Dj Kesayanganku

Dj Kesayanganku
DJK PART 26


__ADS_3

"Pagi sayang," ucap Theo kepada Pearl.


"Hmm pagi," balas Pearl kepada Theo.


Theo merasa ada yang aneh dengan Pearl semenjak perkataan kemarin, Pearl terasa jauh walau Pearl ada di dekatnya.


Selesai mandi Pearl hanya diam tanpa berkata apa-apa, tidak lama Theo mandi pada saat itu Pearl menghela nafas lalu merasa dirinya sudah jahat kepada suami sendiri, selesai mandi Theo sontak mendekap Pearl yang lagi melamun.


"Hayo, melamun apa kasih tau aku kalau tidak aku peluk terus," ujar Theo kepada Pearl.


Pearl hanya tersenyum melihat Theo, tidak lama Theo mengecup Pearl, Pearl hanya diam sembari melihat ke arah Theo yang mangkin hari mangkin manis kayak gula.


"Melamun kenapa bisa punya suami kayak kamu mulutnya manis banget kayak gula," ucap Pearl kepada Theo.


Theo berpikir apa emang dia orang yang kayak gitu, tapi selama ini apa yang dia bicarakan benar dari lubuk hati palaing dalam, tidak lama handphonenya berdering dari mama.


"Halo ma, ada apa," kata Theo kepada mamanya.


Pearl yang melihat Theo berbicara dengan mamanya membuatnya tersenyum tanpa sadar, kenapa pria yang dekat sama mamanya lebih berkarisma dan juga ganteng ya.


"Bye ma, selamat liburan ya," ujar Theo kepada mamanya.


Theo jalan menghampiri Pearl, tidak lama Theo mengecup Pearl, Pearl terdiam sembari membalas kecupan tersebut yang di beri oleh Theo.


"Jangan sering bengong, kamu suka ya di hukum kalau lagi bengong," ucap Theo kepada Pearl.


Pearl hanya tersenyum sembari menarik dasi Theo, tidak lama Theo juga mendekatkan wajahnya kepada Pearl sembari mengambil sehelai rambut Pearl dan mengecupnya.


"Ayo pergi kerja, kamu mah kalau di ladenin terus tidak akan ada selesainya," ungkap Pearl kepada Theo.

__ADS_1


Theo mendekap dari belakang sembari menghela nafas tidak lama Pearl merasa, mungkin Theo ada masalah tapi karena dirinya terlalu sibuk tidak bisa menjelaskan apa kesibukannya kepada Pearl.


"Sayang, kamu ada masalah ya," ucap Pearl dengan nada khawatir.


"Tidak kok, emang keliatanya gitu ya," jawab Theo dengan senyum di bibirnya.


"Maaf kalau aku sibuk terus tapi kalau kamu butuh aku, pasti aku ada kok buat kamu," kata Pearl sembari menyemangati Theo.


"Kalau gitu aku minta kamu peluk aja sama kecup aku di pipi udah cukup, itu sangat membantu banget soalnya," tutur Theo kepada Pearl.


Pearl hanya diam dan melakukan apa yang di minta Theo, saat Pearl mengecup Theo tidak disangka Theo menanggis Pearl yang melihat itu melepas kecupan tersebut, sontak bingung ada apa.


"Aku salah ya, atau aku ngelukain kamu maaf sayang aku tidak bermaksud kalau gitu aku menjauh aja dari kamu, sekali lagi maaf aku pergi dulu kalau gitu," kata Pearl kepada Theo.


Theo hanya diam tidak mampu untuk menahan Pearl, karena Pearl sudah berbohongn denganya Pearl, tidak mau jujur soal Andi kepadanya.


Pearl sampai di kantor masih mikir ada apa dengan Theo, tidak lama akhirnya mereka hanya diam saja, setelah diam Pearl masuk keruanganya ada Andi dengan sarapan di meja.


"Sarapan bareng ayo, gua kangen sarapan bareng lu," ucap Andi kepada Pearl.


"Iya boleh kok ayo," kata Pearl kepada Andi.


