Dj Kesayanganku

Dj Kesayanganku
DJK PART 68


__ADS_3

“Sayang, mama tau mama salah tapi kamu kasih tau dong salah mama apa,” tanya mama Pearl.


“Mama tidak salah, aku yang salah kenapa aku harus ada di keluarga ini yang cuman bisa jadi beban, tanpa di anggap penting,” ujar Ivano.


Pearl mengepal tanganya dan memukul ke arah tembok hingga tanganya memar sembari itu Ivano yang melihat itu, meraih tangan mamanya sembari meniup.


“Mama, tangan mama tidak sakit?” tanya Ivano.


“Lebih sakit dengan perkataan kamu yang barusan, kenapa kamu berkata begitu siapa yang anggap kamu tidak penting, siapa juga yang bilang kamu beban di keluarga ini tidak pernah ada yang anggap kamu beban, justru kamu kebahagiaan di keluarga ini jadi tolong jaga mulut kamu, mama tidak mau dengar lagi!” jelas mama Pearl.


“Maaf ma, Ivano selalu buat mama marah dan sedih karena itu Ivano bi-” kata Ivano yang terputus.


Pearl sontak mendekap Ivano sembari menahan rasa sakit, tidak lama Ivano terdiam melihat ketulusan hati mamanya.


“Ivano janji ya sama mama jangan pernah bilang begitu lagi, mama tidak mau dengarnya ok sayang,” ucap mama Pearl.


Ivano hanya menganggukan kepalanya, setelah Pearl berhasil membuat Ivano tidur Pearl keluar dari kamar Ivano sembari menghela nafas Luis mengenggam erat tangan Pearl.


“Sayang,” ucap mama Pearl


“Mama,” panggil Luis.


“Kamu kenapa belum tidur sayang, gara-gara mama ya belum bisa tidur,” ujar mama Pearl.


Pearl hanya tersenyum dengan Luis tidak lama akhirnya Pearl mendekap Luis ke kamarnya sembari mencoba untuk membuat Luis tidur.


“Sayang, tidur ya kan besok kamu harus sekolah emang kamu tidak suka sekolah,” tanya mama Pearl.


“Enakan sama mama sih, tapi mau gimana udah kewajiban aku mungkin harus sekolah,” jawab Luis.


Pearl hanya menghelus kepala Luis, tidak lama handphonenya berdering dari Andi, Pearl hanya diam tidak mau menjawab.


“Mama kenapa teleponya tidak di jawab? Dari papa ya,” tanya Luis.


“Bukan sayang dari kantor, mama malas angkatnya lagian udah malam mama harus tidur juga, Luis juga harus tidur kalau dari papa mah, mama senang banget,” jawab mama Pearl.

__ADS_1


“Ma, aku harap hubungan mama bisa cepat membaik ya sama papa,” ujar Luis.


“Makasih sayang itu juga yang mama harapkan kok,” sahut mama Pearl.


Luis mendekap Pearl dengan erat seketika Luis tertidur dan akhirnya Pearl juga tidur sembari mendekap Luis.


Kebesokan paginya Pearl bangun dan menyiapakn sarapan untuk anak-anaknya tanpa sadar Theo keluar dari kamar mereka.


“Loh sayang kok kamu ada di sini bukannya harusnya kamu di rumah sakit?” tanya Pearl.


“Kata dokter aku boleh pulang, jadi aku pulang aja kenapa kamu kecewa banget, tidak suka liat suami kamu ya, yaudah aku pergi aja,” jawab Theo.


Pearl sontak mendekap Theo dari belakang, tidak lama Theo hanya senyum memutar badanya ke arah Pearl.


“Aku becanda kok maaf ya kalau becanda aku kelewatan,” ujar Theo.


Pearl hanya menganggukan kepala tanpa melihat Theo, Theo bingung ada apa selama dirinya pura-pura amnesia kenapa banyak yang berubah ya seketika Pearl menjadi cewe lemah dan tidak kuat seperti biasanya.


“Sayang, kamu kenapa?” tanya Theo.


“Emang kamu udah ingat aku panggil-panggil sayang aja?” jawab Pearl.


