Dj Kesayanganku

Dj Kesayanganku
DJK PART 61


__ADS_3

“Sayang, aku bawa makanan kesukaan kamu ini kue kesukaan siapa ya,” tanya Theo.


Pearl tetap diam melihat jendela tanpa adanya reaksi apapun, Theo yang melihat itu merasa sakitnya Pearl.


“Sayang,” ucap Theo.


Pearl tidak peduli sedangkan Ivano dan juga Luis hanya diam dan tidak lama mengetuk pintu orangtuanya dan masuk ke kamar orangtuanya.


“Mama, mama kenapa?” tanya Ivano.


“Mama tidak apa-apa sayang, maafin mama udah cuekin kalian ya, kalian pasti marah ya sama mama,” ucap mama Pearl.


“Mama bicara apa sih, justru kita khawatir sama mama, apa karena kemarin antar Ivano, mama ketemu sama orang jahat jadi mama begitu,” tutur Ivano.


Pearl mengingat kejadian itu sontak teriak tanpa berkata apa-apa, Theo meminta Ivano membawa Luis keluar dari kamar orangtuanya, sontak Ivano merasa sedih melihat mamanya, Luis membawa Ivano ke kamarnya.


“Ka, kaka di sini aja biar tidak dengar mama teriak dan kakak harus ingat, mama begitu bukan karena kakak tapi karena mama emang lagi ada masalah yang tidak bisa dia ceritain ke kita, kakak jangan anggap ini salah kakak ya,” ungkap Luis.


“Tapi kakak merasa itu salah kakak, gara-gara kakak bicara gitu mama langsung teriak kalau bukan salah kakak terus salah siapa dong Luis?” tanya Ivano.


Luis sontak mendekap Ivano dengan erat, Ivano hanya diam dan membalas dekapan tersebut dengan menghela nafas.


“Ka, tenang ya aku tau kakak juga merasa bersalah, tapi Luis yakin bukan salah kakak kok,” ucap Luis.


“Makasih ya adik, kamu selalu baik sama kakak, tapi kakak selalu merasa tidak percaya diri pas kamu bicara kayak gitu,” jawab Ivano.


“Tidak apa-apa aku dan papa sayang kakak kok, mama kasih waktu aja kak, aku yakin mama akan berubah kok papa selalu pintar cara mengubah mama menjadi baik lagi,” tegas Luis.


Ivano hanya senyum mendengar Luis dan tumbuh menjadi adik yang baik walau dirinya masih kecil, tapi selalu perhatian dengan kakanya.


Handphone Ivano berdering dari Katy, Ivano mengelindingkan bola matanya seraya kesal mendapat pesan dari wanita ini.


“Ivano! Kerjain tugas gua ya, awas aja tidak lu kerjain gua bilang ke guru kalau lu pelit!” pekik Katy.


“Iyaudah bilang aja emang gua takut, oh ya dan satu lagi gua sendiri jadi lu tidak perlu pusing buat mau satu kelompok sama gua, karena gua juga tidak mau sekelompok sama lu bye!” ketus Ivano.

__ADS_1


Katy merasa kesal dengan jawaban ketus Ivano, tidak lama Brollan mendekati Katy yang lagi marah kepada Ivano.


“Sayang, kamu kenapa?” tanya Brollan.


“Apaan sih sayang-sayang gua tidak sayang lu dan gua tidak pernah anggap lu sebagai pria gua!” ketus Katy.


Brollan menyukai Katy, tapi Katy sama sekali tidak suka sama siapapun baginya menyukai hanyalah hal yang tidak berguna.


“Katy, lu mau kapan ada cowo kalau sikap lu gitu?” tanya Brollan.


“Emang gua minta saran lu, tidak kan? Tidak usah sok kenal gua deh,” ucap Katy.


Katy sontak pergi dari hadapan Brollan baginya, selain menganggu tidak jelas juga jadi lebih baik dirinya pergi, tanpa ada kata-kata yang harus di bicarakan.


Sampai dirumah Katy melempar dirinya ke kasur, sontak berpikir lagi apa Ivano benaran tidak kerjain tugas ya, lalu gimana dengan nilai Katy, terpaksa dengan berat hati Katy mengirim kerjaanya ke Ivano, Ivano hanya senyum dan membawa tugasnya.


