
“Dasar suami gila, setiap dia cemburuan pasti mainya kayak orang gila, pft untung masih bisa berdiri dan berjalan dengan benar,” ucap Pearl.
Pearl pergi dari kamar dan masak untuk keluarganya, setelah selesai Ivano keluar dari kamar dan melihat ke arah mamanya.
“Pagi ma,” ucap Ivano.
“Pagi anak mama yang ganteng, kamu kenapa kok kayaknya ngantuk banget itu di bawah mata kamu ada lingkar hitam, kemarin malam tidur jam berapa?” tanya mama Pearl.
“Aku lupa ma, aku banyak tugas jadi tidak mikirin kapan aku tidur,” ucap Ivano.
“Sayang, lain kali kalau ada tugas jangan main-main di luar, selesain dulu tugasnya baru kamu main terserah kamu, ok sayang,” ujar mama Pearl.
“baik mama sayang,” jawab Ivano.
Pearl mengambil makan dan memberi Ivano makan, tidak lama Theo keluar dengan bertelpon dengan oranglain duduk di sebelah Pearl.
Pearl mengambil makanan untuk Theo, setelah selesai teleponan Pearl hanya bisa biasa aja sedangkan Ivano bingung seberapa banyak pekerjaan papanya.
“Pa, papa tidak apa-apa?” tanya Ivano.
“Tidak apa-apa kok emang papa kenapa sayang?” jawab papa Theo.
“Papa kayak sibuk, apa Ivano ganggu papa,” ujar Ivano.
“Kamu bicara apa sih, mana ada kamu ganggu justru papa senang kalau kamu tanya sayang,” ucap papa Theo.
Pearl hanya diam dan menyiapkan makanan untuk Luis, selesai bapak dan anak makan akhirnya pergi bersama berpamitan dengan Pearl.
“Luis kita sendirian lagi dirumah,” ucap mama Pearl.
“Mama tidak suka sama Luis dirumah?” ketus Luis.
“Haha tidakalah sayang, mama senang justru kita ngapain ya kamu mau ngapain sayang,” tanya mama Pearl.
Luis hanya diam sembari jalan ke arah ruang tv, sampai akhirnya nonton Pearl hanya mengeleng kepala selesai mandi, menemani Luis nonton tidak lama Luis tidur sontak Pearl mendekap Luis.
Andi merasa rindu akan Pearl tidak lama mengirim pesan kepada Pearl, Pearl merasa bingung dengan Andi ada apa dengan Andi.
“Sayang, ini kerjaanya filenya dimana ya?” tanya Rachel.
__ADS_1
Rachel melihat Andi senyum-senyum tanpa ada kepastian apapun, sampai akhirnya Rachel berjalan ke arah dirinya.
“Sayang, kamu kenapa senyum-senyum ada berita yang bahagia?” tanya Rachel.
“Tidak, ini sih Pearl ngelucu lagi fotoin anaknya sih Luis, lucu banget ya calon main sama Sam,” ucap Andi.
“Kamu bicara apa sih? Kenapa tiba-tiba bicara gitu,” ujar Rachel.
“Loh emang kenapa salah ya, kan aku cuman bicara dengan apa yang aku katakan letak kesalahan aku dimana sayang,” tanya Andi.
Rachel sontak pergi dari hadapan Andi, tidak lama Andi bingung ada apa dengan Rachel, Pearl telepon Andi dan Andi mengangkat telepon tersebut.
“Hi cantik,” ucap Andi.
“Ada anak gua loh, dia tukang ngadu mau lu di marahin dia,” ejek Pearl.
“Ma, siapa ma?” tanya Luis.
Pearl sontak mengarahkan handphone ke arah Luis, sontak Andi merasa gemas dengan Luis, Pearl meninggalkan Luis dengan Andi sedangkan Pearl masak di dapur.
“Hi Luis, kamu apa kabar?” tanya Andi.
“Baik om, om siapanya mama,” jawab Luis.
Luis hanya mengleng kepala sedangkan Andi merasa lucu, setelah itu Pearl balik dengan cemilan melihat ke arah Andi.
