
Pearl terlihat khawatir kepada kondisi Theo, apa yang Theo lakukan sekarang kenapa handphonenya tidak aktif, tidak lama mama tersenyum sembari menyentuh wajah anaknya yang lagi murung.
"Sayang, anak mama yang cantik kamu kenapa?" tanya mama dengan senyum yang membuat suasana menjadi hangat.
"Mama, aku khawatir sama suami aku soalnya dia tidak hubungi aku," jawab Pear dengan nada sedih kepada mamanya.
"Aduh anak mama udah dewasa mama tidak pernah liat kamu kayak gini tapi kenapa jadi lucu, pasĀ kamu kayak gini sayang," ungkap mama kepada Pearl.
Pearl terdiam apa dia benar-benar memiliki perasaan dengan Theo namun yang dia sukakan Prince T, tapi Prince T itu kan juga Theo sontak Pearl pegang kedua kepalanya.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya mama dengan rasa khawatir.
"Aku keluar benta ya ma, aku mau cari udara segar," jawab Pearl kepada mamanya.
Mamanya merasa khawatir kepada Pearl, tidak lama akhirnya Theo datang melihat Pearl sedang duduk di taman, Theo dari belakang menutup mata Pearl.
"Andi!" teriak Pearl kepada Theo.
Theo melepas tangan sontak Theo menjauh dari Pearl, Pearl sontak kaget dan menarik tangan Theo kehadapanya dengan perasaan tidak nyaman.
"Maaf Theo, aku kira kamu Andi soalnya kamu bilangkan kamu tidak balik, kenapa balik lagi ada yang ketinggalan ya," ujar Pearl kepada Theo.
"Iya ada, kamu yang ketinggalan baru di tinggal bentar udah ada pria lain apa emang aku tidak pernah ada di hati kamu ya," jawab Theo kepada Pearl dengan mata sinisnya.
"Duh tidak gitu dia sahabat aku, cuman kita dekat aja dari dulu kita udah sahabatan baik aku tidak pernah ada perasaan apa-apa sama dia benaran deh jangan marah dong," kata Pearl untuk meyakinkan Theo.
Theo diam dan merasa kalau Pearl terlalu imut untuk di marah sampai akhirnya Theo mendekap kedua wajah Pearl kepadanya dengan jarak dekat.
"Kenapa kamu jelasin semuannya ke aku? emang kita apa, terus kamu anggap aku apa emang penting kalau aku marah atau tidak sama kamu," ucap Theo kepada Pearl.
__ADS_1
Pearl terdiam seperti kecewa saat mau menundukan kepalanya, Theo menahan wajah Pearl untuk melihat ke bawa dan di kecup oleh Theo dengan erat lalu Pearl tidak melawan sama sekali malah terbawa suasana itu.
"Aku bercanda kok aku senang kalau kamu anggap aku penting begitu juga dengan kamu, kamu juga penting untuk aku, aku sayang kamu dan tidak akan pernah lepasin kamu selamanya." ucap Theo kepada Pearl.
Pearl tersenyum mendengar mulut manis Theo berbicara, sampai akhirnya mereka bergandengan tangan tidak lama handphone Theo berdering lagi dan Pearl hanya bisa diam wajar aja kalau suaminya sibuk kan dia orang penting begitu juga dengan dia.
Pearl sampai lagi di ruangan kedua orangtuanya sembari melihat dan cek keadaan mereka, papanya masih kecewa dengan Pearl tidak lama dokter datang keruangan mereka.
"Pagi ibu dan bapak gimana kabarnya?" tanya dokter dengan senyum yang alami.
"Baik dok," jawab keduanya.
"Baik kalau begitu saya periksa dulu ya, maaf kakak cantik boleh keluar dulu ya," perintah dokter kepada Pearl.
Pearl menurut kepada dokter tidak lama handphone Pearl berdering dari Theo, Pearl sontak membuka pesan dari Theo yang berisi.
