Dj Kesayanganku

Dj Kesayanganku
DJK PART 70


__ADS_3

“Kamu sibuk ya kalau sibuk tidak apa-apa kok aku sendiri aja kalau gitu, atau tidak pulang aja kerumah,” kata Pearl.


“Tidak kok, cuman bahas kerjaan aja tapi bukan berarti kamu sibuk, udah ya ayo jalan aku tetap mau temanin istri aku yang cantik ini, jawab Theo.


Pearl tersenyum walau Pearl tau Theo orang yang sibuk, Theo selalu memberi banyak waktunya kepada Pearl, selesai nonton Theo benar-benar mengamati filmnya mungkin Pearl aja yang terlalu banyak mikir.


“Kamu kenapa sayang, mau perawatan,” tanya Theo.


“Tidak, aku ngerasa aku kayak ngebebanin kamu harusnya aku tidak minta kamu pergi ke sini, harusnya pas kamu ajak aku tolak bukan mau,” kata Pearl.


Theo hanya tersenyum mendekap kedua pipi Pearl sembari mengecup Pearl, tidak lama Pearl hanya diam melihat Theo.


“Kamu itu bicara apa sih, aku emang mau jalan sama kamu, emang salah jalan sama istri sendiri,” kata Theo.


“Tidak salah tapi kamu jadi banyak menyita waktu kamu untuk aku, aku yang tidak enak sayang,” ujar Pearl.


“Aku suka kok kalau menyita waktu bersama kamu seru aja, siapa yang bisa tolak wanita cantik kayak kamu hanya orang bodoh yang tolak kamu,” tutur Theo.


Pearl yang mendengar itu mau merasa nyesal juga bingung kalau punya suami kayak Theo, Theo selalu pintar mengambil hati Pearl dan juga membuat Pearl menjadi tenang.


“Sekarang makan ayo, aku lapar kamu lapar tidak?” tanya Theo.


Pearl hanya menganggukan kepala Theo menggengam erat tangan Pearl, Tidak lama mereka makan di restaura yang ada di mall.


“Kamu kenapa liat aku terus, ada yang aneh?” tanya Pearl.


“Tidak, istri aku cantik kadang suka mikir kenapa aku bisa tinggalin dia sendirian dirumah, aku itu suami apa ya,” jawab Theo.


“Iya kamu kan kerja terus kenapa kamu salahin diri kamu sendiri, aku tidak masalah kok selama kamu benar kenapa tidak sayang,” kata Pearl.


Theo mendekap Pearl dengan erat sembari tersenyum dan menghela nafas, Pearl bingung ada apa tidak lama Pearl tersenyum.


“Makasih ya istriku yang cantik dan paling aku sayang, aku sayang banget sama kamu, sangking sayangnya tidak bisa berkata apa-apa,” ucap Theo.


“Buat apa makasih kan kamu lakuin ini buat keluarga kita itu udah tanggung jawab kamu sayang, aku juga tidak bakal berani atau tega marahin kamu jadi tenang aja ok suamiku yang baik dan pekerja keras,” ucap Pearl.


Akhirnya makanan mereka datang dan mereka makan bersama, setelah selesai makan mereka foto berdua layaknya orang pacaran.


“Sayang lucu,” kata Pearl.


“Kamu suka kan tapi,” jawab Theo.

__ADS_1


“Suka, kenapa waktu pacaran kita tidak pernah begini sekarang aku udah gendut kamu malah ngajak,” tanya Pearl.


“Mana ada sih kamu gendut masih cantik gitu gendut, kamu sama sekali tidak berubah sayang padahal anak kamu udah dua apa bikin lagi ya, biar kamu gendut,” ejek Theo.


Pearl hanya diam dan tidak berkata apa-apa tidak lama Theo merasa agak parah bercandaanya, Theo merangkul Pearl.


“Maaf ya sayang kamu marah ya,” ucap Theo.


“Tidak kok, ngapain aku marah tenang aja aku tidak marah cuman lagi merenungkan waktu pacaran, kayakanya aku cuek banget sama kamu terus aku jadi pengen punya anak perempuan,” kata Pearl.


