
“Pa, udah pulang,” kata Ivano.
Semua pada memandang Ivano dan meminta maaf pada Ivano, mereka semua berjanji tidak akan jahat lagi kepada Ivano, berharap Ivano bisa satu sekolah lagi dengan mereka sampai akhirnya Theo hanya duduk di sana.
“Jadi, kalian jahatin anak saya dan yang panggil kalian semua istri saya, terus apa yang harus kalian lakukan depan istri saya dan juga anak saya,” tegas Ivano.
Ivano menahan papanya untuk berbuat jahat kepada mereka, karena Ivano pribadi tidak mau memperpanjang masalah ini.
“Pa, udah pa aku tidak apa-apa kok lagian mereka udah minta maaf sama aku,” ucap Ivano.
“Bagi kamu udah bagi papa tidak sayang, pengawal bawa mereka ke jalur hukum,” perintah papa Theo.
“Pa jangan pa,” tegas Ivano.
“Sayang anak papa, papa tau kamu orang baik dan juga papa mau memberi yang terbaik untuk kamu, jadi kamu harus bisa bedain yang mana harus baik mana tidak sayang,” sahut papa Theo.
Ivano hanya diam sedangkan mereka merasa takut, tidak lama pengawal membawa mereka pergi Theo masuk ke kamar, Ivano merasa tidak enak dan takut di benci orang, Pearl menyusul ke kamar walau mereka masih berantam bagaimanpun mereka harus bahas satu sama lain.
“Theo, aku mau nanya,” tanya Pearl.
“Kamu mau nanya apa, bukannya kamu masih marah sama aku apa yang mau kamu tanya,” jawab Theo dengan ketus.
“Hm kamu mau apaain teman-teman Ivano, kamu jangan sampai bikin anak kita di benci orang ya aku tidak mau dia di benci orang,” ujar Pearl.
Theo hanya tersenyum sembari menaruh jasnya di tempat lain, tidak lama duduk di kursi yang ada di kamar, begitu juga dengan Pearl duduk di atas kasur.
“Kamu tenang aja aku tidak bakal bikin anak kita di benci orang kok, aku cuman mau kasih mereka jera aja tapi tidak di apa-apain, emangnya anak kita kepikiran soal mereka,” tanya Theo.
“Iya, karena Ivano tipe yang baik makanya dia kepikiran soal pemikiran orang, hmm aku tidak tau juga aku berharap sih dia tidak kepikiran tapi tapi susah sih dia tipe yang kayak aku tidak tegaan,” tutur Pearl.
Theo sontak berdiri dan duduk di samping Pearl sembari merangkul Pearl dengan sabar dan penuh kasih sayang, setelah itu mengecup Pearl.
__ADS_1
“Kamu tenang aja, aku tidak bakal apa-apain mereka kok mereka, cuman aku antar keluar aja dari rumah tapi anak mereka masih boleh di sekolah itu dan anak kita tetap pindah, di sekolah baru diapun aku mau ketemu sama kepala sekolahnya, kamu paham kan?” ucap Theo.
“Iya, makasih ya kamu udah baik sama mereka yang jahat sama anak kita, aku tau mereka semua dapat balasanya cuman aku masih bingung balasan apa yang cocok sama mereka,” tegas Pearl.
“Urusan itu tidak perlu kamu pusingin, itu udah jadi bagian tugas aku, kamu duduk manis dan tenang aja oke sayang,” ujar Theo.
Pearl hanya menanggukan kepala, sedangkan Ivano merasa tidak enak, sampai akhirnya Pearl keluar dari kamar dan mengetuk kamar Ivano.
“Sayang,” panggil Pearl.
“Iya ma, masuk ma,” jawab Ivano.
Pearl jalan ke arah Ivano, sembari menghelus kepala Ivano dengan lembut, dan mendekap Ivano yang terdiam saja di pojokan.
