
“Gua telepon begini emang tidak ada suami lu?” tanya Andi.
“Ada kok dia lagi tidur di pangkuan gua, kenapa,” ucap Pearl.
“Dasar bucin kenapa sih dari dulu selalu bucin bagi dong resep bucinya, gua mau bucin sama Rachel susah terus di ganggu sama anak-anak terus,” ujar Andi.
“Makanya kayak gua anaknya cowo semua, lu ada cewe ya?” jawab Pearl.
Andi kaget saat Pearl berkata demikian, seketika mereka tertawa bersama setelah tertawa Pearl melihat ke arah Theo kembali.
“Iya, kok lu tau sih anak gua ada cewe paling gede lagi, namanya Valen,” ucap Andi.
“Taulah pasti cemburu kalau mamanya dekat sama papanya,” jawab Pearl.
“Iya, gila ya lu tau semua hebat sih padahal gua tidak pernah kasih tau,” kata Andi.
“Tidak perlu di kasih tau juga gua tau, karena gua dulu anak cewe juga dirumah gua, gua paham lah gimana perasaanya,” sahut Pearl.
Andi ketawa-ketawa selayaknya sahabat dan juga cinta lama, Rachel masuk ke kamar dan Andi memberi handphonenya kepada Rachel.
“Halo Pearl, apa kabar?” tanya Rachel.
“Hai, baik kamu apa kabar,” jawab Pearl.
“Aku baik kok, aku kangen loh sama kamu kita kapan ketemuan,” ucap Rachel.
“Belum tau nanti deh ya kalau aku sempat, maaf ya kalau aku sok sibuk,” ujar Pearl.
Rachel hanya senyum tidak lama, memberikan kepada Andi handphonenya sontak Andi mematikan telepon kembali bekerja.
“Sayang, kamu kalau mau telepon liat waktu dong, ini kan waktu kerja kamu telepon Pearl emang Pearl bisa bantu kamu,” ucap Rachel.
“Iya aku minta maaf ya, siapa tau kan dia sahabat kita tidak mungkin kan dia tidak bisa bantu,” ujar Andi.
“Buktinya dia kasih kamu perusahaan dia, berarti kan dia tidak bisa bangun perusahaan dia sendiri makanya dia kasih ke kamu, kalau dia bisa tidak mungkin dia kasih ke kamu,” kata Rachel.
__ADS_1
Rachel hanya menghela nafas melihat tingkah Andi, tidak lama Pearl mengirim surel di email sontak membuat Andi senang sekaligus lega.
“Sayang baca ini dari Pearl,” ucap Andi.
“Apalagi jangan php aja,” jawab Rachel.
Rachel saat baca merasa sneang karena di bantu oleh Pearl, tidak lama mereka mendekap satu sama lain, kedua anak mereka bingung ada apa untung hari libur, saatnya Andi dan Rachel ke perusahaan semuanya ikut ke perusahaan.
Valen yang pertama kali melihat perusahaanya membuat dirnya senang sekaligus bangga dengan pecampaian kedua orangtuanya, setelah itu sampai di kantor, Andi mengadakan rapat dan juga menerima perekrutan dari kantor Theo dan juga Pearl, di karenakan pegawai mereka udah terlalu overload jadi bisa untuk di oper, selesai itu sore hari.
“Akhirnya pekerjaan papa bisa selesai juga,” ucap papa Andi.
“Iya pa, selamat ya pa Valen ikut senang,” jawab Valen.
“Iya aku juga bangga sama kamu sayang,” kata Rachel.
Andi mendekap keluarganya tidak lama ada 4 pengawal besar yang keluar dari mobil, sontak jalan ke arah Andi dan keluarganya.
“Apa benar pak Andi?” tanya pengawal.
“Iya benar, kalian siapa ya,” ucap Andi.
Andi kaget melihat hadiah yang di beri suami istri itu tidak lama, Andi menelpon Pearl sontak Pearl mengangkat telepon dengan suara ngantuk.
“Hmm hoam halo ada apa, Andi,” tanya Pearl.
