Dj Kesayanganku

Dj Kesayanganku
DJK PART 48


__ADS_3

“Sayang, kenapa kamu gitu sih, dari kemarin kamu jahat terus sama teman kamu, apa yang kamu takutkan sayang,” tanya papa Andi.


“Aku tidak tau pa, tapi aku sendiri juga tidak punya jawaban jadinya aku bingung harus berbuat apa,” ucap Valen.


Tidak lama Rachel masuk ke dalam kamar, kaget saat tau ada Valen akhirnya Valen mengulang cerita yang sama, mama sontak mendekap kedua tangan Rachel.


“Sayang, kalau kamu merasa orang itu tidak baik sama kamu, tidak apa-apa asal jangan berteman lagi sama dia, kamu tetap bantu dia tapi perbuatan jahat dia jangan di balas,” ucap mama Rachel.


Rachel lebih merasa nyaman saat mendengar kalimat dari mamanya, sampai akhirnya Valen mendekap kedua orangtua sontak pergi dari kamar orangtuanya.


“Kamu emang paling hebat sayang kalau didik anak,” ujar Andi.


“Kamu juga hebat kok, kalau kamu tidak hebat mana mungkin mereka kayak gitu sayang,” ucap Rahel.


“Bisa aja kamu,” kata Andi.


Rachel dan Andi akhirnya kembali bekerja, sedangkan Valen masuk ke kamar dan tidur, balik ke Ivano dan Luis yang sudah pindah negara lagi.


“Huft, sayang maafin mama dan papa ya udah ngerepotin kalian,” kata papa Theo dan juga mama Pearl.


“Tidak apa-apa kok ma, apa asal mama tidak sakit hati lagi kalau udah sakit hati lagi, Ivano tidak bakal maafin diri Ivano sendiri ma,” ucap Ivano.


Pearl mendekap Ivano dengan erat tidak lama akhirnya Pearl menanggis bahagia, Ivano bingung mengapa mamanya menanggis lagi.


“Ma, jangan nangis kan Ivano udah janji sama mama, kenapa mama masih nangis,” ujar Ivano.


“Sayang,mama nangis bahagia jadi kamu jangan pikirin mama ya sayang,” ucap mama Pearl.


“Mama selalu pintar buat Ivano kepikrian soal mama, kenapa sih mama begitu,” kata Ivano.


“Maafin mama ya sayang, mungkin ketika kamu dewasa nanti kamu bakal mengerti betapa bersyukurnya mama punya anak kayak kamu sayang,” tutur Pearl.


Theo yang melihat itu merasa bangga atas sifat anak-anak yang udah di ajarin Pearl, Pearl bukan mama yang gagal melainkan Theo merasa dirinya gagal dalam mengedalikan nenek dan juga kakenya.


Luis mengenggam erat tangan Theo, sembari menarik naik turun Theo melihat ke arah Luis, Theo sotak jongkok berkata kepada Luis.

__ADS_1


“Ada apa sayang jagoan papa,” tanya papa Theo.


“Papa kenapa kok diam aja,” jawab Luis.


“Papa lagi mikir kalau papa bukan papa yang baik untuk kalian, tapi mama kalian baik makanya papa beruntung punya istri kayak mama kalian,” ujar Papa Theo.


Luis sontak mendekap Theo, tanpa berkata apa-apa sampai akhirnya Theo bingung ada apa dengan anaknya Luis.


“Sayang,” panggil papa Theo.


“Iya pa, ada apa pa,” jawab Luis.


Theo melihat ke arah Luis sembari senyum, sontak Luis mendekap erat tangan papa sembari melihat ke arah Theo.


“Papa, juga papa yang baik kok justru kalau tidak ada papa, kita berdua tidak akan kayak sekarang jadi berhenti kalau papa bilang, papa tidak guna papa salah semua orangtua berguna kok pa,” ucap Luis.


Theo yang mendengar itu menahan nangis sedangkan Luis malah tertawa dan mendekap papanya kembali agar papanya tidak bisa melihat Luis.


