Dj Kesayanganku

Dj Kesayanganku
DJK PART 33


__ADS_3

"Jadi ini yang kamu mau, ok aku akan selalu layanin kamu," tegas Theo kepada Pearl.


"Tidak usah bercanda deh tidak lucu, lagian aku udah gak selera sama kamu, kamu mau pulang mau tidak itu urusan kamu bukan urusan aku, jadi tidak usah kepdean banget jadi orang," ucap Pearl kepada Theo.


Theo tersenyum mendengar ucapan Pearl tidak lama akhirnya Pearl hanya mengerutkan dahi kepada Theo, Theo mengecup Pearl.


"Tidak usah macam-macam deh Theo aku sibuk, ini udah telat aku ada urusan kamu jaga diri kamu baik-baik ya bye," tegas Pearl dengan mengerutkan dahinya kepada Theo.


Pearl pergi tanpa di tahan oleh Theo tidak lama akhirnya Pearl terdiam merasa kesal dengan Theo, sebenarnya ada apa dengan Theo kenapa Theo terus melarangnya tanpa berpikir panjang.


Sampai di kantor Pearl dan Andi masih tetap bermusuhan tanpa mengenal satu sama lain, akhirnya keduanya hanya diam selain diam, mereka tidak banyak bicara Andi tidak tahan dengan pertengkaran itu.


"Pearl, kita harus bicara!" jelas Andi kepada Pearl.


"Soal apa? emang ada apa yang bisa kita bahas, kita tidak bisa bahas banyak lagian, gua sama lu cuman teman dan rekan kerja mau bahasa apa, kalau bahas yang penting ayo kalau tidak makasih ya bukan urusan gua juga," ujar Pearl kepada Andi.


"Jangan gitu Pearl, gua tidak tau salah gua apa, gua minta tolong lu kasih tau apa salah gua, kalau lu kasih tau pasti akan gua perbaiki, maaf kalau gua tidak peka kan lu tau gua emang orangnya gitu ayolah, kasih gua kesempatan kan lu sahabat baik gua, ok sayang," ucap Andi kepada Pearl.


Pearl hanya mengerutkan dahinya merasa semua pria itu sama aja dan semuanya suka memuji wanita, tanpa bertanya kepada wanita itu salahnya apa.


"Lu pas gua telepon tidak jawab kenapa? dan kenapa lu matiin handphone lu padahal lagi penting, tapi lu ngerasa gua kayak tidak penting! itu namanya teman? heran teman darimana?" pekik Pearl dengan kesal.


"Soal itu gua minta maaf, gua lagi tidur gua tidak tau apa-apa bahkan lu telepon juga gua tidak tau, mungkin handphone gua habis batrainya soalnya gua lupa chas kadang," tutur Andi dengan muka melas.


"Pft, yaudah kalau gitu tapi lain kali gua telepon angkat ya, karena semua dari gua itu penting tidak mungkin tidak penting, kalau lu begitu lagi gua tidak bakal mau bicara atau kenal lu ngerti," ucap Pearl kepada Andi.


Andi tersenyum sembari menganggukan kepalanya tidak lama akhirnya mereka terdiam setelah diam akhirnya mereka pergi tanpa berkata apa-apa.

__ADS_1


Balik ke pekerjaan seperti semula Andi merasa senang saat tau dirinya, sudah baikan dengan Pearl dirinya merasa bangga, tidak lama akhirnya mereka selesai pulang kerja.


"Theo belum datang?" tanya Andi sembari melihat ke arah kanan dan kiri membantu Pearl.


Pearl mengeleng kepala, tidak lama Andi menemani Pearl, tanpa sadar Pearl baru ingat kalau dirinya masih berantam dengan Theo, Pearl berdiri dari bangku Andi melihat ke arah Pearl.


"Hmm gua pulang sendiri aja deh Andi, makasih ya udah temanin gua," tegas Pearl kepada Andi.


Andi yang memahami itu sontak menarik Pearl ke arah mobilnya, sembari di jalan mereka berdua hanya diam, Andi mampir ke toko kue kesukaan Pearl, tidak lama Andi membeli kue untuk Pearl, Pearl melihat ke arah Andi.


