
"Kamu udah bangun sayang?" tanya Pearl kepada Theo.
"Iya udah ini, kenapa sayang," jawab Theo dengan gugup.
Pearl bingung ada apa dengan muka Theo, sontak Pearl mendekatkan dahinya di dekat dahi Theo, melihat ke arah muka Theo.
"Sayang, kamu kenapa? kok kayak demam, kamu merasa tidak enak," tanya Pearl dengan nada khawatir kepada Theo.
"Aku tidak apa-apa kok, aku cuman merasa bosan aja tapi untungnya hari ini bisa pulang, jadi aku bisa di rumah itu aja Pearl, jangan terlalu pusing," jawab Theo dengan singkat padat dan jelas kepada Pearl.
"Iyaudah kalau emang kamu merasa begitu, tapi kalau ada keluhan apa-apa kasih tau aku ya," perintah Pearl kepada Theo.
"Kamu udah berani ya perintah-perintah aku emang aku siapanya kamu hah?" tegas Theo kepada Pearl.
Pearl sontak mendekatkan wajahnya ke wajah Theo, Theo hanya diam sembari menatap mata Pearl dengan dalam, Pearl ingin mengecup Theo, Theo menutup mata Pearl hanya senyum dan mengecup pipi Theo.
"Kamu berharapa apa," tutur Pearl kepada Theo.
"Tidak ada kok," jawab Theo dengan menutup rasa malunya kepada Pearl.
Sampai akhirnya Pearl mengecup Theo, Theo terdiam tidak lama dokter datang akhirnya dokter periksa keadaan Theo, saat sudah boleh pulang Pearl bantu Theo beberes, saat di dalam mobil.
"Theo, aku aja yang nyetir ya kamu gak masalah kan, kalau aku yang nyetir," tanya Pearl kepada Theo.
Theo hanya diam dan masih memikirkan yang tadi sedangkan Pearl yang anaknya iseng banget tidak tahan, melihat suaminya sangat lucu sontak Pearl menarik Theo ke hadapannya.
"Theo, kamu kalau tidak bicara aku hukum ini," cetus Pearl kepada Theo.
"Jawab apa, aku lagi mikir tadi tapi lupa yang aku pikirin, jawab Theo kepada Pearl.
Pearl sontak mengecup Theo kembali, Theo hanya diam yang awalnya melotot menjadi lebih kalem dan membalas kecupan tersebut.
__ADS_1
"Theo," panggil Pearl kepada Theo.
"Hmm, apa?" sahut Theo kepada Pearl.
"Kamu pernah benci sama keisengan aku tidak," tanya Pearl kepada Theo.
"Tidak, selama itu bisa buat kamu bahagia kenapa aku harus benci dan aku juga tidak mau benci kamu karena aku sayang kamu," jawab Theo dengan kesungguhan hatinya kepada Pearl.
Pearl yang mendengar itu sontak mendekap Theo dengan erat, Theo hanya diam dan tersenyum terkadang Theo suka merasa bertemu dengan Pearl mungkin takdir, tapi soal perasaan perlu menunggu tidak tau sampai kapan, tapi pasti akan ada.
"Makasih Theo," ungkap Pearl kepada Theo.
Theo tersenyum dan semua menjadi aman serta damai, sampai dirumah orangtua mereka tidak ada dirumah lalu meninggalkan sepucuk surat untuk mereka.
"Sayangnya mama dan papa, kita pergi liburan selama dua bulan semoga nanti kita pulang-pulang udah ada momongan ya kita semua sayang kalian," ucap mama kepada mereka.
Pearl yang membaca itu hanya bisa diam tidak ada tanggapan apapun, sampai akhirnya Theo menghampiri Pearl dengan kondisi masih lelah.
"Tidak kok, ayo aku antar ke kamar," jawab Pearl dengan senyum kepada Theo.
Theo hanya menurut kepada Pearl tidak lama, akhirnya mereka sampai di kamar saat di kamar Theo sontak tidur, Pearl bingung ada apa dengan Theo.
"Theo, kamu tidur? hmm kasian juga sih dia yaudalah biarin aja dia tidur, aku juga mau tidur habis bersih-bersih," gumam Pearl kepada dirinya.
