
“Papa lagi teleponan sama siapa?” tanya Ivano.
“Sayang, ini mama kamu udah pulang kok cepat udah jam berapa sih,” ucap Pearl.
“Cepat dari mana ini udah jam 2 kamu bilang cepat,” ujar Theo.
“Hmm maaf sayang aku tidak tau, yaudah kamu jangan pulang malam-malam ya Ivano sayang, kamu kalau ada tugas kerjain ya jangan malah gosip sama papa kamu, papa kamu itu suka gosip jadi jangan gosip sama papa kamu,” kata Pearl.
Ivano dan Theo saling mengkode satu sama lain, setelah itu mengakhiri telepon tidak lama, Ivano pergi ke taman rekreasi dengan papanya, tidak lama papanya mengajak Ivano untuk berkeliling di perusahaan papanya.
Semua orang melihat Theo dan Ivano seperti kakak adik dan merasa, ingin mendaftar menjadi istrinya walau Pearl jarang ke kantor Theo tetap setia walau bagaimanapun hanya wanita itu yang mampu di sebelah Theo tidak pernah ada wanita lain.
“Yah pa, hujan,” ucap Ivano.
“Yah emang kenapa, kamu takut hujan kan kamu di dalam mobil kenapa harus takut,” tanya papa Theo.
“Sayang mobilnya basah,” ujar Ivano.
“Kamu itu ya papa kira ada apa, tidak apa-apa kan ada pengawal papa bisa ngelapin jadi kamu tidak perlu khawtir ok anak papa yang kelewat baik,” tegas papa Theo.
Ivano hanya diam tidak lama dapat pesan dari Wendy, Ivano kaget ada apa Wendy mengirim pesan kepada Ivano di tengah hujan.
“Hari lagi hujan, lu lagi dimana udah dirumah kan?” tanya Wendy.
Ivano merasa senang ketika Wendy peduli kepdanya, Theo menghelus kepala Ivano tidak lama Ivano melihat ke arah Theo.
“Anak papa kenapa senyum-senyum, udah punya pacar ya?” tanya papa Theo.
Pengawal yang melihat itu hanya senyum dan merasa lucu dengan sifat tuan muda, tidak lama akhirnya fokus untuk menyetir kembali.
“Tidak pa, papa ingatkan teman aku Wendy namanya, dia perhatian sama aku kayaknya aku sekarang udah bisa jadi teman dia,” ucap Ivano.
__ADS_1
“Emang di sekolah itu tidak ada oranglain yang mau jadi teman kamu sayang,” tanya papa Theo.
“Ada, tapi aku tidak suka mereka aku ngerasa mereka kurang tulus aja beda gitu sama Wendy, walau Wendy pendiam dia selalu tulus dengan apa yang dia lakuin pa,” kata Ivano.
Theo yang mendengar itu hanya diam tidak lama sampai rumah, setelah sampai rumah akhirnya Ivano sontak mandi dan Theo cemberut.
“Sayang, kamu kenapa?” tanya Pearl.
Theo merangkul Pearl ke kamar, setelah sampai di kamar utama mereka, Theo menaruh kepalanya di pundak Pearl.
“Pearl, sifat anak kita aneh banget deh dia kan punya teman namanya Wendy, tapi di saat oranglain mau temanan sama dia, dia tidak mau apa jangan-jangan dia,” ucap Theo.
“Sayang, jangan bicara gitu semua butuh waktu umur dia sekarang baru 14 tahun kamu jangan terlalu nekan dia, adiknya aja baru 4 tahun kamu gila ya!” pekik Pearl.
Theo bingung harus bagaimana apa yang dia liat dirinya tidak bisa mengerti tidak lama, akhirnya mereka hanya diam sontak Pearl mendekap Theo.
“Sayang, aku rasa kamu terlalu lelah makanya jangan sampai lelah sayang, sini tidur dalam pelukan aku sini biar kamu lebih nyaman,” kata Pearl.
