
"Sayang, kamu kenapa kok kayak deperesi gitu, ini minum dulu airnya sayang," kata Theo yang penuh khawatir.
"Emang aku gila kerja ya," ucap Pearl kepada Theo.
Theo menganggukan kepala, tidak lama akhirnya Pearl memilih tidur, Theo mengendong Pearl ke atas kasur dengan pelan, sontak mereka tidur bersama.
Kebesokan paginya Pearl merasa itu tidur ternyenyak dari sebelumnya, dia udah lama tidak merasa kan tidur seperti itu sampai akhirnya, Pearl melihat di sebelahnya Theo.
"Ganteng banget sih suami aku, suka tidak sadar orang ganteng ini suami aku, kenapa aku tidak sadar ya kalau aku punya harta karun yang semua orang mau, tapi aku doang yang biasa aja memiliki dia," ujar Pearl kepada Theo.
Pearl mendekap kedua wajah Theo sembari mendekatkan hidungnya kepada hidung Theo, Theo hanya senyum tanpa membuka matanya.
Pearl sontak melepas dekapan tangan di wajah Theo, bergegas pergi ke tempat mandi untuk mandi, tidak lama akhirnya Pearl pergi ke kantor, tapi sangat susah untuk bergerak sampai akhirnya Pearl cuman duduk di meja kantornya yang diruangan sebelah.
"Halo semuanya kita mulai rapat hari ini ya, maaf saya tidak bisa datang karena kondisi saya tidak memungkinkan saya untuk datang ke kantor, boleh di mulai ya rapatnya," tegas Pearl kepada semua pekerja.
Pekerja tidak peduli dan tetap lanjut rapat, setelah selesai rapat Pearl pergi duluan, sontak membuka pintu sembari tidur ke arah kasur yang menghadap ke pintu dengan laptop tertutup.
Theo menghampiri Pearl sembari duduk di sebelahnya dan juga menaruh selimut kepada Pearl, sembari mengelus kepala Pearl.
"Sayang, kenapa kamu selalu kerja keras apa aku di samping kamu, masih kurang ya," ujar Theo dengan menghela nafas.
Pearl mimpi buruk hingga mengenggam erat tangan Theo, Theo bingung ada apa dengan Pearl sampai akhirnya Pearl sadar akan mimpinya.
"Sayang, kamu kenapa barusan kamu mimpi apa" tanya Theo dengan khawatir.
Pearl sontak bangun dan mendekap Theo dengan erat, dengan badan gemetaran Theo bingung ada apa dengan Pearl, sembari menghelus kepalanya Pearl.
"Sayang, tenang ya ada aku di sini, kamu kenapa? cerita sama aku apa yang mau kamu ceritain sayang," ucap Theo kepada Pearl.
"Di mimpi aku, kamu tinggalin aku dan aku takut kalau itu terjadi sakit banget rasanya kamu tinggal sayang," sahut Pearl dengan air mata terlinang.
Theo yang mendengar itu juga merasa sakitnya Pearl tidak lama akhirnya Theo mendekap lebih erat, sembari mengecup Pearl.
"Aku janji tidak bakal tinggalin kamu sayang," tegas Theo kepada Pearl.
__ADS_1
Pearl tidak mendengar apa-apa dan tetap menanggis meraung-raung tidak lama akhirnya mereka terdiam, setelah diam melihat ke arah Pearl.
Theo mendekap kedua wajah Pearl, tidak lama akhirnya Pearl tidak melihat sontak Theo mendekatkan dahinya ke dahi Pearl.
"Sayang, jangan berpikir terlalu jauh ya, aku tidak bakal tinggalin kamu kalau aku tinggalin kamu, pasti aku orang yang bodoh sayang," ujar Theo mencoba menghibur Pearl.
Pearl yang mendengar itu merasa lebih tenang, tanpa dia sadari mungkin dirinya yang akan meninggalkan Theo, bukan Theo sontak Pearl mendekap dengan erat.
"Theo," panggil Pearl dengan nada lemah.
"Hmm, apa sayang?" tanya Theo dengan peduli.
"Kalau aku jahat sama kamu, apa yang kamu lakuin," ujar Pearl dengan perasaan takut.
"Aku hukum sampai kamu tidak berani melakukan itu lagi," ketus Theo kepada Pearl.
