
"Sayang, aku tau aku ganteng jangan di liatin gitu kali," ucap Theo.
Pearl hanya mendecik lalu kembali kerja sedangkan Theo hanya tersenyum sembari bermain dengan Ivano, Rachel dan Andi sudah keluar dari rumah sakit.
"Sayang, kamu harus selalu jaga kesehatan kamu ya," ucap Andi.
"Iya makasih sayang," ujar Rachel.
Handphone Andi berdering dari kantor, sontak Rachel dan Andi pergi ke arah mobil bersama sembari itu Andi terus teleponan di kantor, tetapi Rachel merasa udah saatnya anaknya mau keluar.
Andi mematikan telepon tanpa berkata apa-apa, sontak Andi membantu istrinya untuk melahirkan masuk keruangan lahiran, walau Andi takut melihat orang melahirkan tetap masuk untuk semangatin istrinya.
"Sayang," kata Rachel
"Hmm, apa sayang," jawab Andi.
"Kamu kenapa pucat gitu," ucap Rachel.
"Aku takut, tapi aku tahan demi anak kita dan aku malu sama anak kita kalau aku takut," tutur Andi.
Rachel yang mendengar itu merasa senang, tidak lama anaknya wanita setelah itu di beri bernama Valen, seketika orangtuanya tersenyum melihat anak mereka.
"Anak kita mau di kasih nama siapa sayang," tanya Rachel.
"Balen," ucap Andi.
"Ngawur, Valen aja aku mau dia cantik secantik nama dia dan menurut apa kata orangtua, serta menjadi anak yang berbakti," ujar Rachel.
Andi yang mendengar itu ikut senang, sontak Andi mengirim foto mereka bertiga kepada Pearl, Pearl yang tengah kerja paling benci di ganggu saat liat tersenyum.
"Theo! sayang!" teriak Pearl mencari Theo.
Saat ketemu Theo, ternyata Theo tidur bersama Ivano, Pearl foto mereka berdua sontak merasa senang melihatnya, Pearl mengecup keduanya di kening.
"Mama sayang kalian," tutur Pearl.
Theo sontak menarik tangan Pearl dan Pearl langsung ada di pelukan Theo, Theo tersenyum melihat ke arah Pearl dan Pearl memukul kecil kepada Theo.
__ADS_1
"Theo kalau depan anak kita jangan bermesraan gitu, tidak enak di liat orang takutnya nanti kamu kebiasaan gimana sih kamu," ucap Pearl.
"Aku bingung deh sama kamu sayang, kamu bicara gini seolah-olah aku bukan papanya Ivano, ada apa sih sama kamu," tanya Theo.
PearlĀ yang mendengar itu sontak kaget dan merasa apa benar ya yang udah di lakuin dirinya salah terhadap Theo, sampai akhirnya Pearl mencoba pergi di kejar oleh Theo keluar dari kamar Ivano.
Pearl menahan Theo sembari Pearl mendekap Theo dari belakang.
"Sayang, aku minta maaf aku emang lagi banyak pikiran di perusahaan aku, aku mau minta tolong sama kamu, tapi tidak mungkin aku minta," ucap Pearl.
Theo menarik tangan Pearl dengan lembut sembari jalan ke arah kamar mereka.
"Kamu mau aku bantu apa?" tanya Theo.
Pearl hanya mengeleng kepala tidak lama akhirnya mereka diam aja, Theo mendekap kedua pundak Pearl.
"Sayang, bicara dong kalau kamu tidak bicara aku tidak bisa bantu kamu," ujar Theo.
"Theo, aku tau kamu sayang aku, tapi kasih aku kesempatan ya, aku mau coba sendiri, nanti kalau emang tidak bisa aku akan minta bantuan kamu sayang boleh kan" ungkap Pearl.
Theo mengecup Pearl di kening,pipi,hidung dan juga, Pearl menahan tangan Theo.
"Iya sayang, maaf aku terlalu terburu-buru ya," ucap Theo.
Theo melepas dekapan pundak Pearl, Pearl menahan tangan Theo dan mengambil tangan Theo, untuk dia taro di pipinya.
