
"Sayang, anak papa kamu ngapain di perut udah tidak sabar ketemu mama sama papa ya," ucap Theo dengan senyum.
Pearl yang melihat sikap Theo membuatnya jatuh cinta akan dirinya, tidak lama akhirnya mereka hanya diam setelah itu Theo melihat ke arah Pearl.
"Tenang aja sayang, aku udah bicara sama anak kita, dia janji tidak bakal nyakitin kamu lagi, seorang laki-laki harus bertanggung jawab dengan apa yang dia lakukan, biar dari kecil dia terbiasa untuk selalu bertanggung jawab sayang," ucap Theo kepada Pearl.
"Apaan sih sayang, kamu itu lucu banget ada-ada aja tau gak," ujar Pearl kepada Theo.
"Hmm, kan apa yang aku bicarain benar bentar lagi juga kita ketemu dia, anak kesayangan papa harus bisa lindungin mama dan diri kamu ya, kalau papa lagi kerja kalau ada yang sakitin kamu kasih tau papa, biar papa habisin orangnya," kata Theo kepada Pearl.
"Sayang, kamu itu ada-ada aja dari tadi," ketus Pearl kepada Theo.
Theo hanya tersenyum melihat istri tercintanya bahagia, tidak lama akhirnya Theo membantu Pearl untuk tidur, setelah tidur.
Kebesokan paginya Theo bangun lebih dulu di banding Pearl, dikarenakan Theo harus bekerja sedangkan Pearl, ada kerja tapi lewat laptop.
"Hmm, Theo pasti udah pergi kerja sayang banget, padahal aku masih mau banyak cerita sama dia, yaudalah nanti aja jam makan siang aku baru telepon dia," gumam pearl.
Bibik masuk ke kamar Pearl, Pearl terlihat tersenyum saat tau itu bibik, tidak lama bibik membawa makanan dan juga bunga dari Theo.
"Ibu ini ada bunga dari bapak," ucap bibik.
"Hmm, Theo kebiasaan selalu aja romantis makasih ya bik," ujar Pearl.
Bibik hanya senyum sembari keluar dari ruangan kamar Pearl, sontak Pearl duduk melihat ke arah jendela dan bibik masuk kembali.
"Ibu," kata bibik.
"Kebetulan ada bibik, bik tolong bukain kaca bik saya mau hirup udara segar dan saya juga mau hirup bik, bisa tidak bik papah saya ke sana," ujar Pearl.
Bibik menurut kepada perintah Pearl, sampai akhirnya Pearl merasa hidup yang bahagia, menghirup udara segar nan juga pemandangan indah.
__ADS_1
"Sayang, nanti pas kamu udah keluar mama ajak kamu ke tempat-tempat indah ya sayang," ucap Pearl kepada perut yang di elusnya.
Pearl sontak sarapan dan tidak lupa kerja, sampai akhirnya selesai kerja, Andi dan Rachel saling berdekatan satu sama lain.
"Sayang," ucap Andi.
"Kenapa suami aku yang baik," ujar Rachel.
"Kamu pernah bosan tidak aku tinggal terus," kata Andi.
Rachel hanya diam dan menghelus kepala Andi, sembari Andi melihat ke arah Rachel dan Rachel mendekap dengan erat.
"Sayang, kalau aku bosan kamu cari nafkah emang aku mau makan apa? semua itu kan kewajiban kalau bukan kamu siapa lagi? aku, kan tidak mungkin yah aku harus sabar kalau mau suami aku bagus lalu baik masa depannya," tutur Rachel kepada Andi.
Andi yang mendengar itu hanya senang sontak senyum, tidak lama akhirnya mereka saling bertatapan sembari itu perut Andi bunyi.
"Sayang, kamu belum makan?" tanya Rachel dengan nada khawatir.
"Hmm, aku udah makan tapi masih lapar, kenapa gitu ya padahal makannya banyak loh itu semua masakan kamu aku bawa sayang, yang ada di meja makan," ucap Andi.