"Ini buat lu, jangan sedih lagi ok," ucap Andi kepada Pearl.


Andi hanya mengelus kepala Pearl sembari mengajak Pearl jalan-jalan, Pearl hanya menurut sampai akhirnya tepat di tempat masa mereka masih kecil.


"Andi, lu masih ingat tempat kesukaan gua," ujar Pearl kepada Andi.


"Kapan sih gua pernah lupa soal lu, lu itu segalanya buat gua jadi gua tidak mungkin lupa dengan semua yang lu suka," jawab Andi dengan senyum di bibirnya.


"Andai kita masih kecil ya Pearl, pasti kita selalu bersama tanpa ada yang memisahkan," kata Andi sembari senyum melihat langit.


Pearl yang mendengar itu hanya diam dan menghela nafas, tidak dapat berkata apa-apa karena kebaikan Andi takan bisa terbalas dengan apapun.


Andi melihat ke arah Pearl dengan senyum sembari mereka menikmati masa-masa kecil mereka, tidak lama waktu semangkin malam akhirnya Andi mengantar Pearl pulang kerumah.


"Kita udah sampai di tempat tujuan," ujar Andi dengan Pearl.


"Huft," ucap Pearl kepada dirinya.

__ADS_1


Andi menepuk pelan pundak Pearl, sembari melihat ke arah Pearl lalu tersenyum, Pearl melihat ke arah Andi sontak mendekap Andi.


"Gua belum siap ketemu dia," ucap Pearl kepada Andi.


"Ingat apa yang gua bilang, jalan terus dan hadapi bukan menghindar semangkin lu menghindar semangkin banyak yang lu alami, kalau lu menyelesaikan satu-satu selalu ada jalannya tenang aja semua akan ada waktunya Pearl sayang," ungkap Andi kepada Pearl.


Pearl hanya diam sembari menurut perkataan Andi, walu sebenarnya Pearl sudah tidak tahan dengan lingkungan bersama Theo.


Pearl masuk ke dalam rumah sedangkan Theo hanya terus bekerja di ruang kerjanya, tanpa memikirkan perasaan Pearl, Pearl selesai bebersih dan tidur sedangkan Theo masuk hanya mengecup kening Pearl sontak pergi kerja kembali.


"Theo, masih tidak tidur?" gumam Pearl.


Pearl pergi keruang kerja Theo, Theo tertidur di ruang kerjanya tanpa ada yang bisa menjadi senderan, Pearl merasa tidak tega kepada Theo.


Sontak Pearl mendekap Theo dengan erat dan penuh kasih sayang, Theo bangun melihat siapa yang menimpanya saat melihat.


"Pearl, ada apa?" tanya Theo dengan nada baru bangun tidur.


"Tidak ada apa-apa kalau gitu aku pergi," tegas Pearl.


Theo menahan Pearl dengan lembut sembari mendekap Pearl dari belakang dan duduk di pangkuan Theo, Pearl hanya diam.


"Sayang, kenapa kamu hukum aku sampai begini? aku salah apa sih sama kamu, kamu benci banget ya sama aku," ujar Theo kepada Pearl.


Pearl melepas dengan lembut tangan Theo, Pearl pergi tanpa melihat ke arah Theo, Theo merasa tersakiti melihat sikap Pearl tidak lama akhirnya Theo mencoba mengejar Pearl tapi terjatuh.


Pearl sontak memanggil dokter pribadi Theo, tidak lama dokter Theo mengecek keadaan Theo, Pearl yang melihat tampak khawatir membuat dokter merasa tenang.

__ADS_1


"Tenang aja ibu Pearl tidak ada yang serius kok dengan pak Theo, hanya saja pak Theo kelelahan aja dan kurang gizi jangan sampai keseringan lembur atau kerja dengan perut kosong itu tidak baik takutnya jadi kebiasaan saya takut mangkin parah nanti perkembanganya," kata dokter kepada Pearl.


Pearl hanya diam sembari duduk di samping Theo, dokter pergi begitu saja tidak ingin menganggu mereka, sontak Pearl mendekap Theo dengan erat sembari menghela nafas.


__ADS_2