
“Udah senang anak mami udah di beliin alat makeup,” tanya mami Pearl.
“Senang dong, makasih mami Lia selalu sayang mami,” jawab Lia.
Pearl hanya senyum setelah temanin beli alat makeup, akhirnya mereka makan di kafe kesukaan Lia, setelah duduk Pearl terus melihat Lia.
“Mami kenapa sih liat Lia terus, kayak aneh deh Lianya,” ucap Lia.
“Anak mami cantik jadi mami suka liat, emang mami tidak boleh liat Lia?” tanya mami Pearl.
“Boleh, cuman aku jadi salah tingkah di liat mami kayak gitu,” kata Lia.
Pearl hanya tersenyum, tidak lama selesai makan akhirnya mereka pulang kerumah, sampai dirumah wajah Pearl berubah menjadi bete.
“Sayang, kamu masuk dulu ya mami ada urusan,” kata Pearl.
“Iya mami,” jawab Lia.
Lia pergi masuk kedalam rumah, sedangkan Pearl hanya duduk di dekat teras rumahnya bersama Andi, yang terus menatap Pearl.
“Ada apa tujuan lu ke sini Andi?” tanya Pearl.
“Pearl, gua kangen sama lu apa salah gua kangen sama lu,” jawab Andi.
Pearl hanya menghela nafas melihat ke arah Andi, yang tidak tau malu setiap ketemu selalu bilang kangen akan mantan istri orang.
“Berhenti Andi! Gua selalu eneg tau tidak sama lu! Kenapa lu selalu bicara gitu, lu tau kan kalau gua sekarang udah janda terus mau lu apa! Sampai kapanpun Theo tidak bakal hilang di hati gua, mungkin sekarang Ivano sama Luis udah jadi anak sukses kali,”ucap Pearl.
“Lu janda, kenapa lu tidak sama gua, gua bisa kok cerain Rachel walau anak gua sekarang udah empat, gua tetap mau sama lu Pearl!” jawab Andi.
“Lu budeg apa gimana sih, walau gua janda gua tetap sayang sama Theo, tidak peduli bagaimana jahatnya Theo, lu harus ingat lu bisa jadi orang sekarang karena saham Theo, jangan ganggu gua lagi gua udah capek sama lu bye! Ini terakhir ketemu gua paham!” pekik Pearl.
Saat Pearl ingin pergi Andi menahan tangan Pearl dan mendekap Pearl dari belakang, Leo memberi foto kepada Theo, tidak lama akhirnya mereka saling melihat.
“Lepas! Gua tidak suka ya lu giniin gua, lu ganggu banget tau tidak!” pekik Pearl.
Pearl menampar Andi, Theo yang melihat foto itu hanya kesal mengepal tangan, sedangkan Andi hanya diam tidak lama Andi diam menundukan kepalanya ke arah bawah, Pearl masuk ke dalam.
“Leo, lain kali pria itu jangan sampai bisa masuk ke dalam rumah saya,” perintah Pearl.
__ADS_1
“Baik ibu Pearl maaf, saya lalai,” ucap Leo.
Pearl pergi ke kamar Lia, Lia hanya diam melihat maminya udah selesai bikin video, akhirnya Lia menghampiri maminya.
“Mami, kenapa?” tanya Lia.
“Tidak apa-apa sayang, mami capek aja ini mami mau tidur bentar di kamar kamu, boleh tidak sayang?” ucap mami Pearl.
“Iya mi, boleh kok untuk mami semuanya boleh,” kata Lia.
Pearl merasa senang memiliki Lia, sontak Lia mendekap Pearl dan Pearl mengecup Lia hingga tidur dengan nyenyak.
Pagi hari Pearl bangun, tidak lama Pearl melihat sekeliling dimana Lia, Pearl keluar dari kamar dan disapa oleh Lia.
“Pagi mami,” panggil Lia.
“Pagi sayang, mami ketiduran di kamar Lia ya?” tanya mami Pearl.