Selesai bersih-bersih Pearl sontak menarik selimut dan tidur bersama Theo, kebesokan paginya Theo bangun lalu melihat ke arah sebelah kananya kaget sekaligus bahagia.
"Eh? ini benaran Pearl, dia cantik banget ya kalau tidur walau aku tau tidak pernah ada aku di hati dia, tapi bisa liat muka dia kayak gini aja buat bahagia, suka tidak paham kenapa gitu," gumam Theo dengan senyum di bibir manisnya.
Pearl bangun sontak menghadap ke arah Theo, Theo hanya diam lalu Pearl mengecup pipi Theo, Theo melihat dengan tidak bisa berkata apa-apa.
"Pagi sayang," panggil Pearl dengan nada yang baru bangun.
__ADS_1
"Pagi, kamu kenapa? tiba-tiba kecup aku di pipi," tanya Theo dengan nada bingung.
"Kenapa, tidak boleh yaudah besok tidak akan aku lakuin lagi kalau kamu emang tidak suka," gerutu Pearl kepada Theo.
Theo merasa bersalah dengan Pearl sontak Theo mengecup kening Pearl sembari mengusap kepala Pearl dengan lembut.
"Maaf, bukan maksud gitu aku hanya kaget aja aku senang cuman tidak biasanya kamu kayak gitu," kata Theo kepada Pearl.
Saat Theo ingin mandi di bantu oleh Pearl, setelah selesai akhirnya Pearl juga bersih-bersih baru siapin makanan untuk Theo.
"Theo, hari ini jangan ke kantor dulu ya kamu istirahat dulu kalau udah sembuh total baru kerja," ucap Pearl kepada Theo.
"Iya aku tau kok ini aku mau rapat lewat laptop," jawab Theo dengan Pearl.
Pearl mengerutkan dahinya tidak lama, akhirnya Pearl menarik laptop Theo, Theo bingung ada apa sontak Pearl mengecup Theo.
"Kalau aku bilang tidak boleh kerja ya tidak boleh kerja, kenapa kamu maksa sih ih kesal!" jerit Pearl kepada Theo.
Theo hanya tersenyum sembari tertawa kecil melihat tingkah Pearl, sampai akhirnya Theo menarik pelan tangan Pearl dan menyelamatkan laptop di tangan Pearl sembari pegang kedua wajah Pearl.
"Sayang, aku ini sakit biasa bukan apa, jadi kamu jangan terlalu khawatir lagian aku bisa kok kerja di rumah tidak perlu kekantor, kalau aku libur yang ada kerjaan aku mangkin numpuk kamu mau mangkin jarang ketemu aku, kalau mau ya tidak apa-apa sih," ujar Theo kepada Pearl dengan nada sedih.
"Iyaudah kalau emang kemauan kamu kayak gitu, tapi aku bantu ya kalau kamu tidak mau aku bantu, aku tidak akan kasih kamu kerja biarin aja aku jarang ketemu kamu daripada kamu pergi sama cewe lain," ketus Pearl kepada Theo dengan nada kesal.
"Duh sayang, aku tidak ada waktu buat suka sama wanita lain kalau udah ada kamu semua wanita akan kalah, jadi tolong ya aku kalau tidak kerja juga tidak enak nanti aku tidak sembuh-sembuh kamu mau aku tidak sembuh-sembuh tidak kan," kata Theo kepada Pearl untuk meyakinkan dirinya.
Pearl hanya menyipitkan mata dan kesal dengan sikap Theo, akhirnya Pearl mengalah setelah mengalah membuat makanan sampai akhirnya, selesai kerja Theo terus bekerja dan Pearl suapin Theo makan selesai makan lanjut kerja kembali, sampai akhirnya Theo makan dengan rutin sembari di temanin obat yang di suruh dokter.
"Sayang, udah malam ayo tidur," ajak Pearl kepada Theo.
Theo hanya diam sembari melihat layar laptop dengan cahaya ruangan gelap, Pearl menyalakan lampu dan Theo bingung kenapa di nyalain lampunya.
__ADS_1