"Kamu jahat banget sih sayang suami sendiri di bilang tikus besar huhu aku sedih dengarnya," kata Andi kepada Rachel.
Rachel sontak mendekap Andi, Andi kaget saat Rachel melakukan demikian, tidak lama akhirnya Rachel menghelus kepala Andi.
"Aku bercanda doang kali, kalau gitu aku masakin ya tapi bantu aku bangun dong, berat banget badan aku sayang," ucap Rachel.
"Udah tidak usah tidak apa-apa, justru aku semangkin tidak enak kalau kamu lakuin itu ke aku sayang," kata Andi kepada Rachel.
"Jadi kamu tidak mau makan, nanti kalau kamu lapar tidak bisa tidur gimana?" tanya Rachel dengan khawatir.
"Tenang aku ada beli roti kalau aku lapar, aku bisa makan roti kalau aku lapar lagi aku masih bisa makan yang lain, ok sayang," ucap Andi kepada Rachel.
__ADS_1
Rachel hanya bisa diam dan pasrah kepada Andi, sampai akhirnya mereka hanya diam tidak lama diam, Rachel kembali tidur Andi makan masakanya sendiri, sampai akhirnya kerja setelah selesai kerja Andi ketiduran, Pearl mengirim pesan.
"Andi hari ini tidak usah datang, lu libur aja sebulan perusahaan biar gua yang handle lu istirahat yang baik aja ok, lebih banyak bermain sama Rachel, titip salam buat Rachel." kata Pearl.
Rachel yang tidak sengaja keluar dari kamar mencari Andi, tidak taunya Andi tertidur di ruang daput, setelah itu Rachel melihat handphone Andi berdering.
Rachel membuka pesan dari Pearl, Rachel hanya senyum sontak Rachel mengecup kepala Andi, setelah itu Rachel masak yang banyak untuk Andi, Andi bangun dengan makanan yang penuh di meja makan Andi kaget ada apa.
"Sayang, ada apa? kayaknya aku tidak ulangtahun kenapa kamu masak banyak banget," ujar Andi kepada Rachel.
"Ini semua aku masak buat suami aku tercinta bukan karena dia ulangtahun, tapi karena kerja keras dia untuk istri dan juga anaknya," ucap Rachel kepada Andi.
Andi masih tidak ngerti maksud dari ucapan Rachel, tidak lama Andi mendekap Rachel dari belakang.
"Sayang, aku sayang kamu," kata Andi dengan mengecup Rachel.
"Kamu kenapa sih? padahal aku tidak apa-apain kalau masak itu mah hal biasa kali, emang salah kalau aku ngelakuin hal itu," ujar Rachel kepada Andi.
Andi hanya mengeleng kepala sontak handphonenya berdering kembali, dari Theo.
"Halo Theo, ada apa?" tanya Andi dengan bingung.
"Hari ini, lu tidak usah ke kantor udah ada Pearl yang gantiin, lu udah dapat pesan dari Pearl kan," jawab Theo dengan nada santai.
Andi mangkin bingung ada apa dengan hari ini, sontak Andi membuka pesan dari Pearl, Andi hanya tersenyum mengecup Rachel.
"Udah tau kan sekarang, apa yang buat aku masak banyak untuk kamu," tutur Rachel kepada Andi.
"Makasih ya. sayang aku jadi tidak enak tapi aku senang," jelas Andi kepada Rachel.
"Kenapa juga sih sayang, aku tidak apa-apa kok lagian, aku ngelakuin ini pantas buat kamu, kan kamu suami aku, kalau bukan buat kamu, untuk siapa aku masak sayang," ketus Rachel kepada Andi.
__ADS_1
"Aku tau, tapi kamu kan lagi ngandung generasi kita, nanti kalau kamu kecapean gimana sayang?" tanya Andi kepada Rachel.
Rachel hanya diam sembari mendekap Andi, Andi merasa beruntung bertemu dengan Rachel, denganya menjadi sempurna dan bisa tetap bersahabatan dengan Pearl.