
“Pa,” panggil Ivano dan juga Luis.
“Kalian kemana aja, kenapa kalian larut banget pulangnya, tidak tau apa papa khawtir,” jawab papa Theo.
Theo yang masih melihat handphone, sontak mengakhiri handphonenya melihat ke arah anak-anaknya sembari kaget dengan siapa yang datang.
“Pearl,” panggil Theo.
“Iya Theo,” jawab Pearl.
“Adik-adik ikut kakak pergi ayo, kakak ada sesuatu buat kalia,” ucap Ivano.
Luis bingung ada apa dengan kakaknya begitu juga dengan Lia, sampai akhirnya Pearl mendekat ke arah Theo dan mendekap Theo.
“Kamu apa kabar Theo?” tanya Pearl.
“Aku baik, kamu sendiri apa kabar,” jawab Theo.
“Aku baik, aku mau mi-” kata yang terpotong.
“Tidak perlu kita lupain aja ya masa lalu, aku udah tau siapa yang salah dan sekrang perusahaan dia sendiri bangkrut dengan sendirinya bukan karena aku, tapi dirinya sendiri yang serakah dan tidak tau malu!” sahut Theo.
Anak-anaknya tersenyum melihat papa dan mamanya seperti anak kecil, ketika bertemu Pearl hanya ketawa kecil mendengar perkataan Theo, Theo merasa jantungnya berdegub dengan kencang udah lama tidak merasakan hal ini dan ini hanya bisa kalau orangnya tepat yaitu Pearl.
“Pearl, kamu udah makan ayo makan dulu,” ajak Theo.
“Iya, aku masakin kamu makanan mau tidak, kamu mau makan apa?” jawab Pearl.
“Aku mau mak-,” kata yang terpotong.
“Aku tau kamu suka nasi gorengkan buatan aku, mau aku buatin tidak? Pasti kamu udah kangen kan udah lama aku tidak masakin kamu, udah lama juga kamu tidak di masakin sama oranglain selain bibik,” ucap Pearl.
Theo hanya senyum sembari ingin membantu Pearl, tapi Pearl tidak mau sampai akhirnya Theo hanya menatap Pearl seperti mimpi melihat wanita cantik yang ada di dapur masak untuk Theo, Theo sontak menanggis merasa dirinya jaht banget dulu sampai tidak sadarkan diri siapa yang dijahati olehnya.
__ADS_1
“Nah jadi, ini makan Theo,” ucap Pearl.
“Makasih ya Pearl,” jawab Theo.
Pearl hanya senyum sontak makan bersama Theo, layaknya pacaran dulu, setelah selesai Pearl kaget melihat ke arah Theo.
“Kamu lapar Theo? Sampai cepat gitu makannya padahal aku tidak bakal minta juga sih, kalau aku kurang,” ucap Pearl.
“Tidak kok masakan kamu enak masih sama kayak dulu,” jawab Theo.
“Oh, aku kira kamu kenapa,” kata Pearl.
“Oh ya aku mau nanya anak perempuan yang di bawah Ivano dan Luis siapa, maaf aku nanya aku benaran tidak tau kamu jangan tersinggung ya,” tanya Theo.
Pearl hanya senyum dan mendekap tangan Theo, Theo yang di dekap merasa tanganya kaku tidak bisa bergerak terjatuh dalam kebahagiaan yang tidak ingin di lepas.
“Itu anak kita, waktu aku pisah sama kamu, aku lagi ngandung dia saat aku mau kasih tau kamu, kita berantam hebat karena Andi, semua karena dia dan akhirnya aku seorang yang membesarkan dia, kalau kamu tidak percaya tes DNA aja, aku rela kok aku tidak pernah berhubungan dengan laki-laki manapun, setelah pisah sama kamu aku hanya bisa merenung dengan semua kesalahan aku, aku hampir membunuh anak kita sendiri, tapi nyatany dia sekarang bisa hidup dengan baik, karena dia aku selalu belajar menjadi orang yang maju,” ungkap Pearl dalam hatinya.
“Aku tidak bakal salahin kamu kok karena di sini yang pantas di salahin itu aku, bukan kamu sayang,” ucap Theo.
