
"Tuan, gimana dengan Ibu Pearl," tanya pengawal kepada Theo.
"Biarin aja suka-suka dia kalau misalnya dia mau pulang, dia akan pulang tidak perlu maksa dia saya mau buktiin ke dia kalau saya selalu bisa mempertahankan apapun yang udah jadi milik saya," tegas Theo kepada pengawal.
Pengawal hanya diam dan senyum melihat sikap Theo, begitu dengan Pearl dengan begitu mereka semua bisa sukses bersama, tanpa ada yang saling menahan satu sama lain.
Andi keluar dari kamarnya sontak Pearl mendekap Andi dengan erat mengeluarkan air mata, tidak lama Andi menyeka air mata Pearl.
"Pearl yang sabar ya, lu itu orang baik orang baik tidak mungkin di sakitin kuncinya harus sabar, kalau tidak sabar tidak ngerti lagi harus gimana," ucap Andi dengan bercandaanya.
Pearl tertawa mendengar kalimat Andi tidak lama, akhirnya mereka tidur kebesokan paginnya Pearl memasak apa adanya tidak lama Theo benar-benar tidak datang dan Pearl merasa bebas sejenak.
Andi bangun dari tempat tidurnya dan sudah bersih-bersih, Pearl yang melihat itu senang tidak lama akhirnya mereka makan bersama di meja makan.
"Pearl," panggil Andi kepada dirinya.
"Apa?" tanya Pearl tengah makan.
"Lu benaran tidak apa-apa, baik-baik aja kan atau ada yang tidak bisa lu sampain," ucap Andi kepada Pearl.
"Lu lagi bahas apa sih, gua itu tidak apa-apa gua cuman lagi makan, makanan kesukaan gua emang ada apa," kata Pearl kepada Andi.
Andi sontak senyum kepada Pearl, tidak lama akhirnya mereka diam aja dan setelah diam mereka selesai makan lalu pergi ke perusahaan kecil Pearl yang baru di buka Pearl dari hasil djnya.
"Gua harap usaha lu lancar terus ya, banyak yang beli biar semangkin banyak model barunya," tutur Andi kepada Pearl.
"Iya makasih ya lu tau aja kalau gua berharap kayak gitu," ucap Pearl kepada Andi.
"Iya semua orang kan gitu harapanya mana ada harapan yang jelek-jelek ya kan," kata Andi kepada Pearl.
Pearl sembari mengecek barang-barang yang kosong sedangkan itu Pearl tidak sengaja melihat ada Theo, Theo lewat begitu saja tanpa masuk ke dalam perusahaan baju Pearl.
__ADS_1
Pearl hanya tersenyum dan merasa Theo adalah motivasinya sebagai pengusaha muda, kadang suami keras kepalanya itu ada sisi baiknya tanpa dia sadari terkadang juga Pearl juga merasa rindu hanya gengsi untuk jujur kepada Theo.
"Pearl," panggil Andi kepada Pearl
"Hmm apa?" jawab Pearl dengan kaget kepada Andi.
"Ayo cek di sana juga," ucap Andi kepada Pearl sembari merangkul.
Pearl mengikuti Andi untuk cek beberapa barang, tidak lama Theo berhenti lagi di perusahaan istrinya sontak, Theo tersenyum dan bangga atas pencapaian istrinya.
"Pak Theo, ini perusahaan Ibu Pearl apa bapak tidak mau invest dalam perusahaan Ibu Pearl," tanya pengawal kepada Theo.
"Tidak perlu, saya tau istri saya orang hebat kapapun dia minta tolong saya pasti akan saya bantu, selama dia tidak minta tolong saya tidak perlu turun tangan kalau begitu kita urus rapat siang ini, saya mau mampir sebentar ke perusahaan istri saya nanti," ucap Theo kepada pengawalnya.
Pengawalnya hanya diam dan nurut pada perkataan Theo, tidak lama akhirnya mereka hanya diam selesai semuanya handphone Pearl berdering.