“Papa kalau mau nangis ya nangis aja, aku tidak bakal ngelihat papa atau ngeledekin papa kok, karena Luis sayang papa dan juga mama, kalian nangis itu wajar yang tidak wajar itu dipendam walau menahan banyaknya rasa sakit,” kata Luis.


Theo hanya diam dan mengeleng kepala serta mengecup dan menghelus kepala Luis, walau Luis masih kecil tapi dengan sifat yang pengertian membuat orang banyak sayang sama dirinya.


“Mama kan tau aku tidak suka makanan manis,” ucap Ivano.


“Sesekali sayang, kamu itu kenapa sih pengen banget badan kamu bagus, kamu itu lagi masa pertumbuhan ada masanya sayang jangan takut kamu itu masih kecil mama mau pertumbuhan kamu bagus, kamu mau mama sedih lagi,” kata mama Pearl.


Ivano hanya diam dan menurut kepada mamanya, sembari menghelas nafas dan mendekap pelan tangan mamanya, Pearl hanya tersenyum mendekap Ivano.


“Makasih sayang,” ucap mama Pearl.


Ivano hanya tersenyum kepada Pearl, tidak lama akhirnya mereka sampai di toko kue yang mereka rencanakan setelah itu mereka duduk dan menunggu kue yang mereka pesan ke meja mereka.


Ivano sembari melihat pemandangan dan juga foto pemandangan Pearl hanya menghelus kepala Ivano, tidak lama Ivano diam-diam foto mamanya sontak menjadikan wallpaper tidak lama makanan mereka sampai.


“Asik makananya sampai ayo makan jangan rebutan ya, saling cicip aja kalau mau coba,” ucap mama Pearl.

__ADS_1


Semua terdiam dan makan masing-masing Ivano membagi kuenya ke mamanya, begitu juga mamanya kepada dirinya tidak lama ke papanya, papanya hanya diam dan memberi kue papanya kepada dirinya, sontak Luis juga ingin memberi tapi Ivano udah peka duluan.


“Makasih ya Luis,” kata Ivano.


Luis hanya tersenyum selesai makan Pearl membeli beberapa kue lagi untuk di bawa pulang, setelah sampai rumah mereka semua istirahat setelah istirahat, Theo kembali bekerja Ivano belajar dan Luis bermain, Pearl di ruang tamu.


“Anak-anak mama nanti malam mau makan apa sayang-sayang,” tanya mama Pearl.


“Apapun masakan mama kita suka,” kata kedua anak.


Pearl tersenyum mendengarnya, tidak lama Pearl masuk keruangan Theo tidak lupa mengetuk pintu sebelum masuk.


“Permisi sayang,” panggil Pearl.


“Iya ada apa sayang,” ucap Theo.


“Kamu nanti malam mau makan apa,” tanya Pearl.


“Apa aja sayang apapun masakan kamu, pasti enak,” ujar Theo.


Pearl bingung dan sempat mengerutkan dahi kenapa sikap anak-anak mirip sama papanya, tidak lama Theo melihat Pearl dan menarik Pearl ke dalam pangkuannya.


“Kenapa muka kamu bingung gitu,” ucap Theo.


“Habis perkataan kamu mirip banget sama anak-anak emang ya, anak pasti ikutin papanya apalagi pria, aku mau wanita kapan aku punya anak wanita,” ujar Pearl.


“Kamu harus buat dulu cantik, baru bisa,” kata Theo.


Pearl hanaya diam tidak mau membalas perkataan Theo sontak naik dari pangkuan Theo, tidak lama Theo melihat ke arah wajah Pearl dan senyum.


“Sayang, aku keluar dulu ya kamu semangat kerjanya kalau butuh apa-apa kasih tau aku ya,” perintah Pearl.


“Kalau aku minta kamu di sini buat temanin aku sampai selesai kerja boleh tidak,” ajak Theo.


Pearl dengan senang hati senyum sontak duduk di sebelah Theo, tidak lama Theo menyuruh Pearl duduk di pangkuanya.

__ADS_1


"Pearl katanya kamu mau masak," tegas Theo.


Theo bingung mengapa tidak ada jawaban lalu mukanya sedikit maju untuk melihat ke arah Pearl, Theo hanya tersenyum sembari mengendong Pearl ke kasur.


__ADS_2