“Ma, Ivano ke sekolah ya,” ucap Ivano.


Pearl hanya diam sontak Ivano jalan ke arah mamanya dan mengecup pipi mamanya, Ivano menahan nangis depan mamanya, Pearl menahan tangan Ivano dan mendekap Ivano dengan erat.


“Iya sayang, hati-hati ya maaf mama tidak bisa nganterin kamu sekolah yang benar ya, kalau ada apa-apa kasih tau mama, dan jangan pernah takut sama orang yang jahat sama kamu ok sayang,” ujar mama Pearl.


Pearl tersenyum kepada Ivano sembari menghelus kepala Ivano, Ivano yang melihat sikap mamanya membuat dirinya senang tidak lama sampai di sekolah.


“Ivano!” panggil Katy.


Saat Ivano melihat ke arah yang memanggilnya, tidak lama Wendy merangkul Ivano dan Ivano tersenyum sembari jalan ke kelas.


Katy merasa kesal dengan Ivano, walau Ivano cuek tapi entah mengapa parasnya tidak pernah luntur dari pikiran Katy.


“Semuanya ayo mari keluarin tugas kalian dan maju bersama kelompok kalian berdua-dua ya,” ucap guru.


Katy hanya diam, tidak lama Katy menghampiri Ivano dan Ivano hanya diam tanpa berkata apa-apa, Katy yang merasa di cuekin lalu Ivano melihat Katy.


“Ada perlu apa, sampai berhenti di tempat gua?” tanya Ivano.

__ADS_1


“Tugas gua udah lu dapat kan,” ucap Katy.


“Oh lu ada kerjain, yaudah kalau gitu ayo maju tunggu aplagi,” ujar Ivano.


Katy merasa jantungnya hampir copot ketika dekat dengan Ivano, tidak lama mereka berdua maju ke depan Ivano membicarakan tugas bagian dirinya, sedangkan Katy merasa gugup ketika di depan banyak orang, Ivano yang paham membantu Katy.


“Katy, bagian lu,” ucap Ivano.


Katy hanya diam dan menurut sembari Ivano menyemangatinya, tidak lama setelah selesai baca akhirnya Katy bisa melewati tugasnya dengan baik Katy merasa puas dengan hasil kerja kerasnya begitu juga Ivano yang memberi jempol kepada Katy.


“Makasih Ivano,” ujar Katy.


Selesai kelas Katy ingin pergi makan bersama Ivano tapi keduluan Wendy, Katy merasa kesal dengan Wendy tapi walau bagaimanapun itu sahabatnya.


“Sayang,” kata Brollan.


“Brollan bisa tidak sih lu tidak dekat-dekat gua, gua eneg banget sumpah sama lu!” pekik Katy.


“Gua tau kok, lu suka kan sama Ivano,” ucap Brollan.


Katy hanya diam mendorong Brollan, sembari pergi tidak lama Katy ke kantin dan beli makan, berbarengan pesanya bersama Ivano, mereka sontak saling melihat.


“Eh lu, kemana aja baru makan?” kata Ivano.


“Ada urusan baru bisa makan sekarang,” jawab Katy.


“Oh yaudah gua duluan ya, bye,” ucap Ivano.


“Ok, bye,” sahut Katy.


Katy merasa senang bisa berbicara dengan Ivano walau cuman sebentar rasanya seperti lama, tidak lama akhirnya mereka hanya diam Katy dan Ivano duduk di tempat berbeda, Wendy pergi meninggalkan Ivano.


Ivano merasa kasihan kepada Katy sontak duduk di depan Katy, Katy melihat ke arah depan ternyata Ivano, tetap biasa aja walau dalam hati senang banget ada Ivano di depannya.


“Lu kenapa duduk sendiri, Brollan mana?” tanya Ivano agar situasi tidak canggung.

__ADS_1


“Tidak tau dia kemana, bukan urusan gua juga, gua juga tidak minta dia selalu temanin gua kok,” ujar Katy.


Ivano hanya tertawa tidak lama Katy merasa senang Ivano cuman bisa ketawa di depanya, Katy tetap biasa aja dalam senang.


__ADS_2