
“Kamu pasti suka ini ya Luis?” tanya mama Pearl.
“Tante, punya anak pria ya kok kayaknya tante tau apa yang Luis suka?” jawab Luis.
“Iya tante punya anak pria, tante sayang banget sama dia dan tante senang kalau dia udah jadi orang yang sukses sekarang, ternyata kedewasaan dia dari kecil sampai sekarang tidak berubah,” ucap mama Pearl.
“Terus tante kok tidak sama dia malah sama aku, emang dia tidak cemburu sama aku tante,” ungkap Luis.
Pearl tersenyum sembari menghelus kepala Luis, setelah membeli kado akhirnya mereka pergi makan karena tadi cuman makan eskrim.
“Ayo makan,” ajak mama Pearl.
“Tante belum jawab pertanyaan aku tadi,” ucap Luis.
“Sayang, ini mama masa kamu tidak sadar sih? Emang mama harus kasih liat foto kecil kamu biar kamu sadar ini mama, kalau bukan mama siapa yang tau kesukaan kamu, mama tidak tau kamu sekolah di luarnegeri tapi mama bangga sama kamu, keputusan mama suruh kamu ikut papa kamu itu bukan salah, maafin mama kamu boleh benci mama sayang,” kata mama Pearl.
Luis kaget saat melihat foto kecil bersama mamanya, sontak menanggis dan mendekap mamanya dengan erat.
“Ma, Luis kangen banget sama mama,” ungkap Luis.
Luis berbicara dengan terisak-isak, sedangkan itu Pearl juga mengelus kepala Luis sembari mengecup kepala Luis.
“Iya sayang, mama juga sayang kamu,” kata mama Pearl.
“Luis tidak pernah benci mama, justru Luis selalu benci sama diri Luis harusnya pada saat itu Luis menahan mama bukan biarin mama pergi, tapi liat mama sekarang di depan Luis, Luis tidak bisa lagi untuk membiarkan mama pergi,” ungakap Luis.
“Maaf sayang, mama tidak bisa mama udah mempunyai kehidupan sendiri mama harap kamu, papa kamu dan juga kakak kamu selalu hidup baik dan layak ya mama senang kalau kalian bahagia,” ucap mama Pearl.
Luis mendorong pelan mamanya sembari melihat ke arah mamanya dan mendekap tangan mamanya dengan erat.
“Mama udah punya suami baru?” tanya Luis.
“Luis kamu bicara apa sih sayang ada-ada aja kamu,” kata mama Pearl sembari ketawa.
“Terus kenapa ma, ayo pulang ma kakak pasti senang liat mama apalgi papa, papa jadi jarang makan teratur ma, selama ditinggalin mama, papa jadi kurus dan selalu mikrin kerja untuk fokus ngebesarin ktia,” ucap Luis.
__ADS_1
Pearl yang mendengar itu sedih dan merasa dirinya tidak guna, setelah itu Luis tetap menahan mamanya untuk pergi, akhirnya Pearl mengalah dan mengajak makan setelah selesai makan ke sekolah Lia.
“Itu adik kamu, Lia namanya pas mama pisah sama papa kamu, mama mengalami mual-mual dan tinggal sendiri tanpa orang yang merawat mama, adik kamu udah umur 10 tahun sekarang, kamu udah punya adik cewe mama tau kamu tidak suka sama adik cewe,maafin mama ya udah terlanjur hamilin adik kamu, kamu tidak benci dia kan sayang?” tanya mama Pearl.
Luis yang melihat Lia hanya diam dan turun dari mobil, sembari mendekap Lia, Lia bingung siapa pria ganteng ini tidak lama Lia hanya diam karena dia ganteng jadi yaudah biarin aja, masuk ke dalam mobil.
“Mami, kakak ganteng ini siapa? Kenapa dia peluk aku,” tanya lia.
“Ini kakak kamu sayang namanya, Luis,” ucap mama Pearl.
“Hai tuan putri, ini kak Luis panggil kakak Lui aja ya tapi terserah kamu,” kata Luis sambil senyum.