"Pearl, ada apa?" tanya Andi dengan nada gelisah.
Andi hanya diam dan sepertinya tau apa alasnaya sontak tidak ingin membahas, biar Pearl aja yang bahas bagi Andi, tidak semuanya harus di bahas.
"Loh, Theo kok ada lu kenapa lu di sini?" tanya Andi kepada Theo.
"Tidak, cuman mau liat-liat Pearl mana," jawab Theo dengan nada bingung kepada Andi.
"Pergi ada urusan kalau mau gua telepon," kata Andi kepada Theo.
Theo hanya mengeleng kepala sontak pergi dari hadapan Andi, saat keluar handphone Theo berdering sembari Theo mengangkat telepon dari Pearl.
"Halo Pearl, ada apa?" tanya Theo kepada Pearl.
"Ketemuin aku di alamat ini sekarang ya," ucap Pearl kepada Theo.
__ADS_1
Theo sontak pergi ke tempat yang sudah di kirim alamat pada Pearl, setelah sampai akhirnya Theo hanya diam dan bingung ada apa.
Setelah sampai Theo sontak menghampiri Pearl tidak ada perasaan yang romantis, hanya saja Theo menghargai kemauan Pearl.
"Kok kamu datang tidak peluk aku sih?" tanya Pearl kepada Theo.
Theo melihat ke arah Pearl sontak mengerutkan dahi dan menaiki alisnya, Pearl merasa kecewa kirain di ajak ketemu masih bisa berubah ternyata tetap jadi patung.
"Hmm, maaf aku tidak tau kalau kamu mau di peluk takutnya kalau aku peluk kamu merasa tidak nyaman, lain kali aku akan inisiatif itupun kalau mood kamu lagi baik," tegas Theo kepada Pearl.
"Tidak asik aku kira kamu bisa berubah ternyata tetap sama kayak patung," tutur Pearl kepada Theo.
Theo bangkit dari kursinya sembari jalan ke arah Pearl sontak mendekap Pearl, Pearl hanya diam terkejut dengan tingkah Theo kepadanya.
"Maaf kalau aku tidak insiatif bisa di undang kamu makan bareng aja aku udah senang, aku sadar aku banyak sakitin kamu makannya aku tidak mau ambil langkah terlalu jauh takut mangkin nyakitin kamu," kata Theo dengan nada lembut.
Pearl merasa suara lembut Theo kadang adalah hal yang selalu suka dia dengar, andai aja Theo bisa begitu terus pasti Pearl bisa nurut dan luluh kepada Theo.
"Tidak apa-apa kok aku cuman hanya bercanada aja sama kamu udah duduk sana," ucap Pearl dengan nada takut kepada Theo.
Theo sontak duduk kepada Pearl menurut seperti, membuat Pearl merasa gemes dengan tingkah laku Theo, rasanya ingin menjadikan Theo seperti bonekanya.
"Oh ya, perusahaan kamu gimana Pearl," tanya Theo sembari makan.
"Baik-baik aja kok, ada apa kamu mau datang," jawab Pearl dengan melihat ke arah Theo.
"Hmm aku tadi ke sana, tapi kamu tidak ada eh tidak lama kamu kirim pesan ke aku untuk datang ke sini," kata Theo terhadap Pearl.
"Oh ya, aku ada urusan aja makanya ajak kamu ke sini sekalian aku pikir kamu tidak bisa, jadi aku iseng aja ajak kamu," ungkap Pearl dengan selesai makan.
Theo yang hampir selesai makan sontak berhenti dengan perkataan Pearl, tidak lama akhirnya Theo bangkit dari kursinya dan jalan ke arah Pearl sembari menatap Pearl dengan jarak dekat.
__ADS_1
Pearl yang ditatap begitu dengan Theo hanya bisa diam sembari, membalas balik tatapn Theo, Theo mengecup Pearl lalu Pearl hanya membalas kecupan tersebut.