Dj Kesayanganku

Dj Kesayanganku
DJK PART 93


__ADS_3

“Sayang kamu lagi dimana?”


“Aku dirumah, kenapa sih sayang?”


“Oh aku kira kamu mau kerumah aku, yaudah kalau gitu bye.”


Ivano bingung ada apa dengan Alice, tidak lama Luis keluar rumah bertemu dengan Ivano dengan tatapan bingung, begitu juga dengan Ivano.


“Mau kemana adik?”


“Ketemu Elina, titip Lia ya kak.”


“Iya, jangan lama-lama ya.”


“Siap kak.”


Luis pergi dengan motornya,ditahan oleh Ivano dan Luis kaget saat hampir jatuh di tangkap oleh Ivano, saat itu Luis melihat ke arah Ivano.


“Kakak mau ngapain sih?”


“Naik mobil, siapa yang suruh kamu pakai motor.”


“Aku lagi mau pakai motor kak, tidak mau pakai mobil, Elina tidak suka kalau aku terlalu mencolok.”


“Kalau gitu kamu tidak boleh keluar, kamu dirumah aja kakak kunci di kamar, papa sama mama lagi di luar negeri ada urusan jangan bikin orangtua khawatir paham kamu, mau sekarang pergi pakai supir atau tidak sama sekali.”


Luis hanya mendecik, Ivano tidak peduli sampai akhirnya nurut kepada kakaknya, setelah sampai di tempat kerja Elina, Luis keluar dengan pakaian sederhana tapi tetap mencolok.


Elina menarik tangan Luis ke arah taman belakang sekolah, tidak lama Luis melihat Elina dengan senyum sambil buka kacamatanya.


“Luis, kenapa kamu di sini?”


“Bukannya kamu kangen aku, aku ke sini salah juga apa emang kamu tidak kangen aku?”


“Bukan gitu, maksud aku, kenapa kamu tidak bilang dulu kalau pakai mobil, kan jadinya semua orang liatin kamu.”


“Bukan mau aku kok, tapi kakak aku yang repot itu mau tidak mau aku harus nurut sama dia, kalau tidak nurut sama dia jadinya repot, daripada aku tidak bisa ketemu sama kamu sayang.”


Elina merasa tidak enak kepada Luis, sampai akhirnya Elina membawa sedikit roti dan juga susu untuk Luis, Luis bingung ada apa dengan Elina.


“Ini buat apa sayang?”


“Buat kamu biar tidak lapar?”


“Kamu udah makan, kita makan di dekat kafe sebelah tempat kerja kamu aja mau tidak?”

__ADS_1


“Tidak sayang, aku masih ada kerjaan kamu sendiri aja tidak apa-apa kan?”


Luis hanya senyum sambil mengusap kepala Elina, Elina diam dan tidak berkata apa-apa, tidak lama Elina sontak menepis lembut tangan Luis.


“Maaf Luis aku tidak bisa, kita lain kali aja ya pergi makannya, kamu pulang aja aku udah selesai kok rindu kamunya, sekali lagi makasih sayang.”


Luis merasa ada yang disembunyikan oleh Elina, tapi tidak tau apa tidak lama Luis mendekap Elina sembari mengecup Elina.


“Yaudah kalau tidak mau tidak apa-apa, aku tunggu kamu di kafe sebelah ya.”


“I-iya sayang.”


“Bye, cintaku semangat kerjanya ya.”


Elina pergi dari hadapan Luis, tidak lama Luis pergi ke kafe bersama dengan pengawalnya naik mobil, semua orang menghampiri Elina karena memiliki pacar yang kaya dan tampan.


“Ibu Elina, itu siapa? Pacarnya ya ganteng ya, kenalin dong ke saya siapa tau temanya ada yang lebih kaya.”


Elina hanya tersenyum tidak enak, sedangkan Luis yang lagi nunggu di cafe di liatin banyak wanita cantik, pengawal hanya senyum.


“Ada apa pak?”


“Banyak yang liat tuan muda Luis.”


“Biarin aja lah pak, saya tidak kenal juga.”