“Eh maaf lu masih tidur ya, lu kirimin gua pengawal untuk apa,” ucap Andi.
“Biar gua selalu tau kabar kalian, tanpa kalian tutupin emang kenapa,” ujar Pearl.
“Lu kenapa sih lakuin ini gua merasa tidak enak tau, gimana cara gua balas lu kalau lu terus baik sama gua Pearl,” kata Andi.
Pearl hanya tersenyum, Theo tiba-tiba terbangun tidak lama, Theo mendekap Pearl dan Pearl tetap mengakhiri tanpa berkata apa-apa.
“Maaf Andi, gua mau tidur dulu ngantuk banget besok kita bicara lagi, kalau gua udah bangun ya maaf sekali lagi,” ucap Pearl.
__ADS_1
Andi hanya senyum dan merasa dirinya dulu benar menyukai Pearl, namun apa daya dirinya kalah akan Theo yang memiliki segalanya dan selalu menjadi nomor satu di setiap negara, pria yang seperti itu pantas mendapimpingi Pearl, sedangkan gua hanya bisa menjadi bayangan.
“Sayang, jadi gimana kita masuk apa tidak kamu udah konfirmasi ke Pearl,” ujar Rachel.
“Udah, ya ini dari dia yaudah ayo masuk,” kata Andi.
Sontak mereka sampai dirumah, setelah dirumah Andi lebih banyak diam sedangkan Rachel curiga apaka Andi tidak pernah sedikitpun lupa akan Pearl, walau Pearl memang sempurna tetap aja Rachel merasa cemburu dirinya sangat jauh berbeda kalau di samain dengan Pearl.
“Andi,” panggil Rachel.
“Iya sayang, ada apa?” jawab Andi.
“Kamu masih punya perasaan tidak sama Pearl,” ucap Rachel.
“Hah? Kok nanyanya gitu kamu cemburu sama dia, ini kamu yang nanya apa bawaan anak kita,” sahut Andi.
Rachel yang merasa kesal sontak diam dan tidak mau melihat Andi, Andi hanya diam dan mengecup kepala Rachel sembari mengelus kepala Rachel.
“Sayang, kamu bicara apa sih ya tidaklah aku pasti selalu sayang kamu tunggu, kamu lagi cemburu ya yaampun lucu banget sih kalau lagi cemburu kalau aku sayang Pearl, kamu juga udah tau jawabanya kan, suaminya siapa dia di negara lain aja masih tetap jadi nomor satu sedangkan aku cuman nomor satu di hati kamu, tidak pernah ada oranglain,” kata Andi.
Rachel yang mendengar itu hanya diam dan cemberut merasa suaminya pintar berbicara, tidak lama akhirnya Rachel mengalah kepada Andi.
“Iyaudah aku minta maaf ya udah cemburu sama kamu, aku tidak tau aku kenapa mungkin bawaan bayi kita kali, sayang maafin mama ya,” ungkap Rachel sembari mengelus perutnya.
Andi hanya tersenyum dan memaklumkan sikap Rachel yang seperti ini, sembari merangkul Rachel agar lebih tenang, balik ke Pearl dan juga Theo.
“Sayang, hari ini aku harus lembur kamu sama anak-anak makan duluan aja ya, jangan pusingin aku, aku bisa makan di luar,” ujar Theo.
“Iya sayang,” ucap Pearl.
Theo pergi dari hadapan Pearl, tidak ada yang perlu di bahas tidak lama Ivano keluar dari kamar dengan dandanan rapi.
“Ma, papa mana?” tanya Ivano.
“Papa kamu udah pergi sayang, ada apa, kamu butuh papa kamu atau ada barang yang ketinggalan,” ucap mama Pearl.
__ADS_1
“Terus Ivano pergi ke sekolah sama siapa,” ujar Ivano.
“Oh sama mamalah sayang, emang mau sama siapa lagi udah sarapan dulu nanti soal antar biar maam yang urus okay anak mama yang ganteng,” ucap mama Pearl.