
Tok tok tok.
Pintu kamar kedua orangtuanya setelah itu akhirnya kedua orangtuanya bagun, tidak lama Pearl melihat siapa yang mengetuk.
“Eh sayang, Luis ada apa?” tanya mama Pearl.
Pearl mengendong Luis, ke atas kasur tidak lama Pearl mengecup Luis sembari Luis merapikan rambut mamanya Pearl.
“Mama, Luis ganggu mama ya?” tanya Luis.
“Tidak sayang, ada apa kamu lapar ayo mama buat makanan dulu buat kamu, kakak kamu mana Ivano,” jawab mama Pearl.
“Ini aku lagi di dapur ma,” ucap Ivano.
“Eh sayang, ngapain kamu masak? Emang anak mama bisa masak, wow anak mama udah dewasa ya sekarang,” ujar mama Pearl.
Pearl sembari menyediakan susu untuk Luis, sembari menaruh Luis di bangkunya setelah selesai masak, Ivano dengan percaya diri taro makananya di meja makan.
“Hmm enak ini kayaknya, mama mau coba makan boleh sayang?” tanya mama Pearl.
“Boleh makan aja ma,” ucap Ivano.
Pearl sontak mencoba makanan sampai akhirnya Pearl hanya tersenyum sembari menganggukan kepalanya.
“Gimana ma rasa makanan Ivano,” ucap Ivano.
“Enak, lain kali kamu harus masakin mama juga ya,” ujar mama Pearl.
Ivano bingung padahal dirinya tidak kasih apa-apa emang bisa ya enak, sontak Ivano mencoba makananya sendiri dan merasa mual dan ingin muntah dengan makananya sendiri.
“Haha kenapa sayang?” tanya mama Pearl.
“Mama bohong ya makanan aku tidak enak tapi mama bilang enak,” ucap Ivano.
“Sayang makanan kamu emang tidak enak, tapi mama tidak bohong kalau kamu terus belajar, pasti makanan kamu enak percaya deh sama mama, pelan-pelan ya belajar lagi ayo semangat, sekarang mama yang masakin ya atau kamu mau liat mama masak,” ujar mama Pearl.
“Ok ma,” kata Ivano.
Selesai memberi makanan kepada Luis, Luis hanya diam sedangkan Pearl mengajari Ivano masak, setelah itu tidak lama Theo keluar dari kamar.
__ADS_1
“Loh Luis, ada apa itu mama kamu sama kakak kamu,” tanya papa Theo.
“Itu pa, kakak lagi belajar masak tapi masakanya tidak enak terus minta ajarin mama deh,” ujar Luis.
“Hmm papa kira kenapa kakak kamu,” ucap papa Theo.
Luis hanya tersenyum sontak selesai makan, Ivano mengaduk makanan sendiri, sembari Pearl menghelus kepala Ivano dan mengecup Ivano.
“Nah, cobain masakan Ivano,” ucap mama Pearl.
“Bukan, itu masakan mama aku tidak bisa masak,” ujar Ivano.
“Ivano, dengar apa yang mama bicarain semua butuh proses jadi kamu harus, belajar dari proses semua tidak ada yang langsung sayang, umur aja proses apalagi masak benar tidak,” kata Pearl.
Ivano hanya menganggukan kepala Pearl sembari menghelus kepalanya tidak lama mengecup kepala Ivano.
“Sayang, ayo makan,” ajak Pearl kepada Theo.
“Iya,” jawab Theo.
Setelah bersama di meja makan Ivano hanya diam dan meresapi makanan yang ada, Pearl hanya tersenyum melihat tingkah Ivano, sembari membisik kepada Theo.
“Apa istriku yang cantik,” jawab Theo.
“Kamu liat deh itu penerus kamu, cara dia sama banget kayak kamu, calon udah gede kayak kamu ini mah,” ujar Pearl.
“Hmm bagus dong kamu senang dong, kalau dia kayak aku,” ejek Theo.
Pearl hanya mengeleng kepala sembari makan, selesai makan akhirnya Ivano menaruh piringnya ke dapur dan mencuci piring.
“Yaampun rajin banget anak mama yang ganteng, makasih ya sayang,” kata mama Pearl.