Theo yang mendengar hanya senyum sontak batuk, Pearl melihat ke arah Theo seraya dia ingin dan juga kaget.


“Sayang sebenarnya aku bercanda sih tapi kalau kamu serius, aku jadi senang,” ucap Theo.


“Aku benaran kalau kamu bercanda aku serius sayang,” jawab Pearl.


Theo hanya diam sembari melihat ke arah lain, Pearl menarik muka Theo sampai akhirnya Pearl mengecup Theo.


“Kamu tidak mau punya anak perempuan ya,” kata Pearl.


“Asal sama kamu aku mau sayang,” jawab Theo.


“Sekarang kamu mau kemana,” ucap Theo.


“Kamu mengalihkan ya,” jaawab Pearl.


“Tidak kok, kalau mau anak perempuan kita bahagia dulu nanti baru buat ok sayang,” kata Theo.


“Bicara enak emang adonan,” ucap Pearl.


Theo tertawa bersama Pearl, sedangkan itu mereka berdua terus jalan ke depan tidak lama, sampai di depan akhirnya malam tiba sembari menunggu supir mereka jalan-jalan ke taman.


“Pearl, boleh aku nanya,” tanya Theo.


“Kamu mau nanya apa sayang,” ucap Pearl.


“Kenapa tiba-tiba kamu kepikiran mau punya anak perempuan?” ujar Theo.


“Kenapa kamu tidak suka, jawabannya sederhana sih biar bisa temanin aku main, kenapa emang,” ucap Pearl.


Theo hanya tersenyum mendengar alasanya, walau alasanya seperti anak kecil tapi Theo senang mendengarnya, tidak lama mobil mereka sampai.

__ADS_1


“Ayo kita lanjut bicara di mobil aja,” ucap Theo.


Pearl hanya diam dan tidak berkata apa-apa, tidak lama setelah di dalam mobil mereka sembari melihat pemandangan dari luar jendela.


“Oh ya Pearl,” ucap Theo.


“Hmm ada apa sayang,” ujar Pearl.


“Tidak apa-apa sih, aku lagi mikir aja,” kata Theo.


“Mikir apa sih, mikir terus perasaan cepat tua loh entar mikir mulu tidak capek apa mikir terus, aku aja capek dengar kamu bicara mikir dan mikir,” pekik Pearl.


Theo tersenyum dan senang aja kalau buat Pearl marah akhirnya Theo merangkul Pearl sembari mengecup pipi Pearl.


“Iyaudah ya deh aku minta maaf aku tidak bakal bicra gitu lagi janji ya sayang, maafin dong jangan marah terus kalau marah terus aku yang bingung harus gimana,” ucap Theo.


“Iya,” jawab Pearl.


Sampai dirumah kedua anaknya hanya diam tidak berakata apa-apa, orangtuanya merasa tidak enak dengan mereka.


“Sayangnya mama udah pada makan,” ucap mama Pearl.


“Udah ma,” jawab keduanya.


Pearl bingung ada apa dengan mereka sontak menaruh tas lalu melihat ke arah mereka, apa anaknya marah kepada Pearl.


“Kalian marah ya sama mama? Jangan dong, nanti mama pergi sama kalian juga deh ber4 sama papa gimana?” tanya mama Pearl.


Kedua anaknya hanya diam dan pergi dari hadapan Pearl, Pearl masih tidak ngerti ada apa sampai akhirnya ke kamar mereka lalu menanya.


“Ivano sayang ada apa? Cerita dong mama salah ya kalian marah ya,” tanya mama Pearl.


Ivano hanya diam sembari mengeleng kepala tidak lama Pearl mendekap Ivano, setelah mendekap Ivano hanya senyum.


“Mama kenapa sih ma,” ucap Ivano.


“Kamu marah ya sama mama, mama tidak mau kalau kamu marah sayang,” jelas mama Pearl.


“Tidak kok tidak marah, aku lagi capek benaran,” ujar Ivano.


Pearl tetap merasa dirinya salah sedangkan kedua anakanya sudah tau hanya ingin mengerjai mamanya aja, biar mamanya sejauh apa perbuatannya.

__ADS_1


__ADS_2