Dj Kesayanganku

Dj Kesayanganku
DJK PART 43


__ADS_3

Pearl bebas dari Theo, tidak lama orangtua Theo datang, sontak saat Pearl ingin mendekat di tampar oleh mama Theo, Pearl hanya diam.


"Mama, kenapa tampar Pearl? Pearl ada salah apa," tanya Pearl.


"Kamu masih nanya salah kamu apa! kenapa kamu tidak bilang kalau pekerjaan lama kamu jadi DJ! kalau mama tau kamu kerja begitu, mama tidak akan biarin kamu nikah sama Theo, kamu hanya bisa mempermalukan keluarga dan tidak tau cara membalas budi!" teriak mama Theo.


"Dulu emang aku kerja sebagai DJ ma, tapi sekarang aku udah gak kerja itu aku juga udah punya perusahaan sendiri, kenapa mama semarah itu sama aku," ucap Pearl.


"Sampai Theo perusahaanya kenapa-kenapa mama akan suruh kalian berpisah, hak anak akan jatuh ke Theo, mama tidak mau tau! mama malu punya menantu kayak kamu," ketus mama kepada Pearl.


Papa mencoba menenangkan mama, tidak lama Theo selesai rapat Theo keluar dari ruanganya dan turun kebawah sembari melihat wajah Pearl yang merah.


"Sayang, wajah kamu kenapa? ada apa sih ini kenapa Pearl di tampar kayak gini!" teriak Theo.


"Theo, kamu harus sadar siapa yang kamu teriakin, mama ini mama kandung kamu, kenapa kamu bisa menikahi istri yang mencela keluarga kita, kalau mama tau dia adalah DJ, mama tidak akan setuju kamu nikah sama dia orangtua sama anak sama aja! sama-sama tidak tau malu," pekik mama Theo.


"Ma! cukup mama tidak perlu marahin Pearl seperti itu, aku udah tau dan aku ketemu Pearl di sanah emang kenapa kalau dia DJ, emang dia tidak boleh ada cela dia juga manusia ma dia juga tidak sempurna, sama kayak aku, aku juga tidak sempurna dulu malah aku pemilik bar, kenapa mama tidak marah dan bilang aku mencemar nama keluarga!" jerit Theo.


Mama merasa kesal dengan Theo sontak mama menampar Theo, Pearl hanya diam dan merasa kasihan kepada Theo, tidak lama mama merasa menyesal akan perbuatanya.


"Makasih ma, udah besarin Theo dan selalu beri Theo hidup enak Theo permisi," tutur Theo.


Theo mendekap tangan Pearl dengan erat sembari jalan ke arah kamar, sembari itu Pearl mengobati luka di wajah Theo, sontak Theo hanya tersenyum kepada Pearl sembari menghalus wajah Pearl yang di tampar mama dan mengecup pipi Pearl.


"Sayang, kamu cuman mikirin aku emang kamu tidak sadar kalau luka kamu lebih parah dari aku," ucap Theo.


"Hmm, luka aku kecil kok ini udah biasa lagian aku juga udah kebal sama rasa sakitnya, tapi liat kamu terluka karena aku, aku ngerasa jahat tidak bisa lindungin kamu, maafin aku ya sayangku," ujar Pearl.


"Kamu bicara apa sih, aku harusnya lebih cepat lindungin kamu bukan malah fokus sama rapat, kayaknya kita harus pindah negara biar orangtua aku tidak semangkin bertindak jauh dengan kamu," kata Theo.


"Aku ikut kamu aja suamiku," ungkap Pearl.

__ADS_1


Theo mendekap Pearl, tidak lama Pearl meras tenang saat di dekap oleh Theo, balik ke Andi dan Rachel yang sibuk menjaga anak.


"Sayang, aku capek," ucap Andi.


"Ayo semangat kan kamu papanya Valen, katanya tidak mau terlihat lemah di depan Valen," ujar Rachel.


"Hmm tega kamu sama aku, padahal kamu sendiri yang bilang aku boleh terlihat lemah sekarang kamu malah hukum aku, emang ya perkataan wanita suka berubah," kata Andi.


"Jadi kamu kesal sama aku gitu," ucap Rachel.


