Dj Kesayanganku

Dj Kesayanganku
DJK PART 29


__ADS_3

"Mau ngapain istri gua hah!" tegas Andi kepada mantan Rachel.


Andi melihat dengan tatapan sinis, sedangkan Rachel hanya menutup mata tanpa sadar melihat ada pria tinggi yang ganteng, siapa lagi kalau bukan Andi.


"Andi," panggil Rachel dengan suara pelan nan lembut.


Andi cepat mengubah wajahnya saat melihat Rachel, Andi tersenyum layaknya tidak ada apa-apa, kembali sinis melihat ke arah mantan Rachel.


"Sampai lu berani ganggu Rachel lagi, jangan harap hidup lu bakal bahagia paham lu, kalau mau hidup damai jangan ganggu istri gua!" ketus Andi kepada mantanya Rachel.


Mantan Rachel hanya tersenyum mendengar ucapan Andi, tidak lama Rachel mengecup pipi Andi, untuk meyakinkan mantanya tidak lama Andi melihat itu, mantanya tetap ketawa tidak lama akhirnya Andi mengambil insiatif kepada Rachel.


Mendekap dagu Rachel dengan lembut dan mengecup Rachel, Rachel yang tidak tau apa-apa hanya diam dan membalas kecupan tersebut sembari mereka bertukaran Saliva, mantanya Rachel yang melihat itu kesal sontak pergi akhirnya mereka mengakhiri sembari mereka berdua hampir kehilangan nafas.


"Maaf gua tidak suka liat lu di sakitin dia, dan gua minta maaf untuk tadi tidak seharusnya gua kecup lu barusan, itu harus di lakukan sama orang yang saling cinta sedangkan gua tau, lu tidak cinta gua kita melainkan hanya korban dan juga penabrak, ya kan," ucap Andi dengan senyum sedih.


Rachel tidak terima dengan perkataan Andi, sampai akhirnya mereka masuk ke dalam mobil yang sama, di perjalanan kerumah Rachel mereka berdua terlihat diam, tanpa ada yang berkata apa-apa.


Hal itu menyakiti keduanya, tapi keduanya juga bingung ingin bicara apa sampai akhirnya keduanya mengambil inisiatif sembari itu wajah mereka bertatapan dengan jarak dekat.


"Maaf, lagi-lagi gua selalu lancang sama lu, tidak seharusnya lu ketemu gua," ujar Andi kepada Rachel.


Rachel tidak peduli dengan perkataan Andi, sontak mengecup kembali di tengah jalan di saat lampu merah, sampai akhirnya Rachel melepaskan dan orang di belakang klaskson mereka.


Sampai dirumah Rachel, keduanya hanya diam Andi bingung dengan sikap Rachel yang spontan seperti tadi, setelah membawa barang Rachel, Andi ingin pergi dan ditahan oleh Rachel.

__ADS_1


"Andi tunggu," ucap Rachel kepada Andi.


"Hmm, ada apa?" jawab Andi dengan membelakangi Rachel.


"Maaf, gua tidak bermaksud buat lu marah, hanya saja gua mau jujur sama lu," kata Rachel.


"Jujur apa, jujur tinggal jujur pasti gua dengarin apa yang lu bicarain kok," sahut Andi dengan nada menurun.


Rachel melepas tanganya dari saku jaket Andi, sontak Andi memutar badanya ke arah Rachel, Rachel senang melihat Andi mau melihat ke arahnya.


"Gua suka sama lu, yang tadi lu liat gua sama mantan gua, itu semua tidak ada artinya gua udah suka sama lu, dari lu peduli sama gua, gua tau gua orang aneh tidak mungkin juga lu suka orang aneh kayak gua, gua cuman mau kasih tau perasaan gua ke lu, gua juga tidak ngarep di balas tapi gua mau lu tau, gua sayang sama lu kalau dari awal gua ketemu lu, mungkin gua lebih bahagia tidak bakal sakit hati seperti sekarang," tegas Rachel kepada Andi.


