Dj Kesayanganku

Dj Kesayanganku
DJK PART 12


__ADS_3

"Theo," panggil Pearl dengan nada sedikit manja.


Theo merasa suara Pearl sangat imut sontak, Theo menaiki level dekapannya lebih erat lagi, tidak lama di tambah wajahnya yang memerah.


"Apa sayang," jawab Theo dengan tidak melihat muka Pearl.


"Aku sayang kamu," kata yang keluar dari mulut Pearl.


"Iya, aku juga lebih sayang kamu," ucap Pearl kepada Theo.


Kebesokan paginya mereka bangun dengan di balut selimut, tidak lama akhirnya Theo bangun dan bersiap-siap dulu, di sambut oleh Pearl.


"Kamu udah mau kerja ya?" tanya Pearl dengan nada kecewa.


"Iya, kenapa sayang kamu sedih kalau aku kerja," jawab Theo dengan pertanyaan Pearl.


Pearl hanya diam dan menarik selimut menutup wajahnya, Theo yang sadar sontak bergegas di atas Pearl yang lagi ditutup selimut sembari mengerakan jarinya dari arah dahi ke bibir manis Pearl yang ditutup dengan selimut lalu di kecup oleh Theo.


"Maaf ya, aku tau kamu marah tapi hari ini aku ada rapat penting, lumayan juga kalau aku dapat," ujar Theo kepada Pearl.


"Perusahaan kamu lebih penting ya daripada aku, yaudah deh kalau gitu sanah pergi," jawab Pearl dengan nada melemah.


Theo menarik selimut Pearl dengan pelan sembari melihat air mata Pearl jatuh di bawah matanya, saat Theo ingin menyeka Pearl menepis tangan Theo.


"Tidak perlu, aku bisa sendiri kamu pergi aja," ucap Pearl kepada Theo.


Theo menahan diri untuk tidak pergi sampai menghela nafas dan membuka laptop mengadakan rapat online saja melalui jarak jauh, Pearl merasa bahagia melihatnya tapi tetap tidur.


Selesai rapat Theo menutup laptop dan menghampiri Pearl, Pearl yang tertidur membuat Theo tersenyum melihat wajah Pearl yang manis.


"Sayang, aku pergi dulu ya kamu tidur aja sampai jumpa nanti malam," Kata Theo kepada Pearl.


Pearl menarik Theo dalam dekapannya Theo hanya diam tidak berkata apa-apa Pearl mengecup samping kepala Theo.


"Tidak boleh pergi dan daritadi aku tidak tidur cuman tidak mau ganggu kamu aja, kalau mau pergi aku ikut," ucap Pearl kepada Theo.

__ADS_1


"Kenapa tidak dari tadi bicaranya, senang liat aku rapat di laptop dan tidak tinggalin kamu," jawab Theo kepada Pearl.


"Senang banget berarti aku tidak perlu takut kamu ada oranglain, karena aku tau kamu cuman bucin sama aku doang tidak ada oranglain," kata Pearl sembari merangkul Theo.


Theo hanya senyum sontak Theo membantu Pearl untuk bangun dari tempat tidur, sedangkan Pearl masih manja kepada Theo.


"Kamu mau dimandiin emangnya? tidak apa-apa sih kebetulan aku juga mau mandiin kamu," ajak Theo kepada Pearl.


Pearl sontak kaget dan hampir terpleset di tangkap oleh Pearl, tidak lama Pearl terdiam lalu Theo membantu Pearl berdiri sembari merapikan rambut Pearl.


"Kenapa sih kamu selalu teledor hmm," tanya Theo kepada Pearl.


"Habis kamu bikin aku takut makannya aku jadi kepeleset," jawab Pearl kepada Theo.


"Hmm, ada-ada aja mau di antarin sayang?" kata Theo kepada Pearl.


Pearl hanya mengeleng kepala sontak Theo ketawa kepada Pearl, setelah selesai mandi akhirnya Theo ketiduran di kasur, Pearl selesaiĀ  mandi melihat ke arah Theo.


"Pria aku emang ganteng ya kalau lagi ngapain aja, beruntung aku punya kamu jangan pernah bosan sama aku ya sayang," ungkap Pearl kepada Theo.


