
Lagi belajar apa sih? Dari tadi serius banget muka lu?”
“Ini loh kuis buat nanti siang, emang lu tidak belajar?”
“Tidak, mana coba liat belajar bareng ayo.”
Alice mendekatkan bukunya kepada Luis, Luis belajar bersama dengan Alice, Alice hanya diam tidak lama Luis melihat ke arah Alice.
“Lu udah bisa?”
“Tidak, susah ini yang bagian ini.”
Luis mendadak lebih dekat kepada Alice, Alice yang tau hanya diam tidak bisa berbuat apa-apa, tidak lama Alice merasakan ada hal yang aneh kepada dirinya.
“Makasih Alice, gua mau tidur aja ngantuk.”
“Lah, lu tidak belajar? Nanti kalau kuis lu jelek gimana?”
“Lu khawatir sama gua apa nilai gua? Udah tenang aja tidak usah pikirin gua, gue mah orangnya gampang lu pikirin diri lu aja ok.”
Luis mengusap kepala Alice,Alice merasa lebih tenang dan nyaman ketika Luis melakukan hal itu kepadanya ada apa ya, padahal dirinya sudah ada pacar, tapi tetap aja kaya ada yang kurang.
“Alice gua mau tidur, kalau ada dosen bangunin ya makasih.”
Kuis di mulai akhirnya dosen datang dan Alice melihat ke arah Luis yang masih tidur, tidak lama Alice berinisiatif membangunkan Luis, Luis tetap tidak mau bangun saat muka Alice berdekatan dengan Luis pas banget Luis mau gerak, Alice mengecup pipi Luis.
Alice sontak menutup mulutnya, Luis hanya diam dan memerah tidak lama kuis di mulai, sepanjang kuis mereka hanya diam saling tidak fokus satu sama lain, selesai kuis.
“Luis tunggu, gua mau bicara sama lu.”
“Soal apa Alice?”
Alice menarik tangan Luis dan melihat ke arah Luis, Luis hanya diam melihat ke arah lain, Alice mendekap kedua pipi Luis ke arahnya dan Luis mencoba melepaskan dengan lembut.
“Apa sih Alice, bicara aja emang perlu saling tatap apa, malu tau kalau dilihat orang lain gimana?”
“Lu bisa malu kalau dilihat orang, oh ya gua mau bicara sama lu.”
“Soal apa Alice?”
“Soal tadi, gua tidak sengaja.”
Luis sontak memerah kedua kupingnya dan merasa suhu tubuhnya menjadi hangat, Alice mendekati wajahnya ke arah Luis.
“Luis, lu sakit? Mau ke uks tidak?”
“Tidak perlu gua tidak apa-apa kok, tenang aja gua anak yang kuat, jadi jangan pusing gua ok.”
“Sok kuat lu!”
__ADS_1
Alice ketawa-ketawa sama Luis, sedangkan handphone Alice terus berdering dari Ivano, tapi Alice tidak peduli sampai akhirnya, mereka pergi ke kantin.
“Ayo makan, kalau lu emang tidak sakit.”
“Ayo mau makan apa?”
Luis dan Alice pergi ke kantin, setelah selesai beli makan akhirnya Alice cek handphonenya dan banyak banget telepon dari Ivano.
“Sayang maaf tadi aku ada kuis, aku baru keluar ini baru mau makan, maaf ya sayang nanti aku telepon balik aku mau belajar lagi,soalnya ada ulangan mendadak bye sayang, aku sayang kamu.”
Ivano belum sempat selesai bicara sudah dipotong oleh Alice, Ivano hanya bisa menghela nafas tidak lama, Ivano mengirim pesan kepada Alice.
“Yaudah semangat ya sayang kuliahnya.”
“Makasih sayang kamu juga semangat kerjanya jangan lupa makan dan jangan lupa mikirin aku, karena aku selalu mikirin kamu sayang.”
Ivano yang mendapat pesan seperti itu dari alice membuatnya senyum seringai, tidak lama akhirnya mereka terdiam setelah diam Luis balik dengan bingung melihat ke arah Alice.
“Alice baik-baik aja kan?”
“Iya gua baik-baik aja kok emang gua kenapa?”
