
“Luis maafin kakak ya, kakak memang bukan kakak yang baik buat kamu, tapi kakak harap kamu ngerti maksud kakak baik,”
Luis hanya diam mengeluarkan air mata, Ivano bangun dan menyeka air mata Luis yang ada di dekat pipinya.
“Maaf Luis, memang tidak mudah untuk memaafkan tapi kakak janji kakak tidak akan begitu lagi sama kamu,”
Ivano keluar sembari dengan jalan yang gagah, keesokan paginya di meja makan suasana masih diam dan tidak ada yang memulai duluan.
“Kak Luis hari ini antarin Lia ke sekolah kan?”
“Tidak sayang, kakak mau cari kampus maaf ya hari ini kamu sama kak Ivano dulu, tidak apa-apa kan,”
“Ok ka,”
Ivano yang mendengar Luis yang menyebut namanya membuatnya tersenyum tidak lama, akhirnya mereka semua makan dengan tenang, kedua orangtua hanya saling melirik satu sama lain.
“Luis,”
“Iya ma,”
“Kamu hari ini mau cari kuliah ya? Mama teman mau sayang?”
“Iya ma, boleh kalau gitu papa ganteng, aku pinjam dulu ya mama cantiknya jangan cemburu ok,”
Theo hanya berdehem, semua keluarga ketawa melihat reaksi papanya, setelah semua pergi dengan urusan masing-masing, Pearl melihat ke arah Luis.
“Sayang,”
“Iya ma,”
“Kamu mau kuliah dimana?”
“Belum tau ma, ini lagi cari,”
Luis naik ke mobil Pearl hanya diam sembari keliling cari kuliah yang bagus, sampai akhirnya Luis bertemu satu kuliah yang unik.
“Ma, mau coba masuk ke sini tidak?”
“Ayo sayang, kenapa tidak kan kamu yang mau kuliah hari ini mama, temanin kemana aja Luis mau pergi, ok sayangnya mama,”
“Makasih ma, emang cuman mama yang mengerti dan tidak pernah maksa sama sekali,”
“Iya sayang sama-sama, maaf mama mau nanya kamu udah baikan sama kakak kamu?”
Luis hanya diam setelah itu Pearl juga diam sambil mengusap kepala Luis, Luis menggenggam erat tangan mamanya.
“Sayang santai aja dong, jangan takut gitu kan kamu udah dewasa kenapa takut coba?”
“Iya aku takut aku suka kuliah di sini ma, makanya aku takut,”
“Dasar kamu ada-ada aja,”
__ADS_1
Luis jalan-jalan ke arah kampusnya, tidak lama sampai di tempat bagian akademik, Pearl menemani Luis terus tidak lama ada wanita bernama Alice yang mencari tempat duduk.
“Cantik duduk sini aja bareng tante,”
“Makasih ya tante,”
Pearl terus melihat ke arah kertas Alice, tidak lama Alice melihat ke arah Pearl dan Pearl tersenyum kepada Alice.
“Kamu ambil jurusan bisnis manajemen, kamu suka?”
“Sebenarnya tidak tante, tapi aku dipaksa kedua orang tuaku, kalau aku tidak nurut ribet nanti urusanya,”
“Tidak apa-apa sayang, harusnya kamu tetap ikuti apa yang kamu mau, kalau kamu dengar orang lain kamu jadi jalaninnya setengah-setengah,”
“Iya sih tante, tapi orang tuaku tidak pengertian kayak tante, sayang banget andai aja tante mama aku, makasih ya tante berkat tante aku jadi percaya diri mengambil jurusan ini walau aku tidak suka, bye tante semoga kita bisa bertemu lagi,”
Alice tersenyum sontak Alice pergi dari hadapan Pearl, Pearl hanya senyum seketika Pearl baru ingat lupa nanya namanya, tidak lama Luis kembali ke hadapan mamanya.
“Ma,”
“Iya sayang, ada apa?”
“Mama kemana aja aku cariin tau dari tadi, aku kira mama tinggalin aku,”
“Tidaklah sayang ada apa, mama di sini aja kok habis mama capek kalau berdiri jadi mama duduk di sini sayang, maaf ya kamu sampai khawatir sama mama,”
Luis hanya senyum begitu juga dengan Pearl, tidak lama Luis menyodorkan surat terima mahasiswa baru dan mengambil jurusan yang sama dengan wanita cantik itu, bisnis manajemen Pearl tersenyum, Luis bingung ada apa.