Pearl yang mendengar itu hanya diam dan menundukan kepalanya, tidak lama Theo tersenyum sembari menaruh pelan Pearl ke kasur.
"Kenapa, kamu takut aku hukum kalau takut jangan buat salah, kalau kamu buat salah yah di hukum masa kamu tidak mau dihukum," ujar Theo kepada Pearl.
"Theo, ada apa?" tanya Pearl dengan nada pelan.
Theo mendekatkan wajahnya kepada Pearl, sembari menatap Pearl dari atas hingga bawah, Pearl bingung ada apa sontak Theo membisikan di kuping Pearl.
"Mau tau tidak aku hukum kamu apa?" tanya Theo dengan nada tidak biasa.
"h-hmm apa," ucap Pearl kepada Theo.
"Hukum yang buat kamu bahagia bukan yang menyakitkan kamu," ujar Theo dengan mengecup pipi Pearl.
Pearl yang mendengar itu hanya diam sembari menelan salivanya, Theo mengecup pelan hidung Pearl, sontak Pearl mencoba mendorong Theo, tapi Theo tidak ada respon.
"Theo, kamu bicara apa sih aku lagi serius, kamu malah bercanda tidak lucu tau bercanda udah ah aku mau ke kantor," ucap Pearl dengan tegas.
Saat Pearl mau berdiri dirinya hampir tumbang di dekap erat oleh Theo, Theo melihat ke arah Pearl sembari khawatir dengan keadaan Pearl.
__ADS_1
"Pearl, kenapa kamu" tanya Theo dengan nada khawatir.
"Aku tidak apa-apa sayang tenang aja ya tidak usah panik, aku percaya kok sama diri aku sendiri kalau aku bisa," ucap Pearl dengan percaya diri.
"Tidak, aku tidak mau nanti kalau kamu kenapa-kenapa repot, tunggu 1 bulan lagi setelah itu kamu harus istirahat 4 bulan, setelahnya baru kamu boleh ngapa-ngapain ok sayang," tegas Theo kepada Pearl.
Pearl merasa Theo mulai merasa membosankan setiap hari mengatur-ngatur dirinya sampai akhirnya, balik ke Rachel dan Andi.
"Huft capek," kata Andi yang jalan dengan sempoyongan.
Rachel mendekap Andi yang berat, sontak Andi melihat ke arah Rachel dengan senyum sembari mendekap kedua wajah Rachel.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Andi.
"Maksud kamu kenapa," jawab Rachel dengan bingung.
"Kenapa kamu dekap aku, aku senang banget kalau kamu dekap aku sayang," ungkap Andi.
"Kamu kira aku mau, terpaksa tau karena kamu udah kelelahan banget sayang," sahut Rachel dengan nada kesal.
Andi hanya diam sembari diam melihat ke arah Rachel, dengan mata terbuka lantas segar, Andi tersenyum dan Rachel bingung ada apa.
"Kamu kenapa sih, seram banget kalau lagi liat orang," kata Rachel.
"Aku mikir aja kamu istri aku bukan kok cantik banget," ujar Andi.
Rachel mengeleng kepala sontak Andi fokus kepada perut di bayi Rachel, sembari Andi tersenyum dan berkata kepada perut Rachel.
"Sayang, anak papa selalu jagain mama ya, maaf kalau papa sibuk ini semua papa lakuin demi kamu sama mama kamu sayang, papa selau mau kamu hidup bahagia," tegas Andi dengan senyum sembari mengecup perut Rachel.
"Sayang, kenapa sih kamu mirip papa banget aku gemes sama kamu," ucap Rachel dengan Andi.
"Sayang, maaf ya kalau aku tidak ada waktu buat kamu ya, soalnya Pearl lagi ngandung sama kayak kamu, kalau mikir dia aku keingat kamu dan mikir kamu di posisi yang sama tapi, kalau dia udah selesai semua akan kembali normal tunggu aku ya sayang, tapi ingat kalau butuh apa-apa telepon aku ok canti," ucap Andi dengan senyum.
Rachel yang mendengar itu sontak senyum, sembari Andi mengecup keningnya dan menghelus kepala Rachel, setelah itu Andi pergi bersih-bersih.
__ADS_1