Dj Kesayanganku

Dj Kesayanganku
DJK PART 40


__ADS_3

"Pearl, ini apaan sih bingung gua sama lu ngapain lu beliin gua sama Andi tiket, tidak usah sampai sejauh itu tempatnya kesukaan gua lagi, kok lu bisa tau kalau gua mau ke Roma sama Andi?" tanya Rachel.


"Andi selalu bilang kalau lu mau ke Roma, makanya dia giat kerja biar lu bisa ke sana segera sama anak lu, pertahankan suami baik kayak Andi, Rachel jangan sampai lu lepasin dia," ujar Pearl.


Rachel yang mendengar itu hanya bisa diam tanpa berkata apa-apa tidak  lama Rachel mendekap Pearl, Pearl bingung ada apa dengan Rachel.


"Makasih ya Pearl udah mau jadi sahabat Andi, boleh gua anggap lu sebagai sahabt gua juga tidak," ucap Rachel.


Pearl hanya senyum dan menanggukan kepala tidak lama akhirnya, Andi bangun dari tidurnya dan cek Ivano.


"Untung Ivano tidak bangun, yaampun tenang banget sih kamu, lucu nanti kalau anak om. udah keluar main bareng ya sama anak om," tutur Andi.


Pearl dan Rachel melihat itu hanya tersenyum tidak bisa berkata apa-apa, tidak lama akhirnya Andi jalan ke arah mereka.


"Sayang, udah sore ayo kita pulang," ucap Andi.


"Maaf ya tidak bisa nganterin hati-hati ya," ujar Pearl.


Rachel dan Andi hanya tersenyum sontak Theo masuk keruangan dan mengecup Ivano, tidak lama mengecup Pearl.


"Sayang, tadi aku liat Andi sama Rachel keluar dari ruangan ada apa? mereka jenguk kamu," tanya Theo.


Pearl menganggukan kepala tidak lama handphone Pearl berdering, sontak Pearl merasa malas menjawab telepon tersebut.


"Kenapa sayang?" tanya Theo.


"Malas liat teleponya dari orang masa lalu rasanya pengen ganti nomor, tapi tidak guna sih kalau tetap tinggal di negara yang sama," ucap Pearl.


"Kamu mau pindah kemana, kalau kamu mau aku juga mau kita bikin bisnis lagi kita perluas bisnis kita, gimana sayang?" tutur Theo.


Pearl yang mendengar itu merasa mangkin sayang dengan Theo, kadang hal sepele yang di ungkapkan Pearl tidak membuat Theo marah,melainkan malah menuruti apa kata Theo.


"Kamu tidak marah aku bicara gitu sayang," tanya Pearl.


"Untuk apa aku marah sama istri kesayangan aku, aku tidak jelas banget marah sama kamu, harusnya aku bisa lebih peduli sama maunya kamu dong, bukan salahin kamu dan tidak mau mengerti kamu sayang, kan aku udah bilang aku mau berusaha untuk menjadi penolong kamu bukan beban kamu," tutur Theo.


Pearl yang mendengar itu merasa senang, akhirnya mereka pergi dari rumah sakit sorenya, setelah sampai rumah Pearl mendekap Ivano sembari tidur sedangkan Theo yang melihat itu hanya senyum.

__ADS_1


Pearl bangun dengan bingung udah dimana, tidak lama melihat Theo di sebelahnya, sontak Ivano juga diam aja dan masih tidur, Pearl membangunkan dengan perlahan agar tidak menganggu Ivano.


"Sayang, bangun," ucap Pearl.


Theo terbangun dengan masih lelah tidak lama Theo mendekap Pearl, Pearl hanya diam sontak Pearl menghelus pipi Theo.


"Sayang bangun, tidurnya di dalam aja aku juga mau kasih Ivano susu," kata Pearl.


Theo sontak bangun membantu Pearl, tidak lama akhirnya sampai di kamar Theo mendadak tidak jadi ngantuk, melihat Pearl belum tidur.


"Sayang, tidur dulu aja aku tidak apa-apa kok kasihan kamu, soalnya kan besok kamu kerja," ungkap Pearl.


"Iya, aku tau kok tapi kamu belum tidur tunggu kamu tidur aja, aku baru tidur gimana sayang," jawab Theo.


"Hmm dasar keras kepala, yaudah sanah," ujar Pearl.