Andi yang mendengar itu merasa senang tanpa sadar, dirinya mendekap Rachel dengan erat, Rachel hanya diam dan mikir mungkin Andi hanya kasihan kepadanya bukan sebaliknya yang dia pikirin.


"Bodoh, gua juga sayang sama lu, Rachel mau jadi istri masa depan gua tidak?" tanya Andi dengan serius.


Mata yang penuh cinta yang tidak pernah Rachel miliki  dari mantanya, tanpa ragu Rachel menjawab dengan cepat sontak menganggukan kepalanya.


Andi kembali mendekap Rachel dengan erat, sampai akhirnya mereka di kasur yang sama tidak lama Rachel merasa hubungan mereka terlalu cepat dan akhirnya Andi tidak mau memaksa Rachel, Andi hanya mengecup kening Rachel memilih tidur di sofa.


"Andi, jangan tidur di situ nanti kamu masuk angin, kamu boleh tidur di kamar tamu kok," ucap Rachel dengan suara kecil.


Andi yang sedang tidur membuat Rachel menjadi tambah agresve kepadanya, sembari menunjuk dengan jari telunjuk dari dahii sampai ke bawah batang hidung, hingga berhenti di bibir Rachel tidak tahan dan mengecup ke arah Andi.


Andi membalas kecupan tersebut dengan senyuman manisnya, tidak di sangka Rachel kaget melihat Andi masih bangun, sampai akhirnya Rachel mau pergi di tahan oleh Andi.

__ADS_1


"Mau kemana, udah ganggu tidur orang sekarang mau pergi gitu," ujar Andi kepada Rachel.


"Hmm maaf Andi tidak maksud sekali lagi, minta maaf," jawab Rachel kepada Andi.


Andi yang sangat gemas melihat tingkah Rachel, membuatnya mengendong Rachel ke kamar, sampai di kamar Rachel, Andi hanya menaruh Rachel di kasur.


"Udah tidur ya sayang, udah malam jangan iseng lagi, jangan pernah begitu ke pria lain," perintah Andi kepada Rachel.


Saat Andi mau pergi di tahan oleh Rachel, Rachel merasa kesal dengan Andi yang tidak peka kepadanya, sampai akhirnya Andi ketarik di kasur yang sama dengan Rachel.


Rachel mendekap Andi dengan erat sampai akhirnya mereka tidur dikasur yang sama, kebesokan paginya Andi sudah pergi kerja sedangkan Rachel di tinggalkan ada pesan di atas meja, serta makanan yang sudah di panaskan oleh Andi.


"Sayang, maaf ya hari ini aku tidak bisa liat kamu sampai bangun tidur, padahal muka kamu lucu banget pas tidur kalau bisa liat pas kamu bangun lebih senang lagi," ucap Andi dalam kertas itu.


Rachel yang membaca merasa senang,  tidak lama Rachel makan setelha selesai makan beberes, sesudah itu mandi, Andi di kantor terlihat senyum sepanjang hari sampai membuat Pearl merasa takut setiap jumpa dengan Andi.


"Andi, kenapa? senyum aja apa gak kering itu gigi nyengir terus," kata Pearl kepada Andi.


"Hmmm, maaf gua lagi senang aja  makanya senyum terus," ucap Andi kepada Pearl.


"Emang ada apa? dapat tiket lotre sampai sesenang itu," ujar Pearl dengan nada penasaran.


"Kepo banget sih anak kecil, udah kerja aja yang benar jangan kepo sama urusan gua, jangan lupa rapat ya nanti kalau gua backup semua repot, tidak mau pulang malam nanti ayang gua tungguin kelamaan kasihan, bye duluan mau selesain kerjaan biar bisa pulang cepat," ungkap Andi kepada Pearl.


Pearl hanya mengeleng kepala merasa ada yang aneh dengan Andi, entah apa yang dia katakan cuman percayakan aja asal selagi itu bisa membuat Andi merasa senang tidak lama akhirnya Pearl juga selesain kerjaanya, Theo datang berpapasan dengan Andi.

__ADS_1


__ADS_2