“Iya kok kamu tau kalau aku lagi butuh di manja kamu,” ucap Theo.
Theo hanya bisa diam sembari menghela nafas tidak lama handphonenya berdering dari kantor, Theo melepas dekapan Pearl dan menjawab telepon sembari mengambil tangan Pearl yang ia kecup dan jadikan bantal di telinganya.
“Baik makasih pak, selamat malam,” ucap Theo.
Theo kembali menghela nafas lagi sontak Theo melihat ke arah Pearl dan mengecup Pearl, Pearl sebagai istri hanya bisa diam dan menuruti apa maunnya Theo, setelah Theo selesai mandi Pearl mengetuk kamar Ivano.
“Sayang, belum tidur?” tanya mama Pearl.
“Belum ma, masih ada tugas,” ucap Ivano.
“Sayang, mama mau nanya gimana kamu di sekolah baru udah ada teman yang kamu dekat, apa tidak?” ujar mama Pearl.
__ADS_1
“Ada ma, namanya Wendy aku senang banget temanan sama dia, walau awalnya kita ada musuhan tapi lama-lama jadi dekat,” ungkap Ivano.
Pearl hanya diam tidak lama mamanya kembali bertanya di saat anaknya lagi serius, sontak mama merangkul Ivano.
“Sayang, mama mau nanya kamu ada tidak sih teman wanita,” tanya mama Pearl.
“Tidak,” ketus Ivano.
Pearl terdiam dan kaget sontak menjauh dari anaknya, tidak lama Ivano melihat ke arah mamanya sembari Pearl terdiam.
“Aku tidak mau temanan sama cewe bukan karena aku tidak suka cewe, aku mikirin perasaan mama karena aku tidak mau mama marah dan kecewa kalau aku punya cewe,” ucap Ivano.
“Mama tidak pernah larang kamu cari cewe sayang,” ujar mama Pearl.
“Emang tidak pernah, tapi belum ada cewe yang sikap kayak mama kayaknya masih lama doain aja ya ma, tapi seengaknya yang udah mendekati sikap mama aja aku senang, tapi kalau tidak ada aku tidak ngerti lagi deh,” kata Ivano.
Pearl yang awal takut lama-lama jadi mengerti tidak lama Pearl menghelus kepala Ivano sontak mengecup kening Ivano.
“Sayang, dengarin mama mungkin mama itu tipe kamu, tapi bukan berarti orang yang sifatnya tidak kayak mama dia tidak baik, bisa aja dia baik tapi dengan cara berbeda sayang jadi kamu jangan memukul rata semua cewe itu tidak baik, kalau sifatnya tidak kayak mama,” ucap mama Pearl.
“Ada sih cewe di kelas namanya Katy dia badung banget, aku duduk sama dia sekarang tidak tau kenapa aku tidak bisa kasar sama dia, dia kasar sih tapi aku juga tidak benci dia cuman dia cantik sayangnya dia badung dan juga malas, setiap dia di hukum aku selalu liatin dia sampai selesai hukuman dasar cewe gila!” pekik Ivano.
“Jadi kamu suka sama dia?” tanya mama Pearl.
Ivano mengeleng kepala dan menyilangkan tanganya, sontak Pearl tersenyum tidak lama Pearl mengambil kedua tangan Ivano.
“Sayang, tidur ya udah malam kalau udah selesai tugasnya, dan jangan suka begadang tidak sehat untuk anak kecil paham sayang,” ucap mama Pearl.
“Iya mama sayang malam ma,” ujar Ivano.
“Malam,” kata mama Pearl.
__ADS_1
Pearl tersenyum keluar dari kamar Ivano, tidak lama ada Luis yang mengucek mata sontak Pearl mendekat ke arah Luis dengan senyum yang menandakan Luis ingin pergi ke toilet.
Setelah selesai ke toilet Pearl mengendong Luis ke kamarnya, kembali tidur mengecup kening Luis akhirnya Pearl bisa tidur dengan tenang tanpa ada yang menganggu.