
Bel masuk kelas berbunyi.
“Ayo masuk kelas,” ajak Ivano.
Katy hanya menganggukan kepala dan masuk kelas bersama Ivano, itu adalah hari terindah bagi Katy andai aja waktu bisa berhenti, sayangnya waktu terus berjalan, sampai di kelas.
“Masuk,” ucap Ivano.
Katy masuk ke kelas dan merasa senang, tidak lama Wendy mengacau Katy, seketika guru tidak masuk akhirnya harus pulang cepat, Katy yang naik motor ke sekolah berhenti di depan Ivano.
“Ivano,” panggil Katy.
“Humm, kenapa?” kata Ivano.
“Mau pulang bareng tidak,” jawab Katy.
Pengawal tuan Ivano datang sontak Ivano melihat ke arah pengawal, Katy hanya diam dan bingung siapa yang Ivano hilang.
“Tuan muda, maaf kami telat,” ucap pengawal.
“Iya tidak apa-apa, makasih Katy mungkin lain kali gua duluan,” jawab Ivano.
Ivano jalan dengan gagah dan tampan seperti biasanya tanpa menunjukan rasa sombong, Katy bingung siapa Ivano dan kenapa dirinya di panggil tuan muda.
“Tuan,” ucap pengawal.
“Ada apa,” kata Theo.
“Ada wanita yang mendekati tuan muda, namanya Katy,” ujar pengawal.
Theo sontak berhenti mengerjakan semua pekerjaan sontak berdiri melihat ke arah jendela, dan berpikir wanita yang mana berani mendekati anaknya.
“Cari tau informasi tentang wanita itu secara lengkap dan menyeluruh,” perintah Theo.
“Baik tuan,” jawab pengawal.
Theo merasa frustasi hingga bingung harus bagaimana, ia senang anaknya menyukai perempuan hanya saja latar belakangnya harus jelas, kalau tidak akan di salah gunakan dengan status.
“Mama, aku pulang,” ucap Ivano.
Pearl memasak dan Ivano kaget sontak Ivano mengecup pipi Pearl, sembari Pearl tersenyum dan menyeka keringat mamanya.
“Mama capek ya, Ivano bantu ya kasihan mama,” ujar Ivano.
“Tidak apa-apa sayang, mama tidak capek kok mama sengaja mau masak buat kamu, papa dan adik kamu,” kata mama Pearl.
__ADS_1
“Mama kok tau kalau aku kangen sama masakan mama,” ungkap Ivano.
“Loh? Bukannya masakan bibi lebih enak daripada masakan mama,” tanya mama Pearl.
Ivano hanya diam sembari berbisik ke mamanya, mamanya hanya senyum menghelus kepala Ivano tidak lama mengecup.
“Udah sana ganti baju, nanti keluar kalau udah selesai kita makan bareng sambil tunggu papa kamu pulang, harusnya bentar lagi papa kamu pulang,” kata mama Pearl.
“Ok ma,” jawab Ivano.
Pearl merasa tidak enak dengan Theo, udah beberap lama ini dia mendiamkan Theo, akan sebaikanya mereka berdamai.
“Sayang, hari ini kamu pulang cepat ya aku masak buat kamu dan keluarga kita, kalau kamu telat aku marah,” tegas Pearl.
“Ok sayang, lagi di jalan aku juga kangen sama istri aku yang cantik apalagi makanannya, pasti aku nambah terus,” jawab Theo.
Pearl yang mendengar Theo berkata demikian membuatnya semangat untuk masak yang banyak tidak lama Luis keluar dari kamar.
“Sayang,” pangil mama Pearl.
“Apa ma,” jawab Luis.
“Gimana sekolah kamu banyak teman tidak?” tanya mama Pearl.
Pearl yang mendengar itu sembari senyum dan mengecup kepala Luis, walau Luis terlihat dewasa tapi di dalam dirinya tetap anak kecil yang mengemaskan.
“Luis, Ivano papa pulang,” teriak papa Theo.
Kedua anak sontak mendekap papanya, Pearl hanya diam dan tidak berkata apa-apa, tidak lama Theo tersenyum.