"Sayang, aku ada urusan nanti kalau aku sempat aku ke sana lagi, kamu jaga diri kamu ya jangan lupa makan kalau kamu tidak makan aku yang pusing nanti aku khawatir sama kamu, kamu mau makan apa bilang aja nanti aku beliin buat kamu," tanya Theo dengan nada khawatir.
"Ada apa dokter?" tanya Pearl kepada dokter.
"Lagi dapat pesan dari suaminya ya senang banget kayaknya," jawab dokter dengan senyum yang mengoda Pearl.
Pearl hanya tersenyum sembari merasa tidak nyaman di ganggu seperti itu, tidak lama akhirnya dokter kembali serius dan tidak bercanda lagi.
"Kondisi kedua orangtua kamu mangkin membaik, tapi kalau bisa jangan tinggal di ruangan yang bisa mengingatkan mereka dengan hal-hal yang membuat mereka trauma ya takutnya kembali drop lagi dan jadinya begantungan," perintah dokter dengan serius kepada Pearl.
Pearl yang mendengar itu hanya diam serta bingung harus bagaimana, sontak dokter menepuk pelan pundak Pearl dan tersenyum sembari pergi dari hadapan Pearl, setelah itu Pearl masuk keruangan orangtuanya dengan senyum palsu agar orangtuanya tidak merasa khawatir.
"Ma, pa gimana perasaanya dan apa kata dokter?" tanya Pearl dengan nada tidak tau apa-apa.
__ADS_1
"Dokter bilang mama dan papa sehat sayang udah boleh pulang," jawab mama dengan senyum sembari melihat Pearl.
Pearl hanya tersenyum tidak lama Theo mengirim pesan lagi kepada Pearl, Pearl sontak membuka pesan tersebut takutnya penting.
"Sayang, hari ini keluarga kita tidak bisa ketemu aku ada urusan mendadak kamu jaga diri kamu ya, nanti pengawal aku bakal bawa kamu kerumah baru kita jadi kamu jangan takut dengan rumah lama kamu, rumah itu atas nama kamu jadi kamu punya kuasa di rumah itu bye sayang," kata Theo kepada Pearl.
Pearl mengenggam erat handphonenya seraya mau menghancurkan handphonenya sendiri mama yang melihat Pearl sontak mendekap tangan Pearl.
"Sayang, kamu kenapa? kalau ada apa-apa cerita biar mama bantu kamu," tanya mama dengan nada khawatir lagi.
"Tidak ada ma, hari ini gak jadi ketemu sama suami aku dia sibuk ma tapi dia kasih aku rumah, kita bisa tinggal di situ mama udah boleh pulang kan mau hari ini apa besok?" jawab Pearl dengan nada bahagia.
"Hari ini aja mama juga udah capek di sini," ucap mama agar Pearl senang.
Tok tok tok.
Pearl dan seisi ruangan itu melihat ke arah pintu siapa yang mengetuk pagi-pagi begini, saat melihat ternyata pengawal Theo.
"Lapor Ibu Pearl, kami dari pengawal bapak mau menagarahkan ibu kerumah baru yang sudah di siapkan bapak," kata Pengawal pribadi Pearl sekarang.
"Hmm yaudah kalau gitu, bentar saya siap-siap dulu ya," ucap Pearl dengan nada malas.
"Baik ibu," ujar serempak dari semuannya.
Setelah sampai dirumah yang telah di sediakan Theo, Pearl keliatan tidak bahagia karena tidak ada Theo, sampai Pearl masuk ke dalam sudah ada pesta dan Pearl sontak kaget.
"Kata kamu ada urusan mendadak kenapa kamu ke sini?" tanya Pearl tidak tau harus senang apa sedih.
"Jadi kamu tidak senang ada aku," jawab Theo dengan tersenyum kepada Pearl.
__ADS_1
Kedua orangtua kaget sekaligus bahagia mama dan papa yang awalnya masih lemas setelah ketemu keluarga Theo sontak kaget lalu bingung ada apa.