembut sama keluarga mama, tapi kalau sama oranglain mama layaknya orang yang benar-benar berbeda,” ucap Ivano.
“Maaf ya sayang, habis mama tidak suka liat kamu sedih karena orang-orang itu mama aja tidak tega buat kamu sedih apalagi sampai oranglain buat kamu sedih, rasanya pengen mama asingkan biar tidak ketemu dia lagi,” ujar mama Pearl.
“Makasih ma, tapi aku bangga punya mama dan papa maaf ya kalau aku tidak bisa bantu apa-apa, tapi aku janji tidak bakal ngerepotin mama lagi, aku tidak mau liat mama sakit karena ulaah aku, apalagi aku pria harus bisa bertanggung jawab dan berani karena papa selalu ajarin aku hal-hal kayak gitu dalam hidup ma,” ucap Ivano.
Pearl yang mendengar itu merasa senang dan juga bangga memiliki anak seperi Ivano, tidak lama Pearl membalas dekapan Ivano.
__ADS_1
Theo yang baru pulang kerja bingung ada apa dan semua orangtua pada bertukuk lutut karena tau Theo, adalah pemilik perusaahaan besar di negara mereka nomor satu, sedangkan Theo tidak tau menau, Pearl dan Ivano keluar dari kamar.