Pearl makan bersama Andi, saat makan Andi terus melihat ke arah Pearl tidak lama Pear sadar tersenyum kepada Andi.


"Mau bicara apa Andi, bicara aja gua pasti dengar apa yang lu bicarain kok," ungkap Pearl dengan tersenyum.


"Bantuin gua cari cincin nikah ayo gua mau nikah," jawab Andi dengan tegas.


"Hah? sama siapa? lu lagi dekat sama cewe kok lu tidak kasih tau gua, tiba-tiba udah mau nikah aja," ucap Pearl sembari mengacau.

__ADS_1


"Iya, gua mau serius sama dia gua takut dia menjauh lagi dari gua, makanya gua minta lu bantuin cincin nikah mau kan," ujar Andi kepada Pearl.


Pearl tersenyum sembari menganggukan kepala, sampai akhirnya mereka selesai makan setelah selesai makan, mereka balik ke kerjaan masing-masing.


"Maaf ya Pearl, orang yang mau gua nikahin itu lu tapi mungkin gua harus sama wanita lain," ucap Andi kepada dirinya sendiri.


Selesai kerja Pearl sesuai janji menemani Andi untuk mencari cincin nikah untuk Andi,  Andi terus fokus kepada Pearl tidak lama Pearl melihat ke arah Andi.


"Andi, mau yang mana pilih cepat," ungkap Pearl dengan terburu-buru.


"Gua juga bingung sih calon istri gua suka yang mana, takutnya gua pilihin dia tidak suka nanti ajalah pas sama dia, sekalian gua kenalin sama lu, lu mau kan kenalan sama dia," ujar Andi kepada Pearl.


"Maulah, justru gua senang kalau lu udah ada pasangan yang baik, kapan lagi kan," kata Pearl kepada Andi.


Andi hanya tersenyum demi mengulur waktu semuanya Andi lakukan, sampai akhirnya Andi mengantar Pearl pulang kerumah Theo.


"Loh, hari ini lu tidak di apartemen lagi kenapa," tanya Andi kepada Pearl.


"Iya, gua mau balik sama Theo dan gua juga mau kasih dia kesempatan jadi tidak seharusnya gua tinggal di apartemen, kalau lu tidak ada tujuan lu boleh tinggal sanah kok tapi kalau lu tidak mau tidak apa-apa,"  kata Pearl dengan senyum manisnya.


Pearl sontak mendekap Andi tanpa meminta izin lebih dulu, tidak lama Pearl merasa nyaman setelah mendekap Andi dalam dekapanya yang erat.


"Makasih ya Andi berkata lu, gua bisa menyembuhkan luka gua dengan cepat, semoga calon istri lu nanti bisa bahagia sama lu ya, gua berharap istri lu orang baik," ujar Pearl kepada Andi.


"Hmm makasih ya Pearl, udah sanah masuk nanti suami lu yang cemburuan itu suruh semua pengawalnya cari lu nanti," ungkap Andi kepada Pearl.


"Ih! lu ya bisa aja ngejeknya tapi Theo emang gitu sih anaknya, tapi tidak tau kenapa akhir-akhir ini sikap dia imut banget sampai gua merasa kayak nyaman sama dia kadang tidak mau lepas terus ya terkadang juga, gua merasa kayak malu sama dia dih gila banget ya gua," tutur Pearl kepada Andi.


Andi yang mendengar itu ikut senang melihat Pearl bahagia walau orang itu bukan dirinya melihat Pearl bahagia, udah buat Andi merasa lega untuk melepsakan Pearl dengan iklas.

__ADS_1


"Bye, gua masuk dulu ya lu juga hati-hati ok," ucap Pearl kepada Andi.


Andi hanya senyum dan melambai kepada Pearl, sembari menancap pedal gas mobilnya dengan cepat, tidak lama di dalam perjalanan Andi terlihat tidak fokus sampai akhirnya dirinya menabrak seseorang, Andi awalnya ragu itu orang apa bukan sampai akhirnya Andi turun untuk memberanikan diri melihat itu orang apa bukan.


__ADS_2