Dj Kesayanganku

Dj Kesayanganku
DJK PART 47


__ADS_3

"Udah, makan nanti keburu dingin," ucap papa Andi.


Valen hanya  diam tidak lama akhirnya menurut kepada Andi, selesai makan Andi melihat ke arah Valen sembari mengecup kening Valen.


"Anak papa yang cantik, jangan terlalu banyak mikir ya nanti cepat tua, emang mau tua," tanya papa Andi.


"Humm, papa ini yah terlalu baik sampai tidak sadar kalau ada orang yang jahat masuk ke dalam hidup kita," ujar Valen.


Sampai dirumah akhirnya mereka ke urusan masing-masing Rachel, mengetuk pintu kamar Valen sontak Valen membuka pintu lalu tersenyum sembari mendekap.


"Mama," panggil Valen.


"Kamu kenapa sayang, mama liat akhir-akhir ini jadi sering sedih, ada yang ganggu kamu di sekolah, kalau ada biar mama habisin dia," tegas mama Rachel.


Valen hanya tertawa sontak mengecup pipi mamanya, Rachel bingung ada apa dengan anak cantik nan gadisnya ini, lalu mereka duduk berdua di atas kasur.


"Sayang, mama emang cuek sama kamu, tapi mama bingung ada apa sama kamu, kalau ada apa-apa itu cerita jangan diam aja karena mama tidak tau kamu maunya gimana sayang," ucap mama Rachel.


"Ma, aku punya teman Iria namanya, dia selalu nanya tentang papa dan dia kebetulan mamanya janda, aku takut dia mau rebut posisi mama jadi aku ngerasa gelisah," tutur Valen.


"Iyaudah kalau gitu besok mama antar kamu ke sekolah ya, kenalin mama sama teman kamu yang Iria itu biar mama tau, apa maksud dia nanya tentang papa kamu ok sayang," jelas mama Rachel.


Valen menganggukan kepala sontak Rachel  menghelus sembari mengecup kepala Valen, tidak lama Rachel hanya mengeleng kepala masak untuk keluarganya.


"Sayang," panggil Andi.


"Iya kenapa sayang," ucap Rachel.


"Kamu tau tidak pekerjaan yang ini file sebelumnya dimana," tanya Andi.


"Nanti ya sayang, aku lagi masak kalau udah selesai aku cari," jawab Rachel.


Andi hanya diam sembari mencari-cari data, sedangkan Rachel mikir lagi  mungkinkan Pria seperti Andi bisa selingkuh kalau Rachel terus cuek akan dirinya.


Saat selesai masak Rachel merasa kepalanya sedikit pusing dan sakit, sontak Rachel pingsan di meja makan, Valen teriak dari arah dapur, Andi bergegas ke arah suara yang ada.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya papa Andi.


"Ini pa, mama kenapa pa," jawab Valen.

__ADS_1


Andi sontak membawa semua keluarganya kerumah sakit, agar tidak ada yang ketinggalan selagi di tanganin oleh dokter, Andi terus merasa gelisah Valen  mengenggam erat tangan papanya.


"Pa, tenang aja mama pasti tidak apa-apa kok," ujar Valen.


Andi hanya senyum sembari mendekap kedua anaknya, tidak lama dokter keluar Andi langsung jalan ke arah dokter, untuk menyanyai kabar Rachel.


"Selamat ya kalian dapat adik lagi, kali ini anaknya perempuan," kata dokter.


Andi yang mendengar itu senang sekaligus kaget, sedangkan Valen juga bahagia lompat-lompat Sam merasa iri, saat tau ada yang lebih kecil darinya dan merasa dia tidak akan di sayang lebih lagi oleh orangtuanya.


"Valen, kamu jaga Sam dulu ya papa mau masuk ketemu mama kamu, ok sayang," ujar papa Andi.


"Iya pa," jawab Valen.


Andi masuk ke dalam ruangan sedangkan Valen bersama Sam, Valen merasa senang saat tau dirinya memiliki adik perempuan.


"Sam, kamu senang tidak punya adik," tanya Valen.