Setelah makanannya sudah sampai Luis hanya makan dan minum sambil main handphone, begitu juga dengan pengawalnya yang lagi makan dipesankan oleh dirinya sendiri.


“Tuan muda apa makan begini tidka terlalu berlebihan ya?”


“Tidak, kan bapak udah banyak baik dengan saya apanya yang berlebihan selama bapak tidak kasih tau papa, aman.”


Elina datang dan Luis tersenyum, selesai makan Luis menyeka mulutnya sambil jalan ke arah elina untuk menetap di tahan oleh Elina, Luis melihat ke arah Elina.


“Sayang, kamu kenapa?”


“Kamu yang kenapa, aku udah bilang jangan terlalu mencolok tapi tetap aja kamu mencolok, aku tidak pengen kamu di apa-apain sama mereka, mereka itu tidak baik sayang.”


Luis tersenyum sambil mendekati wajahnya kepada Elina, pengawal yang liat itu hanya menutup mata seperti tidak ada yang terjadi.


“Sayang di sini masih ada pengawal kamu, kamu tidak malu sama dia.”


“Dia udah sama aku dari aku kecil, aku udah anggap dia kayak papa aku sendiri, kenapa kamu mau kenalan sama dia, pak ini pacar aku Elina.”


Setelah berkenalan pengawal jadi mengerti kenapa Luis sebegitunya kepada Elina, selesai makan akhirnya mereka pergi ke rumah Elina.

__ADS_1


“Pak tunggu sebentar ya saya mau masuk ke dalam rumah Elina.”


“Baik tuan muda.”


Elina bingung ada apa dengan Luis, setelah sampai di dalam rumah Elina, Elina melihat ke arah Luis tidak lama Luis jalan ke dapur.


“Kamu mau makan apa? Aku masakin.”


“Emang pria kayak kamu bisa masak?”


“Haha menghina dia kalau enak kasih hadiah ya.”


“Ok, ditunggu ya makanan dan hadiahnya.”


Luis hanya senyum sedangkan pengawal ke warung dekat rumah Elina, Elina hanya senyum melihat Luis masak untuknya sempat berpikir kalau mereka menikah gimana ya, setelah makanan jadi.


“Ini sayang makanannya.”


Elina terdiam dan melihat dari segi makanan bagus tapi tidak tau apa rasanya, Luis hanya melipat kedua tangan menunggu Elina mencoba masakannya.


“Gimana sayang enak tidak?”


Elina diam tanpa ada suara, Luis hanya mengusap kepala Elina, tidak lama handphonenya berdering ada tugas yang harus Luis kerjakan.


“Halo, ya ada apa?”


Elina hanya diam mendengarkan apa yang dibicarakan Luis lewat telepon, tidak lama selesai telponan Luis melihat ke arah Elina.


“Siapa yang telepon kamu?”


“Teman sekelompok aku, aku kayaknya harus pulang bye sayang duluan ya kalau ada apa-apa kasih tau aku.”


Elina menahan tangan Luis, Luis bingung ada apa dan sontak mengecup Luis, Luis diam dan melihat ke arah Elina yang masih tengah makan.


“Ada rasa spaghetti cream nya sayang.”


“Maaf, kamu tidak suka ya.”


“Suka, kamu kenapa? Tidak mau aku pulang atau tidak rela.”


Elina hanya mendorong Luis, Luis tersenyum mengsuap kepala Elina dan mengecup kening Elina, Elina terdiam tanpa kata.


“Yaudah aku pergi ya sayang.”


Ivano hanya tersenyum melihat keimutan yang dilakukan Elina, setelah di jalan melihat seorang kakak laki dua orang dan satu adik perempuan, teringat akan Ivano dan juga Lia.

__ADS_1


Ivano di rumah hanya diam dan tidur di kamar masing-masing, tidak lama Luis yang melihat itu merasa tidak enak, Luis merasa rindu akan mamanya, seketika Luis mengambil handphone untuk mencoba menghubungi mamanya, tapi tidak sengaja menemukan usb bernama Luis, Luis penasaran dan nonton video itu saat di buka Luis kaget.


__ADS_2