Dj Kesayanganku

Dj Kesayanganku
DJK PART 15


__ADS_3

Pearl kembali kedalam rumah sakit, sembari merasa menyesal sudah berkata demikian kepada Gio, walau sebenarnya dirinya aja itu bingung sayang apa tidak sama Theo.


"Ini pertemuan terakhir kita Gio, aku tidak mau kamu semangkin sulit melupakan aku, ingat aku udah bukan Pearl yang dulu milik kamu sekarang aku milik Theo, terserah kamu mau bicara apa aku tetap akan di sisi Theo sampai kapanpun," tegas Pearl kepada Theo.


Theo yang mendengar itu hanya diam dan membuang pandangan terhadap Pearl, Pearl yang tau sudah menyakitinya tidak bisa berkata apa-apa, karena semuanya cepat atau lambat harus usai sebelum banyak yang mengalami sakit hati yang dalam.


"Sayang, kamu kemana aja?" tanya mama kepada Pearl.


Pearl hanya memberi senyum palsu kepada mama Theo yang udah baik kepadanya, saat sampai diruangan Theo semua orangtua pulang, mama Pearl melihat Pearl sontak mendekap Pearl dengan erat.


"Sayang, mama tau kamu ketemu Gio dan mama tidak akan kasih tau papa kamu, tapi mama harap kamu bisa janji satu hal sama mama akhiri hubungan kamu segera dengan Gio, agar kalian tidak merasa sakit yang dalam," perintah mama kepada Pearl.


Pearl hanya menanggis sembari melihat ke arah lain, Theo yang tau hanya diam tidak bisa berkata apa-apa, sampai akhirnya mama Pearl pulang dan Pearl masuk keruangan Theo.


Pearl terlihat lebih diam dari biasanya, tidak pernah melihat Pearl seperti ini, membuat Theo merasa terbeban dan sakit yang tidak biasa.


"Pearl," panggil Theo kepada Pearl.


"Iya kenapa Theo," jawab Pearl dengan nada linglung.


"Kamu sayang banget ya sama Gio, aku kasih kamu kesempatan untuk pergi dari sisi aku tapi kalau kamu balik lagi, jangan harap kamu bisa pergi lagi karena aku udah pernah beri kesempatan jadi jangan harap kesempatan bisa datang dua kali," perintah Theo kepada Pearl.


Pearl yang mendengar itu sangat senang sontak menekap Theo dengan erat, Theo senang melihat senyum manis Pearl, sayangnya senyuman itu hanya untuk Gio bukan untuk Theo seorang.

__ADS_1


Pearl sontak pergi dari hadapan Theo, kadang Theo merasa apa ini sudah benar apa ini pilihan bodoh kadang dirinya selalu di achukan sama semua pilihan yang ada di depannya.


"Pearl, aku hanya harap kamu bahagia sama pilihan kamu tapi aku tidak pernah menyerah untuk kamu, aku selalu sayang kamu Pearl walau tau aku tidak pernah singgah tapi demi membuat kamu bahagia pasti semua aku lakuin," gumam Theo sembari mengeluarkan air mata dari mata indahnya.


Pearl pergi mencari Gio, sampai di depan Gio akhirnya sebelum memanggil Gio, Gio menghampiri wanita Pearl mengikuti Gio sampai keujung sanah dan ada sebuah kafe.


"Sayang," ucap Gio kepada pacarnya Rina.


"Apa sayang, kamu masih belum bisa juga ambil hati mantan kamu yang udah kamu tinggalin lama itu," jawab Rina kepada Gio.


"Agak susah sekarang dia itu sampignya Theo sebenarnya aku mau pakai dia buat kesenangan semata, tapi dia udah berubah dia udah tidak kayak dulu yang nurut sama aku untung ada kamu sayang yang selalu nurut sama aku, aku selalu cinta sama cewe yang nurut sama aku,' ungkap Gio kepada Rina.