"Kenapa hangat banget ya bisa tidur di tangan kamu," ujar Pearl.
"Semua di diri aku punya kamu kok, kenapa kamu masih sungkan aja sama aku sayang," kata Theo.
Pearl menanggis mendengar Theo berkata demikian, setelah itu Theo mendekap Pearl dengan erat.
"Sayang, nangis aja kalau hal itu bisa buat kamu lega, aku juga senang kalau kamu bisa merasa lega," ucap Theo.
"Makasih ya sayang, aku selalu bersyukur punya kamu walau kadang, aku merasa kayak mimpi punya kamu dalam hidup aku, sekali lagi makasih sayang aku cinta kamu," ujar Pearl.
"Kamu bicara apa sih aku yang bersyukur punya kamu dan juga Ivan, aku sayang kalian," tutur Theo.
__ADS_1
Pearl mendekap Theo dengan erat, sampai tidur semalaman kebesokan paginya, Pearl bangun melihat ada Theo di sebelahnya seketika Pearl mendekap Theo.
"Theo, maaf ya aku ambil keuntungan dari kamu, kadang dekap kamu kayak gini bisa menjadi semua beban hilang," ucap Pearl.
"Iya, aku juga suka kok kalau kamu dekap terasa dekat dan tidak jauh sama kamu sayang," ujar Theo.
Pearl kaget saat tau Theo udah bangun seketika Pearl menutup wajahnya menahan malu dengan Theo, Theo hanya tersenyum dan menyentuh tangan Pearl yang menutup wajahnya.
"Sayang, kamu kenapa? malu sama aku," tanya Theo.
Pearl hanya menganggukan kepala setelah itu Theo mengecup tangan Pearl, Pearl sontak pelan-pelan melepaskan kedua tanganya dari wajahnya.
"Tidak usah malu sama suami sah kamu, aku aja senang kalau kamu bisa merasa malu sama aku," kata Theo.
"Oh ya Ivano, bentar ya Theo," ucap Pearl.
Pearl sontak pergi dari hadapan Theo, Theo hanya tersenyum melihat sisi keibuan yang di miliki Pearl, tidak lama akhirnya Pearl memberi susu kepada Ivano.
Theo sedang kerja di ruang kerja sembari makan, selesai makan Pearl makan dan membawa makanan keruang kerja Theo, tok tok tok.
"Masuk," ucap Theo.
"Sayang, aku bawain kamu makanan," ujar Pearl.
"Makasih sayang, aku lagi ada rapat makananya taro situ aja aku udah makan sih dikit tadi, tapi makasih ya kamu udah perhatian sama aku," kata Theo.
Pearl hanya diam dan duduk di sebelah Pearl, Pearl sedang melihat cara kinerja kerja Theo, Theo melihat ke arah Pearl, tapi Pearl tidak sadar sampai akhirnya Theo mematikan kamera dan juga mikrofon, Pearl melihat Theo, Theo sontak mengecup Pearl.
"Theo, kamu kenapa sih?" tanya Pearl dengan kaget.
"Lagian kamu ngapain ganggu aku lagi rapat, siapa suruh muka kamu imut," ujar Theo.
"Ih, aku tidak ngapa-ngapain Theo, aku cuman mau liat cara kinerja kerja kamu maaf kalau aku lancang, aku mau coba kembangin untuk perusahaan aku," ucap Pearl.
Pearl menundukan kepalanya tidak lama Theo hanya tersenyu sembari menaikan dagunya ke arah mata Theo, Theo melihat dengan senyum.
"Emangnya aku tau kalau kamu tidak bilang, terus kenapa kamu kayak takut sama aku, emang aku bisa makan kamu walau sebanrnya aku mau makan kamu huh!" ejek Theo kepada Pearl.
__ADS_1
Pearl mendorong Theo dengan kencang, sehingga Theo hampir jatuh tidak lama Theo hanya ketawa sembari menyalakan kamera dan juga mikrophone balik ke mode serius di ruang rapat.