“Sayang, tadi mama bicara sama papa kamu, katanya papa kamu tidak apa-apain mereka, kamu tenang aja ya nanti di sekolah baru kamu, papa kamu udah persiapkan sekolah yang baik untuk kamu jadi kedepanya tidak akan ada yang berani sama kamu sayang, langsung berahadapan dengan papa kamu, ok sayang,” ucap mama Pearl.
“Iya ma tenang aja, aku pasti dengarin mama kok,”jawab Ivano.
“Iya sayang,” ujar mama Pearl.
Pearl hanya diam dan tersenyum sembari menghelus kepala Ivano, sampai akhirnya mamanya keluar dari kamar Ivano lalu ke kamar pribadinya.
“Giman sama Ivano sayang?” tanya Theo.
“Baik-baik aja kok kenapa,” jawab Pearl.
“Dia tidak kepikiran kan, tidak seperti yang kayak kamu bicarakan,” ucap Theo.
“Tidak kok, kamu tenang aja,” sahut Pearl.
Pearl sontak mengambil selimut tidak lama tidur di kasur, setelah itu Theo melihat ke arah Pearl sedangkan Pearl hanya diam juga melihat ke arah Theo.
__ADS_1
“Kenapa kamu liat aku, ada yang mau di bicarakan sampai kamu ngeliat aku kayak gitu,” ucap Pearl.
“Tidak kok, aku cuman mau liat istri aku aja emang kenapa sayang,” ujar Theo.
“Dih, tidak ada apa-apa bilang gitu kan setiap hari liat juga, emang jarang liat apa,” kata Pearl.
“Haha tidak apa-apa cuman mau bilang aja malam sayang selamat tidur,” kata Theo.
Pearl bingung ada apa dengan suaminya, sontak Pearl menarik tangan suaminya serta Theo melihat Pearl dengan arah dekat, lalu Pearl mendekatkan dahinya ke dahi Theo.
“Kamu baik-baik aja kok, terus kamu kenapa? Aku bingung sama kamu,” ucap Pearl.
“Emang aku baik-baik aja emang aku ada bilang aku kenapa,” ujar Theo.
Tidak lama handphone Pearl berdering dari Andi, saat Theo hendak ingin mendekap Pearl, Andi telepon di saat waktu yang tidak tepat.
“Halo Andi, ada apa?” tanya Pearl.
“Lu lagi tidur ya, gua mau nanya apa kabar lu sekarang,” jawab Andi.
“Belum kok, kenapa, gua baik-baik aja lu sendiri gimana, Rachel mana titip salam dong sama dia kalau tidak gua mau bicara sama dia,” ucap Pearl.
“Ada kok lagi kerja, oh ya Pearl jadi gini lu mau kapan balik ke perusahaan, perusahaan kita hetic banget dan tidak ada orang, gua butuh lu,” ujar Andi.
Pearl hanya terseyum sembari membalas perkataan Andi dengan santai dan buat tenang, tidak lama Andi hanya diam mengapa.
“Andi, itu udah jadi perusahaan lu, perusahaan kita darimana terkadang yah lu ini suka baik banget sama orang tidak boleh gitu Andi, nanti lu yang rugi.” ucap Pearl.
Theo yang melihat Pearl bisa ketawa lepas dengan Andi membuatnya cemburu, walau udah nikah tetap ada percikan api cemburunya, Pearl yang sadar hanya senyum seketika saat Theo ingin pergi Pearl merangkul Theo dan mengehelus kepala Theo.
Theo yang melihat itu hanya diam dan menurut serta saat Theo terdiam, Pearl mematikan microphone dan mengecup Theo sembari itu Theo hanya melihat ke arah Pearl.
__ADS_1
“Bentar ya sayang, aku lagi teleponan kamu jangan cemburu ok,” kata Pearl.
Theo hanya menganggukan kepalanya dengan nurut, tidak lama akhirnya Theo terdiam dan tidur di pangkuan Pearl, Pearl yang lagi asik bicara sama Andi melihat Theo tidur membuatnya merasa hangat dan nyaman bisa membantu Theo tidur karena beberapa hari ini, Theo jarang pulang kerumah dan membuat Pearl khawtir akan dirinya.