“Andi, lu kenapa gemas sama anak gua,” ucap Pearl.
“Iya kenapa sih anak lu lucu semua, ganteng gitu gemas pengen gua bawa pulang,” kata Andi.
“Tanya anak gua mau gak dia,” ungkap Pearl.
Pearl melihat ke arah Luis, Luis sontak mengsilangkan tanganya Pearl hanya senyum sedangkan Andi hanya mengerutkan dahi dan pura-pura bersedih.
“Sayang, jangan kejam dong sama om Andi, dulu waktu Luis masih kecil om Andi jagain kamu loh,” ucap Pearl.
“Eh dia ya yang waktu itu,” jawab Andi.
“Bukan, itu Ivano, Ivano sekarang lagi sekolah ini adiknya,” ujar Pearl.
__ADS_1
Luis hanya bingung dengan apa yang ingin di bicarakan sampai akhirnya, Pearl sontak mendekap Luis sedangkan Andi terus membuat Luis menyukai dirinya.
“Luis, kamu udah sekolah mau kenalan tidak sama anak om namanya Sam,” tanya Andi.
“Boleh, kalau anak om mau kenalan sama aku,” ucap Luis.
“Sayang Sam sini ada teman,” kata Andi.
Sam jalan ke hadapan papanya sontak Andi mengendong Sam lalu, Luis melihat Sam, Sam merasa terpukau akan kegantengan Luis.
“Hi, nama kamu siapa?” tanya Sam.
“Luis, kamu Sam kan tadi om panggil nama kamu Sam, maaf udah tau duluan ya,” ucap Luis.
“Iya tidak apa-apa oh ya, kamu tinggal dimana aku mau main sama kamu,” tanya Sam.
“Maaf aku tidak tau tinggal dimana yang tau mama aku, aku cuman ikut sama orangtua aku aja,” kata Luis.
Andi dan Pearl tersenyum melihat anaknya berbicara satu sama lain, tidak lama handpone Luis berdering sontak Luis mengangkat teleponya.
“Halo pa, ada apa pa?” tanya Luis.
“Sayang, mama kamu mana? Papa telepon tidak di jawab terus ada suara pria itu suara siapa,” ucap papa Theo.
“Lagi telepon sama om Andi, ada apa pa? Kenapa papa cari mama kan baru beberapa jam belum ketemu mama, huhu papa udah kangen ya sama mama,” kata Luis.
Theo yang mendengar itu hanya diam dan mengerutkan dahi tidak lama, akhirnya Pearl mengambi handphone Luis dengan perlahan tidak lama akhirnya Pearl menjauh dari Luis.
“Halo suamiku tersayang ada apa?” tanya Pearl.
“Kamu teleponan sama Andi, ada urusan apa kenapa lama banget aku telepon kamu 20 kali, kenapa kamu tidak jawab kalau ada apa-apa gimana, untung Luis ada handphone kalau dia tidak ada handphone gimana?” pekik Theo.
“Iyaudah sih sayang aku minta maaf, kamu kenapa sih glaka banget hari ini ada masalah apa di kantor kalau ada masalah cerita aja sama aku, pasti aku bantuin kok dan dengarin,” ujar Pearl.
Theo hanya menghela nafas selain cantik Pearl juga pintar mengambil hati suaminya dan tidak cuman suaminya, semua orang bisa di ambil dengan paras lalu cara bicaranya juga.
“Hmm, yaudah sayang sekali lagi aku minta maaf ada apa sih,” kata Pearl tetap membujuk Theo.
“Tidak ada apa-apa kok, cuman kangen aja maaf kalau aku sampai emosi aku kira ada apa, makanya aku marah banget di tambah Luis yang bicaranya terlalu dewasa bikin aku tambah tidak mood, kenapa anak kita harus sepintar ini ya semuanya,” ucap Theo.
__ADS_1
“Salahin diri kamu kenapa kamu pintar jangan salahin anak kita dong kalau mereka pintar itu namanya udah takdir, mau gimana lagi,” ketus Pearl.
Theo yang mendengar itu awalnya mau marah tidak jadi, tidak lama akhirnya Theo merapikan dasinya dan ada Ivano.