Dj Kesayanganku

Dj Kesayanganku
DJK PART 24


__ADS_3

"Sayang, kenapa kok kamu liat aku lagi?" tanya Pearl dengan kesal kepada Theo.


"Tidak ada apa-apa kok cuman aku bangga aja milik kamu," ucap Theo kepada Pearl.


"Hmm, aku juga bangga ada kamu di hidup aku, udah bos gede tapi masih sempat ke sini, kamu kayak tidak ada kerjaan sayang," kata Pearl kepada Theo.


Theo hanya tersenyum sembari makan, selesai makan akhirnya Theo bergegas mau pergi lagi, tapi di hadang oleh Pearl dan Theo merasa gemes dengan Pearl.


"Ada apa sayang, aku tidak boleh pergi ini ceritanya harus temanin kamu terus, kamu bisa punya sisi lucu juga ya," ucap Theo kepada Pearl.


"Tidak gitu, kamu kok cepat banget ada rapat ya kalau emang ada rapat tidak apa-apa, kamu pergi aja tapi ingat harus hati-hati ya, tidak boleh buru-buru paham," ujar Pearl kepada Theo.


Theo tersenyum sembari mengecup dahi Pearl, Pearl tersenyum dengan sikap Theo tidak lama Pearl menemani Theo sampai keluar perusahaan dan masuk ke dalam mobil Theo, sembari melambai tangan ke arah mobil Theo yang sudah melaju dengan jauh.


Theo pergi tidak lama Andi datang dengan muka sedih serta bingung, Pearl tanpa salah memanggil Andi dengan muka senyum seperti biasa.


"Eh, Andi habis darimana? udah makan siang," tanya Pearl dengan nada biasa aja.


Andi hanya diam dan menganggukan kepala, setelahnya pergi meninggalkan Pearl, Pearl bingung ada apa tidak lama akhirnya mereka kembali kerja di tempat masing-masing.


Selesai kerja Andi pulang duluan tanpa menunggu Pearl, sontak Pearl melihat ruangan Andi udah tidak orang terpaksa Pearl harus mengunci semua pintu, tidak lama Theo datang membantu Pearl.


"Sayang," panggil Theo kepada Pearl.


"Iya sayang, ada apa," jawab Pearl kepada Theo.


"Kamu hari ini mau pulang kerumah tidak, emang kamu tidak kangen tidur satu ranjang sama aku," ucap Theo dengan muka melas.


Pearl yang melihatnya sontak memukul pelan ke arah lengan Theo, tidak lama Theo hanya tersenyum selesai itu sampai di rumah Theo.


"Ayo turun," ujar Theo kepada Pearl.

__ADS_1


Pearl turun tanpa berkata apa-apa sontak Theo mengendong Pearl, Pearl bingung ada apa dengan Theo hari ini saat sampai di kamar mereka bersih-bersih, sontak Theo menunggu di atas kasur dengan baju handuk yang di kenakanya, sedangkan Pearl memakai baju tidur.


"Kamu ngapain pakai baju handuk kayak gitu, tidak dingin emangnya?" kata Pearl sembari menarik kasur.


"Tidak, kan ada kamu yang hangatin kenapa harus pakai handuk lagi," ungkap Theo sembari membisik di kuping Pearl.


Pearl mendorong Theo karena ulahnya yang sangat iseng, tanpa sadar Pearl tidak sengaja menyakiti Theo sampai akhirnya Pearl merasa kasihan kepada Theo.


"Sayang maaf sakit ya," ucap Pearl dengan nada khawatir.


"Tidak kok, aku tidak sakit kalau ada kamu di samping aku," kata Theo dengan melihat wajah Pearl.


Pearl terdiam tidak lama Pearl lupa mengabari soal Andi, Andi terus menunggu Pearl di apartemen sampai akhirnya Andi memutuskan tidak tidur dan membuka perusahaan lebih awal.


Sedangkan Pearl masih tidur dalam dekapan Theo, Theo sembari mengecup Pearl tidak lama Pearl bangun sontak mengambil handphone banyak pesan dari Andi yang membuat dirinya bergegas membalas pesan lalu menganti pakaian kerja.