“Sini ma, biar kau cuciin piringnya,” jawab Ivano.
“Tidak usah sayang tidak apa-apa nanti mama sendiri aja, nanti kamu telat loh ke sekolah kamu bareng papa kamu aja ya, nanti mama minta supir buat antar kamu ok sayang,” ucap mama Pearl.
“Iya ma, Ivano maunya mama yang antar tidak mau papa,” tegas Ivano.
Pearl hanya tersenyum sembari menghelus pelan kepala Ivano dan mendekap kedua tangan Ivano melihat ke arah Ivano.
__ADS_1
“Sayang, anak mama dengarin ya pulang sekolah mama jemput, gimana sekalian kita makan eskrim, mama janji mama belum mandi sayang, mama malu nanti kalau mama di hina orang gimana,” ejek mama Pearl.
“Tidak ada yang boleh ejek mama aku, mama aku itu mau mandi dan tidak mandi juga tetap cantik, mama mana pernah jelek di mata aku dan papa ya kan pa,” tegas Ivano.
Theo hanya menganggukan kepala sontak Pearl meyakinkan Ivano, agar Ivano mengerti maksud mamanya, tidak lama Ivano mengerti.
“Maaf ya ma, kalau Ivano terlalu maksa mama, pasti mama tidak suka punya anak kayak Ivano, Ivano tau kok ma kalau gitu Ivano pergi aja ma,” ucap Ivano.
Pearl menarik lembut tangan Ivano, Pearl mendekap Ivano dengan perasaan bersalah, sampai akhirnya Ivano menanggis Pearl sontak buru-buru mandi, Theo hanya mengeleng kepala.
“Ivano, kamu itu ya parah banget kalau bercandain mama kamu, udah tau mama kamu tipe serius dia itu hanya lemah sama kalian, kalau sama papa mah dia masih bisa tolak,” ucap papa Theo.
Pearl keluar dengan rapi sontak membawa Luis, mengecup pipi Theo dan mengandeng tangan Ivano, Theo yang merasa jadi papa hanya bisa diam dan ketawa sembari melihat ke arah jendela.
“Antar ibu ya, jangan biar ibu kecapean kalau ibu mau apa beliin semuanya,” perintah Theo.
“Baik tuan,” kata pengawal sekaligus supir pribadi setia Theo.
Sampai di lobi mobil pengawal pribadi Theo menghadang mereka, sembari itu Pearl bingung ada apa dan sontak menanya.
“Ada apa pak?” tanya Pearl.
“Ibu, hari ini tuan suruh saya ngantar ibu kemana aja, tuan pergi sendiri karena tidak terlalu penting di perusahaan jadi tuan memberi saya kewajiban menjaga ibu,” ucap pengawal.
Pearl merasa tidak enak sampai akhirnya mempersingkat waktu setelah itu mengantar Ivano ke sekolah, sampai di sekolah Pearl hanya tersenyum kepada Ivano.
“Sayang, belajar yang benar ya guru bicara apa di dengar jangan diam aja sama ngegodain wanita,” ejek mama Pearl.
“Tidak ada wanita yang aku suka,” ucap Ivano.
“Hah? Jangan dong sayang jangan-jangan ka-” tutur mama Pearl.
“Tidak ma, aku mau cari wanita yang sebaik mama dan menurut aku belum ada, jadi mama berhenti jangan suruh aku cari perempuan, bagi aku perempuan paling baik itu mama belum ada yang bisa ganti posisi mama,” tegas Ivano.
Pearl sontak mendekap Ivano dengan erat, tidak lama Pearl hanya tersenyum mengecup kening Ivano, Ivano keluar dari mobil Pearl, sontak Pearl pulang kerumah sembari ada kafe kue kesukaanya, setelah itu Pearl membawa Luis turun.
“Sayang, mau kue apa?” tanya mama Pearl.
Luis hanya menujuk semua kue yang dia mau, tidak lama Pearl hanya tersenyum semua orang melihat ke arah Pearl, Pearl hanya diam setelah diam akhirnya selesai beli untuk semua orang rumah akhirnya sampai rumah juga.
__ADS_1