“Tidak apa-apa cuman nanya ayo makan.”
“Lu makan apa?”
Luis melihat ke arah makanan alice, tidak lama Alice hanya senyum kepada Luis, sampai akhirnya mereka makan bersama.
“Eh? Boleh tapi janganlah gua tidak enak nanti lu kurang lagi.”
“Tidak apa-apa ini ayo makan aku suapin cepatan pegal tangan gua.”
Luis juga menurut kepada Alice, Alice ikut senang liat Luis makan banyak setelah selesai itu handphone Luis berdering dari Elina.
“Halo sayang, ada apa?”
“Kamu lagi dimana? Hari ini jadi kan?”
“Jadi dong, ini aku lagi mau ke kelas, kelas terakhir kenapa sayang?”
“Tidak, aku nanya aja ya udah kalau gitu aku pergi dulu ya bye sayang.”
Luis bingung ada apa dengan Elina, tidak lama Alice jalan dengan kilat, sedangkan Luis hanya bingung dan jalan lebih gede langkahnya.
“Hayo mau kemana?”
“Ih curang, lu kok bisa sih kejar gua, padahal gua gamau ganggu lu telepon samapacar lu juga.”
“Yaelah pacar goa pengertian kali, tenang aja dia tidak bakal marha, aman itu.”
__ADS_1
“Enak ya kalau pacar gua cemburuan, gua tidak kabarin dia aja dia marah padahal dia tau gua kemana.”
Luis merangkul Alice ke kelas, sambil bicara tentang metode pacaran sampai di kelas, di meja Luis ada coklat dan juga suratnya.
“Luis, aku udah suka lama sama kamu, kamu mau tidak jadi pacar aku?”
Luis yang membaca itu hanya menaruh di tempat lain, Alice melihat saat ingin mau ambil di tahan oleh Luis, dan mereka saling melihat satu sama lain.
“Jangan di ambil, biarin aja karena gua tidak mau orang ada salah paham sama gua, gua tidak mau kasih orang harapan.”
“Tapi dengan lu buang gitu, lu juga kasih mereka harapan.”
“Tidak Alice, tenang aja selama itu gua yang buang tidak masalah asal bukan lo paham kan? Sudah duduk sana.”
Alice menurut kepada Luis, Alice bingung kenapa perasaan aneh saat di dekat Alice, begitu juga dengan Alice setelah selesai pelajaran Luis pulang jemput Elina, Alice yang lagi cari Luis ditutup matanya dengan Ivano.
“Sayang.”
“Eh Ivano, kamu ada apa jemput aku?”
“Yah aku kangen sama kamu sayang, emang kalau mau jemput bilang dulu ya.”
“Tidak juga sih ayo jalan.”
Ivano merasa ada yang aneh dari Alice tapi tidak tau apa, tidak lama Pearl dan Theo pulang kerumah sesampai dirumah, Pearl bingung kenapa rumah sepi.
“Mami, papi.”
“Sayang, kakak kalian mana?”
“Kak Ivano kerja, kalau kak Luis kuliah.”
“Oh kenapa kamu di tinggal, terus kamu pulang sama siapa?”
Alice bingung mau menjawab apa tapi dirinya juga tidak mau ngerepotin kakak-kakaknya sampai akhirnya Alice berkata kalau dirinya.
“Aku di jemput supir mi, tidak apa-apa kan?”
“Tidak apa-apa sayang, yang penting kamu tidak pualng sendiri.”
“Mami pasti capek tidak mau istirahat dulu mi, biar mami tidak capek.”
“Makasih sayang kamu emang anak mami yang paling peduli sama mami, makasih ya sayang.”
Lia hanya senyum kepada pearl, tidak lama Theo menelpon semua anaknya tapi tidak ada yang jawab, sampai akhirnya sampai dirumah Alice.
“Alice maaf hari ini aku tidak mampir, aku ada urusan lain kali ya bye sayang.”
“Bye.”
__ADS_1
Alice masuk ke dalam rumah sedangkan Ivano merasa Alice semangkin jauh darinya, sampai dirumah Luis udah di marahin sama papanya Ivano yang mau kabur ke tangkap oleh papanya.