“Tidak mama ngerasa lucu aja, ini kamu ambil bisnis manajemen sayang,”
“Iya ma,”
Pearl mengusap kepala Luis yang lagi serius isi data formulir, sambil melihat sekeliling yang ramai mau daftar juga.
“Alasan kamu ambil bisnis manajemen apa sayang?”
“Aku mau mengelola perusahaan lebih baik dari kak Ivano,”
“Waw bagus dong mama senang dengarnya tapi ingat jangan jadi persaingan ya, kalian itu sedarah tetap saudara sekandung paham maksud kamu apa sayang,”
“Iya ma, aku paham kok,”
Pearl tersenyum akhirnya handphone Pearl berdering dari Theo, Pearl mengangkat di depan Luis.
“Halo sayang, ada apa?”
“Kamu masih sama Luis sayang?”
“Iya masih ada apa sayang, kamu ada urusan sampai telepon aku?”
“Tidak, aku kangen aja sama kamu kalau kamu tidak sama Luis, aku mau minta kamu ke kantor temani aku, tapi kalau kamu masih sama dia tidak apa-apa kamu temenin dia dulu aja sampai emosi dia stabil, karena cuman kamu yang bisa buat dia menjadi penurut tanpa melawan,”
__ADS_1
Pearl hanya tersenyum sembari mengusap kepala Luis, Luis melihat ke arah Pearl dan Luis selesai isi formulir.
“Iyaudah nanti kalau udah selesai aku ke sana, ok sayang,
“Iya sayang bye hati-hati ya,”
“Ok sayang,”
Pearl mengakhiri telepon bersama Theo dan tidak lama akhirnya jalan ke arah Luis, Luis hanya diam dan menggendong mamanya.
“Ma, aku udah selesai aku mau ke sekolah Lia dulu, mama duluan aja mama mau ketemu sama pacar mama kan,”
“Haha dasar kamu, kamu beneran tidak mau bareng mama,”
“Tidak apa-apa ma, nanti aku naik kendaraan umum,”
“Udah tidak apa-apa, mama tidak tenang kalau tidak anterin kamu, please ya,”
Luis hanya menurut kepada mamanya, setelah di mobil Luis melihat ada kue kesukaanmu, sontak meminta berhenti.
“Mau mampir sayang?”
“Iya ma,”
“Ayo mama juga mau beli kue,”
Luis hanya senyum kadang hanya mamanya yang tidak pernah marah atau kasar sama Luis, mama selalu memperlakukan semuanya adil tidak kayak papa dan kakak, ada aja yang salah di mata mereka.
“Sayang mau beli apa? Ambil aja, sekalian ambilin Lia ya,”
“Iya ma,”
Luis mengambil makanan yang tidak pernah Pearl liat sontak Pearl jalan ke arah Luis, Luis terkaget.
“Kamu sejak kapan suka kue ulang tahun strawberry,”
“Hmm ini udah dari dulu ma, kenapa ma?”
“Mama tau kamu tidak suka cream, terus ini buat siapa hayo ngaku,”
Luis bingung harus jawab apa hanya menundukan kepala, Pearl hanya senyum sambil mengusap kepala Luis dan berbisik.
“Anak mama lagi jatuh cinta ya?”
Luis mendongak ke arah Pearl, Pearl senyum sembari mengusap pipi Luis, Luis yang awalnya takut malah jadi ingin berkata jujur kepada mamanya.
“Iya ma, aku suka sama wanita itu tapi wanita itu lebih tua dari aku, boleh tidak ma?”
“Haha tidak masalah sayang, asal kalian saling mencintai kenapa tidak, emangnya mama pernah larang anak mama yang ganteng ini untuk pacar yang sama umur, justru bagus lebih dewasa tapi kamu jangan terus bebanin dia ya, segera dapatkan dia biar kakak kamu malu,”
Pearl dan Luis saling ketawa satu sama lain, tidak lama akhirnya mereka selesai beli kue balik lagi ke mobil, sampai di sekolah Lia.
__ADS_1