“Katanya mau lupain masa lalu, tapi kenapa terus di bahas,” tanya Pearl.
“Maaf kalau soal masa lalu, aku selalu paling gampang sedih seketika, aku ngerasa pada saat itu aku bukan orang, kalau andai aku bisa balikin waktu pasti aku lebih banyak waktu main sama Lia,” ucap Theo.
“Theo, Lia itu anak kamu apa yang kamu takutin, aku juga tidak bakal larang kamu main sama dia kali, karena di anak sah kamu,” ujar Pearl.
Usai berbicara Pearl memutuskan untuk menginap semalam dirumah Theo di karenakan waktu sudah malam, tidak lama akhirnya Pearl tidur di kamar tamu sedangkan Theo diruanganya.
Theo hanya diam tanpa kata-kata, tidak lama Theo meminta pengawal untuk mengecek apa benar Lia adalah anaknya yang 10 tahun tidak bertemu.
“Maaf Pearl, bukan aku tidak percaya sama kamu, hanya aku mau membuktikan kalau memang benar, aku bukan papa yang baik untuk Lia, mungkin lebih baik kita seperti sekarang orang kayak aku harus di hukum dengan benar,” gumam Theo.
Theo hanya duduk diam dikantornya, sedangkan Pearl masuk membawa susu hangat untuk Theo, Theo melihat ke arah Pearl dengan senyum.
__ADS_1
“Ada apa Pearl, kok kamu tidak tidur?” tanya Theo.
“Mana bisa aku tidur, setelah ketemu sama pria yang aku cinta dan tidak pernah bisa moveon, jahat ya kamu,” ucap Pearl.
Theo yang mendengar itu sontak mendekap Pearl dalam pangkuanya, semua keluarga dirumah mereka hanya senang melihat mereka, berharap mereka bisa bersatu.
“Perasaan aku ke kamu juga sama kok, tidak pernah sedikitpun aku lupa akan kamu, jujur aja,” kata Theo.
“Theo ini perasaan aku aja atau emang kamu tidak pernah berubah ya, kenapa kamu jadi jengotan begini sih kesal aku liatnya,” ujar Pearl.
“Iya tidak ada yang ngurusin wajar kan kalau aku jengotan buat apa juga ganteng-ganteng dan rapi, orang tidak ada yang bisa ditunjukin,” ucap Theo.
Pearl merasa kesal mendengarnya sontak mencekau lembut pipi Theo, sembari di kecup tidak lama Theo hanya senyum akhirnya Pearl mengambil cukuran untuk mencukur jengot Theo.
“Theo, walau kamu tidak ada aku, kamu tetap harus perhatian penampilan kamu dong, siapa tau ada yang cocok sama kamu kalau misalnya kita tidak pernah ketemu lagi,” ujar Pearl.
“Kamu bicara apa sih, walau aku pernah buang kamu bukan berarti perempuan lain bisa masuk dalam hidup aku,” jawab Theo.
“Iyaudah santai dong sampai galak gitu, aku kan cuman bilang misalnya aku aja sempat lupa sama kamu, masa kamu tidak,” ucap Pearl.
“Berani banget kamu coba bicara lagi,” pekik Theo.
Pearl hanya tersenyum saat hendak bicara, Theo sontak mengecup Pearl dan Pearl hanya tersenyum membalas itu, setelah selesai cukur jengot Pearl menyeka dengan tisu.
“Udah rapi, sekarang kamu udah ganteng lagi,” ungkap Pearl.
“Emang tadi aku tidak ganteng,” jawab Theo.
“Tidak kamu tua kalau ada jengot aku tidak suka, kayak gini lebih muda seperti sepantaran Ivano,” ucap Pearl.
Theo hanya mengeleng kepala, tidak lama pengawal datang tetapi Theo menyuruh nanti aja, setelah itu Pearl melihat ke arah Theo.
“Ada apa sih sayang?” tanya Pearl.
__ADS_1
“Tidak ada kok,” jawab Theo.
Tiba-tiba Theo sontak mendekap Pearl dengan erat, Pearl membalas dekapan tersebut sembari mengusap kepala Theo.