Theo hanya senyum tidak lama, handphone  Theo berdering tapi Theo tidak mau mengangkat telepon itu tidak penting dan juga masih bersama Pearl.


"Sayang, kenapa tidak di angkat teleponya?" tanya Pearl.


"Iyaudah deh kalau gitu ayo tidur sayang," ujar Pearl.


Theo hanya diam dan sontak menghela nafas tidak lama, akhirnya Pearl mendorong pelan bahu Theo sembari ke arah ranjang mereka bersama.


"Sayang, tidur ya sekarang jangan mikirin apa-apalagi paham tidak?" tanya Pearl.


"Iya sayang," ucap Theo.


Pearl dan Theo tidur di ranjang yang sama Theo sontak tidak bisa tidur, sedangkan Pearl mencoba untuk tidur mendekap Theo.


"Sayang, ayo tidur atau mau dinyanyiin lagu kayak Ivano, biar tidur?" ungkap Pearl.


Theo menurut kepada Pearl, walau memaksa cara tidurnya tetap akan tidur, tidak lama akhirnya mereka hanya diam setelah diam, melihat ke arah Pearl.


"Sayang aku tidur," ucap Pearl.


Theo sontak bangun dan duduk tidak lama akhirnya, Theo pergi keruangan kerja, tidak lama akhirnya Pearl hanya diam dan mencoba untuk tidur.

__ADS_1


Theo terus diruang kerja tidak bisa tidur, tidak lama Theo balik ke kamar bersama Pearl, Pearl tidur tidak lama akhirnya Theo mengecup kening Pearl.


"Maafin aku ya sayang, aku tidak bisa cerita banyak sama kamu, aku selalu sayang kamu dan cuman kamu hal yang bisa buat aku bahagia," ungkap Theo.


Theo mencoba untuk tidur, tidak lama akhirnya mereka tidur bersama, tidak lama Pearl bangun untuk memberi susu kepada Ivano.


Pearl melihat ke arah Ivano sembari senyum sontak Pearl mendekap Ivano dengan erat, tidak lama akhirnya selesai memberi susu akhirnya Pearl tidur lagi, Theo bangun sembari mendekap Pearl.


"Sayang, kamu habis darimana?" tanya Theo.


"Habis kasih susu ke Ivano ada apa sayang," jawab Pearl.


"Tidak, aku nanya aja habisnya kamu kayak bingung gitu wajahnya," ucap Theo.


"Tidak, aku masih ngantuk tapi demi anak kita aku harus kasih dia makan, kasihan kalau dia tidak makan," ujar Pearl.


Theo hanya senyum kepada Pearl, sontak Theo mendekap Pearl dengan erat, Pearl merasa kaget saat tau apa yang di perbuat Theo.


"Theo sayang, kamu ngapain sih aku hampir jatuh karena kamu tau," ucap Peal.


Theo hanya tertawa kecil tidak peduli dengan perkataan Pearl, sedangkan Andi yang di Roma bersama Rachel masih tidak nyangka, mereka bisa ke sini berkat bantuan Pearl selama sebulan lagi.


"Sayang," panggil Rachel.


"Iya sayang ada apa?" jawab Andi.


"Ini bagus banget ya pemandanganya aku tidak nyangka Rachel baik banget sama kita," ungkap Rachel.


"Dia emang anaknya baik kok," sahut Andi.


Andi sembari melihat tema yang baik untuk perusahaanya ke depanya, Rachel merasa kesal dengan sikap Andi yang dimana-mana gila kerja ada apa sih sama Andi, bukan nikmatin kesenangan malah nikmatin kerja kesal kadang.


"Kamu mau sampai kapan sih kerja terus, aku jadi bosan tau kamu kerja terus, emangnya kamu tidak mikirin perasaan aku apa, saat kamu kerja," ujar Rachel.


Rachel hanya diam tidak lama akhirnya Andi berhenti sejenak sampai Rachel mendingan, tidak lama setelah selesai itu akhirnya Andi kembali bekerja diam-diam tanpa ketawan oleh Rachel.


Sampai di hotel mereka berdua berpisah, setelah pisah akhirnya mereka hanya diam-diaman tanpa ada yang berkata yang satu sibuk kerja, satu lagi sibuk tidak jelas.

__ADS_1


__ADS_2