Kadang Lia mikir kok bisa pria seganteng dirinya menjadi kakaknya, dia mimpi apa semalam bahkan kalau ini mimpi dirinya juga akan menghargai mimpi tersebut.
“Mi, kakak di sini tinggal sama kita apa gimana?” tanya Lia.
“Tidak, kakak kamu tinggal sama papi kamu di kota,” jawab mami Pearl.
Lia merasa kecewa saat tau kalau dirinya dan kakaknya tidak tinggal bersama, tidak lama akhirnya lia kembali diam, Luis mendekap Lia.
Lia hanya tersenyum baginya bisa mengenal kakak kandungnya aja bisa sesenang ini apalgi kalau seadainya bisa tinggal di rumah yang sama selamannya.
“Iyaudah Luis, kalau gitu kamu pulang aja,” ucap mama Pearl.
“Ma, Luis masih rindu mama,” jawab Luis.
“Sama sayang tapi tidak bisa nanti papa kamu khawatir sama kamu, mama tidak mau kalau papa kamu sampai khawatir sama kamu,” ungkap mama Pearl.
“Ma, kenapa kalau mama rindu papa mama cuman bisa pendam, papa dan mama itu merasakan hal yang sama emang susah ya untuk jujur satu sama lain,” ketus Luis.
Pearl hanya diam sembari mengepal tangan membelakangi Luis dengan menaggis yang terisak-isak, Luis mendekap mamanya dengan erat dari belakang.
“Ma, udah jangan sedih lagi ada aku, sama kak Ivano akan bikin gimana caranya kalian bersama lagi, tidak peduli gimana ceritanya ok ma,” tutur Luis.
Pearl hanya diam dan tetap berdekapan dengan Luis, sampai akhirnya Luis makan dirumah Pearl,
__ADS_1
Pearl tersenyum.
“Sayang makan yang banyak ya,” ajak mama Pearl.
“Ya mama makasih ya mama,” jawab Luis.
Luis selesai makan akhirnya Lia mendekap Luis, tidak lama Luis pergi dengan mendekap Pearl, tidak lama Luis melihat mamanya.
“Ma, jangan lupa sama janji aku ya,” kata Luis.
“Janji apa?” tanya mama Pearl.
“Tuhkan mama,” ucap Luis.
Pearl hanya tersenyum sembari menganggu Luis, akhirnya Pearl mengiyakan Luis, sampai akhirnya Luis pergi dari hadapan Pearl.
“Mi, kenapa kak Luis tidak ikut kita,” tanya Lia.
“Iya dia ikut sama papi kamu, kan mami udah bilang sayang,” jawab mami Pearl.
Lia hanya menghela nafas masuk ke dalam rumah tidak lama akhirnya Pearl mencoba untuk menghibur Lia, sampai akhirnya Lia mendekap Pearl.
“Maafin Lia mi, lain kali Lia tidak bakal bicara gitu lagi sekali lagi maafin Lia ya mi,” ucap Lia.
“Tidak apa-apa sayang ini bukan salah kamu, tapi ini salah mami, mami yang terlalu gengsi untuk balik ke papi kamu, walau sebenarnya sekarang mami juga rindu akan dirinya, mami bingung harus gimana,” ujar mami Pearl.
Lia mencoba membuat Pearl tersenyum tidak lama, Pearl tersenyum setelah selesai akhirnya Lia merasa lelah dan tidur, sedangkan Pearl mencoba untuk tidur sembari mendekap fotonya bersama Theo.
“Pa, Luis pulang,” ucap Luis.
“Luis kamu kemana aja?” tanya papa Theo.
“Luis tadi ke mall, tapi tidak ada papa sama kakak terus papa tebak tadi Luis ketemu sama wanita cantik,” ujar Luis.
“Eh kamu jangan macam-macam ya Luis, kakak kamu belum nikah,” kata papa Theo.
__ADS_1
Ivano hanya tersenyum tidak lama handphonenya berdering dari Katy, setelah itu Ivano mengangkat telepon, Luis yang melihat hanya diam.