Pearl yang mendengar itu merasa senang dan juga sedih, handphonenya berdering kembali dari Andi, Theo bingung ada apa dengan Andi.


“Halo Andi, ada apa?” tanya Theo.


“Pearl, gua mau minta maaf sama lu soal Rachel, dia lagi hamil makanya sensitif maaf ya jangan terlalu di pedulikan apa yang dia bicarakan,” jawab Andi.


“Emang istri lu bilang apa ke istri gua?” tegas Theo.


Bip.


“Kurang aja ini sih Andi, udah buat istri gua sedih tidak bertanggung jawab lagi, pengawal! Pesan tiket ke negara Andi saya mau bikin perhitungan sama dia,” perintah Theo.


“Baik tuan,” jawab pengawal.

__ADS_1


“Kamu mau ngapain?” tanya Pearl.


“Aku mau buat perhitungan sama dia, siapa suruh berani bermain dengan istri orang terkuat di dunia,” tegas Theo.


Pearl hanya diam tidak bisa berkata apa-apa, tidak lama Ivano dan Luis keluar dari kamar, sembari itu mereka mendekap papanya dengan erat.


“Ivano masih marah sama papa?” tanya papa Theo.


“Mana berani emang aku siapa berani marah sama papa,” jawab Ivano.


“Ini papa ada kado buat kalian, karena kalian udah jadi anak baik dan selalu jaga mama kalian, tenang aja papa tidak bakal ingkar janji sama kalian, kalian sarapan dulu ya papa masih ada urusan sama mama kamu,” kata papa Theo.


“Siap kapten,” ucap kedua anaknya.


Theo masuk ke kamar mereka, setelah itu Pearl mengusap air matanya, Theo mendekap dari belakang dengan nada bingung pada Pearl.


“Pearl, aku bingung sama kamu, kamu kenapa sih seperti ada yang kamu sembunyiin sama aku,” tanya Theo.


“Kamu tidak perlu ikut campur dalam masalah aku sama Andi dan keluarganya itu urusan aku, aku tau kamu baru sembuh dari sakit kamu jadi berhenti untuk mengkhawatirkan aku, aku lebih khawatir sama kamu, kamu paham tidak!” kata Pearl.


Theo tersenyum mendengarnya tidak lama merangkul Pearl, setelah itu Theo membalikan Pearl ke arahnya, Theo mendekap Pearl ke dalam pangkuaanya.


“Sayang liat aku, aku justru tidak mau kamu di sakitin oleh siapapun, aku sendiri aja tidak tega sakitin kamu kalau ada oranglain yang sakitin kamu, rasanya mau aku lenyapin dia dengan tangan aku,” kata Theo.


“Udah tidak usah ya, aku tidak mau mangkin banyak masalah aku udah capek dan aku tidak bisa tidur gara-gara ini, aku bingung salah aku dimana dan aku juga,” ucap Pearl.


Theo yang mendengar itu merasa kesal dengan Andi dan keluarganya sontak mengecup Pearl dan Pearl merasa hangat serta nyaman dari Theo.


“Udah tenang ya, selama ada aku tidak boleh ada yang jahatin kamu,” ucap Theo.


Tok tok tok.


“Masuk,” kata Theo.


“Pak, penerbangan sudah siap dan semua di mulai 3 jam kedepan,” ucap pengawal.

__ADS_1


“Baik kalau gitu, selama saya ke sana jaga keluarga saya kabarin saya tentang kantor, kalau ada yang tidak beres hubungin saya biarkan nyonya sendiri dirumah, kalau nyonya mau keluar temanin biar perlu temanin nyonya ke mall dan anak-anak kasih apapun yang nyonya mau dan jangan pernah ngelarang nyonya dalam hal apapun, sampai ada yang berani jangan harap bisa nginjak rumah saya lagi paham! Ini berlaku untuk anak-anak saya juga saya pergi!” ujar Theo.


Pearl hanya diam sontak pengawal pergi, tiba-tiba langkah kaki Theo terhenti dan balik ke kamar sembari pengwal tunggu di luar kamar, Theo mengecup Pearl hingga dirinya merasa puas.


__ADS_2