Sam hanya diam tidak mau menjawab apa-apa Valen mengerti bagaiaman perasaan Sam, seketika Valen menepuk pundak adiknya dan berkata.


"Sam, awalnya kak Valen pas punya kamu kakak juga tidak suka, tapi setelah punya kamu kakak merasa jadi ada teman, sama dengan adik kita, jadi menurut kakak kamu lama-lama akan terbiasa dengan adik kita," ucap Valen.


"Sayang, kamu tau tidak kamu ada hadiah di dalam perut kamu," ucap Andi.


"Hah? maksudnya aku tidak ngerti," jawab Rachel.


“Kamu kasih aku generasi kita sayang,”ujar Andi.


“A-aku hamil?” tanya Rachel.


Andi menganggukan kepala, sontak Rachel merasa senang tidak lama kedua anaknya masuk ke dalam ruangan melihat kondisi mamanya.


“Ma, gimana perasaan mama,”ucap Valen.


“Baik-baik aja sayang, emang mama kenapa,”sahut mama Rachel.


“Kata dokter, mama udah 5 bulan, kok mama tidak berasa apa-apa sih ma,” ujar Valen.


Rachel kaget saat mendengar terasa tidak mungkin tapi kenyataan seperti itu, sontak Rachel senang dan mendekap Andi.

__ADS_1


Sam yang melihat itu diam dan duduk di sofa, tidak suka melihat dirinya ada adik kedua orangtua paham akan sifat Sam.


“Sam, sayang sini sayang,” panggil mama Rachel.


“Iya ma, ada apa ma?”jawab Sam.


Rachel mendekap Sam dengan menghelus kepala Sam sontak mengecup kepala Sam, tidak lama Rachel melihat Sam.


“Sayang, punya adik itu tidak seburuk apa yang kamu liat kok,” kata mama Rachel.


Sam hanya terdiam dan tidak mau bertanya lebih lanjut, sontak Andi hanya melihat ke arah Rachel.


“Nanti mama yakin, kamu bakal sayang banget sama adik kamu, karena sikapnya kayak kamu, baik dan suka bantu mama,”tutur mama Rachel untuk meyakinkan Sam.


Sam yang mendengar itu sontak diam dan melihat ke arah mama dan juga perunya sontak, menghelus perut mama sembari menaruh kuping di perut mamanya.


“Dedek bayi jangan bikin mama sakit ya, sehat-sehat biar kita bisa cepat main, kak Sam sayang dedek bayi,” ujar Sam.


Rachel dan Andi senang mendengar Sam berkata demikian, sampai akhirnya Valen menghelus kepala Sam.


“Kakak bangga punya adik kayak Sam dewasa dan baik, kakak mangkin sayang sama Sam,” kata Valen.


“Kakak tenang aja orang jahat sama kakak, kasih tau Sam, pasti akan Sam bantai dia kak,” ucap Sam.


“Seram ya, ok sayang kakak bakal berharap banyak sama Sam,”perintah Valen.


Sam merasa bangga bila dirinya dapat di andalkan oleh kedua orang yang dia sayang, termasuk keluarganya.


Sampai dirumah Iria mengirim pesan kepada Valen, Valen merasa muak dengan sikap Iria.


“Valen, maafin gua ya, gua sadar sifat gua emang ganggu tapi gua tidak ada maksud apa-apa gua cuman mau kerja sama dengan orangtua lu, karena perusahaan gua lagi di ambang tidak baik,” ujar Iria.


Valen hanya diam dan bingung harus melakukan apa akhirnya, Valen mencoba berbicara dengan Andi.


“Pa, Valen mau bicara boleh pa?” tanya Valen.


“Boleh sayang, kebetulan papa tidak sibuk ada apa,” ucap Papa Andi.


“Jadi gini pa, teman aku ada perusahaanya lagi di ambang kesusahan, kalau papa jadi Valen papa bantu apa tidak, setelah papa udah pernah berpikir tidak-tidak sama dia,” kata Valen.

__ADS_1


Andi terdiam dan tidak lama akhirnya Valen hanya diam, Andi mengelus kepala Valen sembari itu Valen hanya menghela nafas.


__ADS_2