“Sayang,” panggil Theo.
“Aku kira aku tidak di anggap udah mau kabur aja tadi,” ucap Pearl.
“Maaf ya sayang, aku terlalu senang tadinya mau kasih kamu kejutan tapi kamu keburu bete duluan, jadi aku kasih kamu sekarang aja ya sayangku,” kata Theo.
“Ini kado pernikahan kita, kok kamu masih ingat aku kira kamu udah lupa,” tutur Pearl.
Theo hanya tersenyum kepada Pearl dan merangkul semua keluarganya ke meja makan, sampai di meja makan suasana hening lalu menyantap makanan masing-masing, selesai makan.
“Ivano, keruangan papa, papa mau bicara sama kamu, penting!” perintah papa Theo.
Ivano bingung ada apa sepertinya dirinya tidak melakukan kesalahan apa-apa di sekolah, kenapa papa terlihat lebih keras dan galak.
“Mama, papa kenapa?” tanya Luis.
__ADS_1
“Tidak tau sayang, mungkin papa mau bicara empat mata aja sama kakak kamu, Luis tenang ya temanin mama makan aja mau tidak,” ucap mama Pearl.
“Ok mama sayang,” ujar Luis.
Pearl juga khawatir ada apa selama dirinya merasa takut kepada mantan kekasihnya, keluargnya jadi banyak masalah dan Pearl menyalahkan dirinya sendiri.
Kantor papanya Theo, Ivano melangkah dengan bingung ada apa, apa papanya marah akan dirinya sedangkan dirinya tidak melakukan apa-apa.
“Ivano duduk,” ucap papa Theo.
Ivano patuh akan perintah papanya, tidak lama Ivano duduk di depan papanya sembari melipat kedua tangan dan menunduk ke arah bawah.
“Ivano,” panggil papa Theo.
“Iya pa, ada apa?” jawab Ivano.
“Kamu tau kenapa papa panggil kamu ke sini, ada urusan apa,” kata papa Theo.
Ivano hanya diam tidak bisa berkata apa-apa dan terus menunduk, seketika Theo menghelus kepala Ivano dan Ivano melihat ke arahnya.
“Sayang, papa tidak marah hanya mau bicara tegas aja sama kamu,” ucap papa Theo.
Ivano sontaka melihat ke arah Theo dan Theo tersenyum, sembari itu Theo melipat kedua tangan sembari menatap Ivano.
“Pintar anak papa,” ucap papa Theo.
“Ada apa papa, panggil Ivano?” jawab Ivano.
“Hmmm Ivano tau tidak, papa cari Ivano karena apa,”ujar papa Theo.
“Tidak tau makanya ke sini tanya papa, ada apa pa,” kata Ivano.
Theo hanya senyum sontak berdiri akhirnya Ivano melihat ke arah Theo, tidak lama Theo kembali duduk di hadapan Ivano.
“Jadi gini, papa dengar kamu dekat sama wanita ya? Namanya Katy apakah itu benar,” tanya papa theo.
“Iya pa benar, aku sama dia cuman teman tidak ada hubungan apa-apa karena aku tidak pernah anggap dia wanita, selain malas dia juga bukan tipe aku jadi papa tenang aja aku tidak bakal suka dengan wanita seperti itu,” ujar Ivano.
Theo hanya tersenyum mendengar perkataan Ivano, tidak lama Theo hanya menghelus kepala Ivano, tidak lama Theo mendekati Ivano.
“Ivano, kamu harus ingat kamu itu pewaris tunggal perusahaan papa, jodoh kamu udah di atur papa tapi kalau kamu punya orang yang kamu suka, papa tidak akan paksa kamu kok sayang,” ucap papa Theo.
Ivano yang mendengar itu hanya diam dan merasa dongkol dengan perkataan papanya, apakah dulu waktu sama mama, papa juga di paksa nikah sama mama.
Ivano keluar dari ruangan Theo, Pearl bingung ada apa dengan anaknya, tidak lama akhirnya Pearl mengetuk pintu kamar Ivano sontak Ivano melihat ke arah pintu dan Pearl masuk.
__ADS_1