"Kamu ya bisa-bisanya bohong tidurnya, kalau gitu aku tidak bakal bicara kayak tadi deh," ucap Pearl kepada Theo.


"Kok gitu sih berarti kamu tidak sayang aku dong perasaan sayangnya tidak tulus jadi kecewa," kata Theo sembari bangun dari tempat tidur.


Theo mengambil handphone dan membalas pesan klien, sedangkan Pearl di cuekin tidak lama Theo mengecup dahi Pearl.


"Sayang, aku pergi dulu ya kamu tidak mau ikutkan," ujar Theo kepada Pearl.


Pearl hanya diam sembari mendekap lengan Theo, Theo bingung ada apa sampai akhirnya mereka makan di meja makan, mama dan papa bingung kenapa mereka turunya telat.


"Kalian habis ngapain kok lama banget turunya," tanya mama kepada Theo dan juga Pearl.


"Iya ma, kita lagi bicara tadi dan Theo juga rapat di kamar," jawab Pearl kepada mamanya.


"Oh mama dan papa sudah berpikir yang tidak-tidak aja tadi," kata mama kepada Pearl dan juga Theo.

__ADS_1


Pearl hanya diam tidak lama selesai makan, mereka pergi bersama tapi selama di dalam perjalanan mereka hanya diam, seketika Theo melihat ke arah Pearl lalu Pearl tetap melihat pemanangan sampai di kantor.


"Pearl," panggil Theo kepada Pearl.


Sontak Andi mendekap Pearl dengan erat, Pearl hanya diam Theo sebagai suami merasa kesal melihat istrinya di peluk pria lain.


"Pearl, kamu kemana aja aku khawatir sama kamu," ujar Andi kepada Pearl.


"Kamu gimana kabarnya? kenapa kamu udah keluar, bukannya kata dokter kamu harus pemulihan," ucap Pearl kepada Andi.


"Aku udah sembuh kok, obat aku kan kamu jadi ngapain jauh-jauh cari obat," kata Andi kepada Pearl.


Theo yang mendengar itu merasa tidak senang sontak menarik Pearl dalam pelukannya dan Andi bingung, siapa pria ini sembari menatap dingin.


"Andi, kenalin ini Theo dia suami gua," ungkap Pearl kepada Andi.


Andi merasa tidak yakin sampai akhirnya mencoba mendekap kedua pundak Pearl dan melihat ke arah Pearl dengan tatapan dalam penuh arti.


"Kamu tidak serius kan, kok bisa kamu punya suami di pasca aku di rumah sakit," tanya Andi kepada Pearl.


"Andi, ini serius aku udah ketemu dia sebelum kamu di rumah sakit, aku udah suka lama sama dia jadi aku harap kamu bisa jaga sikap kamu ke aku dan juga suami aku permisi," ujar Pearl kepada Andi.


Pearl jalan bersama dengan Theo, Theo hanya diam sampai diruangan Theo, Theo kembali serius kerja tidak mau menanyakan hal tadi.


"Theo, soal tadi dia cuman sahabat aku jangan di pikirin, kalau dia ganggu lagi akan aku selesain sendiri dengan cara aku, terimakasih kamu tidak berantam tadi," tutur Pearl kepada Theo yang serius kerja.


Theo sontak meninggalkan pekerjaanya jalan menghampiri Pearl, Pearl hanya diam tidak berkata apa-apa saat Theo di atas Pearl, Pearl melihat ke arah Theo.


"Kamu sadar tidak kalau dia suka sama kamu," tanya Theo kepada Pearl.


Pearl hanya menganggukan kepalanya, karena muka Pearl terlalu manis akhirnya Theo hanya mengecup dahi Pearl dan menghelus pipi Pearl.


"Pft, kamu curang selalu pakai wajah imut kamu yang buat aku tidak berani, untuk tindas kamu," kata Theo kepada Pearl.


Pearl merasa senang memiliki suami seperti Theo, sontak Pearl mendekap Theo dengan erat Theo kaget melihat kekuatan Pearl.

__ADS_1


__ADS_2