
"Makasih sayang, aku sayang banget sama kamu oh ya malam ini ada jadwal dj bolehkan aku pergi," tanya Pearl kepada Theo.
"Tidak, kalau kamu kasih aku sesuatu mungkin aku akan pertimbangkan kembali," ujar Theo kepada Pearl.
Pearl mengerti maksud Theo sontak saat Pearl ingin mengecup pipi Theo malah kepleset, sampai akhirnya mereka saling membalas satu sama lain.
"Mau aku antar tidak?" tanya Theo serius kepada Pearl.
"Tidak usah aku sendiri aja," ucap Pearl kepada Theo.
Theo hanya menghela nafas dan mengalah kepada Pearl, tidak lama Pearl hanya senyum dan malam hari di dj klub dimana Pearl bermain.
Setelah Pearl selesai bermain handphonenya berbunyi pesan dari Theo yang menunggunya di lobi, tiba-tiba Pearl ditahan tanganya sontak Pearl melihat mengunakan topeng dan juga topi.
"Pearl," panggil Gio kepada Pearl.
Pearl sontak tidak menyangka akan mendengar suara ini kembali, sontak mereka berbicara di tempat yang jarang ada orang lewat.
"Kenapa kamu bisa tau aku Pearl?" tanya Pearl kepada Gio.
Gio adalah mantan kekasih kesayangan Pearl mereka sudah menjalin hubungan selama tujuh tahun, sayangnya hubungan itu kandas tanpa alasan jelas Gio tiba-tiba menghilang dari hidup Pearl, ditengah Pearl lagi sayang-sayangnya dengan Gio.
"Gio, aku minta kamu pergi dari hidup aku, aku udah ada suami dan aku tidak mau lagi terjebak sama kamu," kata Pearl dengan tegas kepada Gio.
"Maafin aku sayang, aku cuman bentar tinggalin kamu tapi aku punya alasan kenapa aku tinggalin kamu," jawab Gio kepada Pearl dengan suara melas.
"Apapun alasan kamu, aku tidak bisa terima karena semuanya udah selesai tidak perlu ada penjelasan lagi," ujar Pearl kepada Gio.
Gio mendekap Pearl dari belakang dengan erat, Theo yang melihat itu sontak memlintir tangan Gio, saat di mobil Pearl hanya diam tidak berkata apa-apa.
"Pearl!" teriak Theo kepada Pearl.
__ADS_1
"Theo, maaf aku lagi tidak mau berantam sama kamu, berantamnya nanti aja aku capek," ujar Pearl dengan nada sedih.
Theo menangkap tangan Pearl dengan kesal sontak Pearl menudukan kepalanya ke arah bawah dan tidak mau menatap Theo.
Theo mangkin kesal dan menangkap kedua wajah Pearl dengan satu tanganya, dengan kesal dan kekuatan tanganya menyakiti Pearl, Theo sontak mengecup Pearl.
"Kamu tidak boleh dj lagi, mulai sekarang sampai selamanya," perintah Theo kepada Pearl.
Pearl tidak peduli dan hanya jalan ke kamar mandi untuk mandi, dengan muka sedihnya Theo yang melihat itu merasa kesal sontak keruang kerjanya, dan menghancurkan semua perabotan tidak lama mama dan papa bingung ada apa, sampai akhirnya Pearl tidur sendirian dengan hawa yang dingin.
Kebesokan paginya Pearl bangun dan melihat ke arah sebelah kananya dan itu Gio sontak Pearl mendekap sembari senyum.
"Gio, jangan pernah tinggalin aku lagi ya aku sayang banget sama kamu," ungkap Pearl kepada Gio.
Theo yang mendengar itu merasa kesal, sontak bangun dari tempat tidur Pearl yang bingung Gio kemana, tidak taunya itu Theo dengan balutan di tanganya.
"Theo, tangan kamu kenapa?" tanya Pearl dengan perasaan takut.
"Theo, lain kali jangan sampai begini lagi tanganya," perintah Pearl kepada Theo.