Pearl yang mendengar itu merasa hatinya tertusuk-tusuk apa dia udah salah memilih pria mengapa dia tidak bisa membuka mata apa dirinya buta, udah tau ada pria baik di depannya masih saja memilih pria bejad yang ada di depanya dengan mudah mengenggam tangan wanita lain.


"Makasih ya Gio! kamu menyadarkan aku betapa pantasnya diri kamu dibuang dan pantasnya aku di samping Theo, karena kamu tidak akan pernah bisa kalahin Theo aku wanita yang  beruntung menjadi istri Theo, selamat tinggal Gio jangan sampai muka kamu muncul di depan aku, aku akan suruh pengawal penjarain kamu di bawah tanah kediaman Theo," Pekik Pearl kepada Gio.


Gio merasa takut dengan Pearl, tidak lama akhirnya Pearl mengunakan mobil dengan jalan sempoyongan tidak lama, Pearl menanggis dan duduk di ruangan Theo.


"Theo, tidak seharusnya aku sakitin kamu malah sekarang aku yang tersakiti aku janji tidak bakal tinggalin kamu dari sekarang sampai selamanya, sekali lagi aku minta maaf Theo aku harap kamu mau maafin aku sayang," tutur Pearl kepada Theo dengan nangis terisak-isak.


"Benaran apa yang kamu bicarain tadi?" tanya Theo kepada Pearl yang lagi menanggis.


Pearl menganggukan kepala dengan menanggis terisak-isak tidak lama Theo tersenyum sembari menyeka air mata yang ada di mata Pearl.

__ADS_1


"Kenapa nangis, kamu tidak pantas nangis yang pantas nangis itu dia siapa suruh dia tinggalin kamu, dia pasti menyesal udah tinggalin kamu," kata Theo yang menenangkan hati Pearl.


Pearl mendekap Theo dengan erat sembari menanggis, sedangkan Theo mengeluarkan air mata kebahagiaan akhirnya, apa yang dia harapkan ada di depan matanya.


"Theo," panggil Pearl kepada Theo.


"Iya, kenapa?" tanya Theo kepada Pearl.


"Kenapa kamu baik sama aku, harusnya kamu biarin aja aku sakit hati dan kenapa kamu tidak coba tahan aku untuk jangan ke Gio kalau tua akhirnya begini," ungkap Pearl kepada Theo.


"Karena segala sesuatu yang di tahan tidak bakal tau hasilnya, lebih baik aku tidak larang kamu dan beri kamu kebebasan biar kamu tau gimana Gio itu orangnya, aku juga tau apa alasan dia tinggalin kamu apa yang aku tidak tau tentang orang yang aku sayang," tutur Theo dengan tingkah sombongnya kepada Pearl.


Pearl hanya diam sontak memberi kecupan di pipi Theo, Theo terdiam melihat ke arah Pearl, Pearl hanya senyum dan tidak lama mengsuap wajah Theo.


"Itu hadiah buat kamu, karena kamu tidak pernah tinggalin aku sekali lagi, aku mau terimakasih sama kamu Theo, aku sayang kamu," ujar Pearl kepada Theo.


Theo tidak tau ini benaran apa bohong tapi selama dirinya bisa bersama Pearl itu udah sebuah kesenangan tersendiri untuknya.


Pearl berjanji tidak akan pernah meninggalkan Theo tidak peduli Theo sayang atau tidak kepadanya semua dia lakukan demi masa depan yang cerah bersama Theo nanti, bukan hanya sekarang tapi selamanya.


"Iyaudah kamu tidur aja kalau capek, aku tidak mau ganggu kamu lagian aku udah boleh pulang kok besok," perintah Theo kepada Pearl.


Pearl hanya senyum dan menurut kepada Theo tidak lama akhirnya tidur juga, setelah tidur kebesokan paginya Theo bangun memandang wajah manis istrinya yang hanya status tapi hatinya tidak tau untuk siapa.

__ADS_1


__ADS_2