Theo bingung dengan sikap Pearl mengapa begitu terburu-buru padahal, hari ini kan hari minggu saat selesai bergegas, Theo mendekap Pearl dari belakang.


Pearl yang mendengar suara lembut seperti itu membuatnya luluh dan tidak bisa berbicara banyak sontak melepas dekapan Theo menghadap Theo.


"Aku mau pergi ke perusahaan aku boleh kan sayang," kata Pearl dengan nada takut.


"Boleh, tapi kamu sarapan dulu ya selesai sarapan aku antar, gimana?" jawab Theo dengan senyum hangat.


Pearl menganggukan kepala, serasa hatinya bersama Theo sudah bersatu dan tidak akan goyah  lagi, selesai sarapan mereka pergi ke perusahaan.


Dalam perjalanan Pearl lebih banyak diam sampai Theo merasa ada yang tidak beres dengan Pearl, sontak sampai di perusahaan Pearl, Theo mengecup Pearl lalu Pearl melihat ke arah Theo.


"Semangat kerjanya sayang, kalau udah selesai kabarin aku ya nanti aku datang bye," ucap Theo kepada Pearl.


Pearl yang melihat sikap manis Theo tidak dapat membuatnya marah, tidak lama akhirnya Pearl keluar dari mobil Theo sontak bertemu Andi.

__ADS_1


"Andi maaf semalam gua tidak pulang, gua tidur di rumah Theo," ungkap Pearl dengan perasaan tidak enak.


"Iya tidak apa-apa kok, itu kan suami lu sah-sah aja kan kalian ada status, kenapa lu kasih tau gua," ujar Andi kepada Pearl.


Andi senyum tidak senang sampai akhirnya Andi diam aja dan balik kerja ke hadapan Pearl, tidak lama akirnya Pearl merasa tidak enak juga dengan Andi.


Setelah selesai semuanya kembali kerja akhirnya, mereka diam aja tidak lama selesai kerja sampai akhirnya makan siang, ada yang mengetuk pintu ruangan Pearl.


"Theo, kok kamu ke sini ada apa sayang," tanya Pearl kepada Theo.


"Ajak kamu makan, kamu lapar kan wanit aku tidak boleh kurang makan, kalau dia kurang makan nanti aku sedih makanya itu, aku datang ke sini ajak kamu makan," ucap Theo kepada Pearl.


Theo duduk di depan Pearl, tidak lama akhirnya mereka makan bersama setelah itu Pearl hanya menghela nafas, tidak lama akhirnya Theo mengecup Pearl.


"Theo, ih! kebiasaan deh," ujar Theo kepada Pearl.


Theo hanya tersenyum sembari melihat ke arah wajah Pearl yang memerah karena dirinya, tidak lama Theo mendekap Pearl.


"Sayang, aku sayang banget sama kamu tapi aku ngerasa kamu mangkin jauh dari aku, ada apa sih kamu ada masalah kalau ada kasih tau aku biar aku beresin buat kamu," ucap Theo dengan nada lembut sembari melihat ke arah Pearl.


Pearl hanya diam sembari merasa tidak enak kepada Theo, sembari mendekap tangan Theo dengan erat dan senyum yang palsu.


"Aku tidak apa-apa Theo, kamu jangan terlalu pikirin aku ya kalau aku ada apa-apa pasti aku kasih tau kamu kok, tenang aja ya," ungkap Pearl dengan Theo.


Theo hanya senyum tidak lama handphonenya berdering dan harus kembali ke kantor, Pearl tidak mengantar hari ini karena merasa tidak enak dengan Andi.


"Sayang, maaf ya hari ini aku tidak bisa nganterin soalnya kerjaan aku lagi sibuk banget," ucap Pearl dengan senyum khawatir.


"Iya tidak apa-apa yang penting kamu udah makan, itu udah cukup nanti aku jemput ya kalau udah selesai," kata Theo dengan semangat.


Theo pergi keluar dengan melihat ke arah Andi, tidak lama sampai ke perusahaanya dan  menyuruh asistenya untuk mema-matai Andi lalu juga Pearl.

__ADS_1


__ADS_2