“Iya mi, tidak apa-apa kok Lia bisa tidur lagian kan kamar Lia, gede kasurnya jadi bisa tidur gampang aja untuk tidur mi,” ucap Lia.
“Makasih ya saang,” ungkap mami Pearl.
“Sayang kamu udah gede tapi makanya kayak gitu,” ucap mami Pearl.
“Maaf mami sengaja, biar mami liat,” jawab Lia.
“Dasar kamu, yaudah sarapannya lanjutin lagi habis itu ke sekolah mami mau mandi ada urusan, maaf ya hari ini mami tidak bisa nganterin kamu tidak apa-apakan sayang,” ujar mami Pearl.
“Iya mami tenang aja, aku tidak bakal nyusahin mami kok tenang aku udah dewasa, aku juga banyak pengawal kalau emang butuh mami, aku akan telepon mami ok mamiku yang cantik dan paling ku sayang,” tutur Lia.
Pearl tersenyum seketika mengingat perkataan Luis yang anak kecil, tapi bersifat dewasa apa kabar Luis sekarang ya Pearl hanya terdiam sembari tertegun.
“Mami, mami baik-baik aja?” tanya Lia.
“Baik-baik aja sayang,” jawab mami Pearl.
Selesai makan dan akhirnya Lia pergi ke sekolah di antar Pearl sampai di depan, setelah itu Pearl pergi bersiap-siap untuk ke kantor karena ada rapat.
Sampai di mall yang kemarin Pearl pergi bertemu dengan klien setelah selesai, Pearl berencana ingin memanjakan diri sembari melihat-lihat dan makan eskrim karena itu kesukaan kedua anak prianya.
__ADS_1
“Kak, beli eskrim setengah vanila dan coklat ya,” ucap Pearl.
“Baik kak,” jawab pegawai.
Pearl sembari menunggu melihat semua tempat penuh ada apa dengan hari ini, sampai akhirnya mengambil eskrim dan duduk dekat jendela.
Tok tok tok.
“Permisi tante,” kata Luis.
Pearl melihat ke arah Luis, seketika Pearl menanggis Luis bingung ada apa dengan Pearl, sampai akhirnya memberi sapu tangan berinsial namannya Luis.
“Ini tante,” ucap Luis.
“Makasih ya,” jawab Pearl.
“Tante aku boleh duduk sini,” ujar Luis.
“Iya boleh kok duduk aja,” sahut Pearl.
Luis duduk sembari membeli rasa eskrim yang sama dengan Pearl, Pearl hanya senyum sembari menatap ke arah Luis.
“Tante, tau tidak tante mirip banget sama mama saya, namanya Pearl,” kata Luis.
“Oh ya emang mama kamu kenapa, kok kamu tidak sama mama kamu?” tanya mama Pearl.
“Mama saya uda pisah sama papa saya, sekarang saya tidak tau apa kabar dia, demi melupakan dia saya sekolah di luarnegeri sampai lulus, sekarang saya balik ke sini mau cari mama tapi emang tidak ada tanda dari mama, mungkin mama udah lupa sama saya,” ujar Luis.
“Hmm kalau sekarang kamu ketemu mama kamu, apa yang kamu mau bicarain sama mama kamu?” tanya mama Pearl.
Luis hanya diam tidak bisa berkata apa-apa sontak menanggis, tidak lama handphonenya berdering Pearl yang melihat itu tidak tega.
“Luis tenang aja, dimanapun mama kamu berada dia pasti sayang kamu kok dan mungkin dia juga lagi rindu sama kamu,” ucap mama Pearl.
“Makasih tante, andai tante itu dia pasti aku orang paling bahagia,” ujar Luis.
“Luis hari ini ulangtahun kamu ya,” tanya mama Pearl.
Luis terheran kok tante ini tau kalau hari ini ulangtahun dirinya, Pearl tersenyum sembari mengenggam erat tangan Pearl, Luis sama sekali tidak bisa menolak perempuan ini anggap saja dia sebagai mamanya yang ia rindui.
__ADS_1