Andi terdiam tidak lama akhirnya ada telepon dari kantor, Rachel hanya mengelindingkan matanya ke arah atas hingga ke bawah, selesai telepon pekerjaan Valen terus melihat ke Andi.


"Iyaampun, kenapa sih anak papa lucu banget gemes, ikut papa kerja ayo biar papa semangat kerja," tutur Andi.


"Enak aja, kalau dia ikut kamu, aku sama siapa? ngaco kalau bicara," ujar Rachel.


"Cie sayang, mama kamu cemburu sama kamu parah banget ya mama kamu, ada-ada aja," ucap Andi.


"Sayang, kamu kenapa? aku cuman bercanda," tanya Andi.


"Makanya jangan main-main sama bercandaan tidak lucu dan kalau di balas itu harusnya balas jangan diam aja," ucap Rachel.


Andi menaruh Valen di tampat tidurnya sontak Andi menahan tangan Rachel dan membalas kecupan barusan, seketika mereka berdua tersenyum.


"Sayang," panggil Andi.


"Apa?" jawab Rachel.


"Mau makan," ucap Andi.


"Ok, bentar ya," sahut Rachel.

__ADS_1


Andi hanya menurut kepda Rachel, tidak lama ada yang mengetuk pintu, keduanya bingung siapa sontak Andi membuka pintu tiba-tiba ada yang mendekap Andi.


Rachel merasa bingung mengapa Andi tidak balik-balik sampai akhirnya, Rachel keluar di tengah masak dan kaget saat melihat.


"Mama, Papa kenapa ada di sini, kok bisa ketemuin kita kan kita tidak pernah kontakan lama," ujar Rachel.


Rachel mengambil tongkat baseball dan menghayau ke arah mereka, Andi bingung ada apa sontak dengan berat hati, Andi meminta orangtuanya pulang, tidak lama setelah pulang Rachel merasa depresi dalam dekapan Andi.


"Sayang, semenjak orangtua kamu datang, kenapa kamu jadi pendiam gini sih, tidak ada yang mau kamu ceritain ke aku," tutur Andi.


Rachel hanya mengeleng kepala dan terus menanggis tanpa ada perkataan sepatah katapun dari mulut Rachel yang keluar, sampai akhirnya Andi memasak untuk mereka semua kecuali Valen yang masih minum air susu.


"Sayang, ayo makan," ajak Andi kepada Rachel.


Rachel terus menanggis dan tidak mau berkata apa-apa Andi, merasa khawatir dengan kondisi Rachel, sampai akhirnya Andi bikin theater kecil dirumah untuk menghibur Rachel sembari makan malam romantis yang di buat Andi.


"Sayang, ayo kita nonton dan makan sembari kencan malam dengan masakan ala Andi, semoga kamu suka ya," kata Andi.


Rachel hanya tersenyum sontak merasa senang dengan memiliki Andi dalam hidupnya, tidak lama akhirnya mereka makan bersama selama menikmati film yang di putar Andi.


Setelah selesai akhrinya Rachel tidur, Andi mengendong Rachel ke kamar dan meletakan di atas kasur untuk tidur, sontak Andi mengecup kening Rachel.


"Malam istriku yang cantik," tutur Andi.


Andi memberi susu kepada Valen, setelah selesai akhirnya Andi pergi tidur, untuknya memiliki anak yang baik dan penurut seperti Valen, tidak lama akhirnya balik ke Pearl dan juga Theo.


"Sayang gimana, mama dan papa kamu udah benci aku, aku harus gimana sayang," ujar Pearl.


"Udah sayang tidak usah terlalu di peduliin lagi mama dan papa aku kalau  marah cepat lewat kok jadi kamu jangan pusingin ya," ucap Theo.


Theo hanya diam tidak lama akhirnya Theo mendekap Pearl dan membawa Ivano keluar dari rumah sontak pindah negara di mana, tidak di ketahui oleh orangtuanya Theo, sedangkan perusahan Theo masih di urus dari jarak jauh, sementara perusahaan Andi yang handle di bantu oleh Rachel, Pearl berharap banyak dari mereka, Pearl mencoba lagi buka usaha baru di negara lain.

__ADS_1


__ADS_2