Theo hanya diam dan merasa sakit hati, semenjak bertemu dengan Gio mendadak Pearl berubah dari Pearl biasanya, sampai akhirnya selesai Theo pergi dari hadapan Pearl, Pearl juga tidak berkata apa-apa saat di meja makan.
"Pagi anak-anak mama," kata mama dengan senyum indahnya kepada kedua anaknya yang lagi dengan hawa dingin.
Mereka hanya diam saja tanpa ada balasan apapun Pearl hanya senyum, sembari makan tidak lama handphone Pearl berdering dari Gio.
"Sayang, aku bakal perjuangan cinta kita," kata Gio kepada Pearl.
Pearl tersenyum membaca pesan tersebut, sedangkan Theo memicingkan matanya kepada Pearl, ditengah makan Theo pergi tanpa ada kata apa-apa Pearl juga tidak peduli kepada Theo.
"Sayang, Theo kenapa? kalian berantam ya," tanya mama kepada Pearl.
__ADS_1
"Tidak kok ma, Pearl pergi dulu ya mau ketemu sama teman," jawab Pearl kepada mama.
Mama hanya tersenyum kepada Pearl sampai di kafe yang ada Gio, sontak Pearl mendekap Gio dengan erat begitu juga mengecup pipi Gio.
Theo yang melihat itu sontak melempar tabletnya dan merasa frustasi sehingga mengepal tanganya dengan erat sampai dirinya ingin menyakiti dirinya kedua kalinnya.
"Jalan pak supir, saya tidak peduli sama dia mau dia pulang atau tidak itu pilihan dia," perintah Theo kepada supir.
Supir hanya diam dan menurut kepada perintah Theo, saat sampai di kantor Theo terus melamun seperti bukan dirinya sampai akhirnya Theo memandang ke arah jendela.
"Apa sih kelebihanya itu pria sampai dia begitu banget, asisten!" teriak Theo kepada asistenya.
"Iya pak Theo," jawab asisten dengan nada takut kepada Theo.
"Cari tau pria yang bersama nyonya Pearl, kalau kamu tidak dapat apa-apa jangan harap kamu bisa kerja di sini lagi, pergi sanah!" pekik Theo kepada asistenya.
Asistenya bergegas pergi kepala Theo merasa sakit, ketika dia marah dengan Pearl itu membuatnya jadi malas makan sehingga kepalanya merasa sakit, Theo di larikan kerumah sakit kurangnya nutrisi dalam diri, Pearl yang melihat dari kaca luar ruangan Theo hanya sedih.
Gio datang dan mendekap pundak Pearl, sontak Pearl mendekap Gio dengan erat mengeluarkan berlinang air mata dengan sesegukan.
"Pearl, tenang aja Theo itu orang kuat dia tidak mungkin kenapa-kenapa kamu percaya sama aku kan, mendingan kamu temanin aku lalu kamu dj di bar sana," ajak Gio kepada Pearl.
"Maaf Gio aku tidak bisa, keselamatan suami aku Theo lebih penting kamu duluan aja, aku permisi mau masuk ruangan Theo," jawab Pearl kepada Gio.
Gio mendekap Pearl dari belakang, berusaha untuk menahan Pearl bertemu dengan Theo, Pearl melepas dengan pelan dekapan tersebut sembari pegang kedua wajah Gio.
"Gio sayang, maaf kasih aku waktu aku mau temanin Theo, dia begini juga pasti karean aku kalau dia sampai kenapa-kenapa aku tidak bisa maafin diri aku sendiri, sekali lagi aku minta maaf ya Gio," tutur Pearl kepada Gio.
Gio hanya diam dan tidak bisa berkata apa-apa mungkin kedatanganya telat, tapi dia akan tetap terus berusaha untuk mendapatkan hati Pearl kembali.
Pearl masuk ke dalam ruangan untuk melihat Theo, sembari mendekap tangan Theo yang menempel di pipinya, Pearl tanpa sadar menanggis sembari mengecup pucuk tangan Theo tidak lama tangan Theo bergerak, Pearl kaget saat ingin memanggil dokter di tahan oleh Theo.
__ADS_1