Dj Kesayanganku

Dj Kesayanganku
DJK PART 45


__ADS_3

"Sayang, ini makanan spesial untuk anak cantik kesayangan papa,udah ya jangan marah lagi maaf banget kalau papa sibuk, soalnya akhir-akhir ini pekerja papa kurang dan papa butuh lebih banyak orang yang berguna untuk masa depan, makanya valen pintar sekolah biar bisa bantu papa ya anak cantik," ucap papa Andi.


"Aku juga mau bantu papa," ujar Sam.


"Iya kedua anak papa emang orang hebat, papa sayang sama kalian," kata papa Andi.


Valen hanya diam merasa tidak enak dengan papanya, sampai akhirnya Valen mendekap papanya, Andi bingung ada apa dengan Valen.


"Papa, maafin Valen ya selalu nuntut papa tapi tidak pernah mau tau kesusahan papa, Valen jadi ngerti kenapa mama benci sama Valen," ujar Valen.


"Sayang, kamu bicara apa sih papa dan mama tidak pernah benci kamu, sebenarnya papa malah benci sama kerjaan papa, sampai papa tidak bisa yang namanya jaga Valen, maafin papa udah ngerepotin Valen lalu semua keluarga papa," ucap papa Andi.


Valen sontak senyum saat mendengar Andi berkata demikan, tidak lama akhirnya Rachel terdiam sontak mendekap semua keluarganya dengan rasa bersalah.


"Valen sayang, maafin mama ya udah keras sama kamu, mama janji akan lebih perhatian sama kamu sayang," kata mama Rachel.


"Iya ma maafin Valen juga, Valen akan belajar jadi anak yang baik untuk mama dan papa karena Valen sayang sama mama dan papa," ucap Valen.


Semuanya saling memaafkan, sampai di sekolah Valen mengecup pipi papanya dan tersenyum kepada papanya sembari papanya menghelus kepala Valen.


"Sayang, sekolah yang baik ya kalau tidak paham tanya guru, nanti dirumah papa bantu kalau kamu masih tidak ngerti," ucap papa Andi.


"Tidak, aku tidak mau ngerepotin papa  biar Valen aja pa, kerjaan papa udah banyak Valen tidak mau nambah beban," kata Valen.


"Iyaudah anak papa emang hebat makanya papa sayang sama kamu," ujar papa Andi.


Valen keluar dari mobil papanya sontak masuk ke kelas, tidak lama Andi pulang kerumah sontak sahabat Valen bernama Iria memanggil Valen.


"Valen!" teriak Iria.


Valen menengok ke arah yang memanggilnya tidak lama ternyata sahabtnya Iria, Iria mendekap Valen dengan lembut.


"Lu ya di panggil tidak jawab-jawab," ucap Iria.


"Yah maaf kan gua lagi tidak dengar bukan sengaja tidak mau dengar, yah maaf kalau gua salah haha," ujar Valen.


"Tidak apa-apa karena lu teman tercantik gua, gua maafin," kata Iria.


"Oh ya, lu udah kerjain pr hari ini," ungkap Valen.


Iria hanya mengeleng kepala menandakan belum, setelah itu Valen terdiam sembari jalan ke kelas sampai di kelas, mereka duduk tidak lama guru datang.


"Duh, pelajaran ibu ini lagi, malas banget gua," ucap Iria.

__ADS_1


"Iya, mau gimana lagi belajar aja udah," ujar Valen.


Iria selalu menurut kepada Valen, tidak lama selesai itu Andi menjemput anaknya Valen, tidak lama Iria terus melihat ke arah Andi.


"Adik, kamu mau pulang bareng juga," kata papa Andi.


"Tidak om, makasih om saya nanti aja pulang sendiri," ucap Iria.


"Oh yaudah kalau gitu, om permisi dulu ya," ungkpa Andi.


Iria merasa ada gejolak yang berbeda saat bertemu dengan papa Valen, tidak tau kenapa rasanya ingin menyuruh mamanya yang lajang untuk menika dengan papa Valen, di dalam perjalanan Valen merasa ada yang tidak  benar.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya papa Andi.


"Pa, besok tidak usah jemput aku ya, aku merasa ada yang aneh sama Iria," ujar Valen.


"Loh sayang, kenapa kamu bicara gitu," ucap Papa Andi.


Valen terdiam tidak mau berkata terlalu banyak, Andi bingung ada apa dengan anaknya setelah membeli makanan kesukaan keluarganya, pulang kerumah Valen sonta ke kamar mamanya Rachel bingung ada apa.


"Sayang, anak kita kenapa?" tanya mama Rachel.


Andi hanya menaik turunkan bahu sembari tidak mengerti situasi, balik ke Ivano yang udah pulang sekolah setelah keseruan belajar.


"Ada apa ma," jawab Ivano.


"Sayang, kamu sayang mama kan, mama jenuh boleh tidak kita pergi buat membebaskan pikiran," ujar mama Pearl.


"Tidak bisa ma, aku mau belajar duluan ma," sahut Ivano.


Pearl hanya menghela nafas Ivano pergi tanpa salah, setelah itu Theo hanya mendekap pelan pundak Pearl, sembari jalan ke arrah kamar Ivano.


Tok tok tok.


"Sayang, ini papa buka dong pintunya," ucap papa Theo.


Ivano membuka pintu kamarnya sembari melihat ke arah papanya, Theo sontak masuk ke dalam kamar Ivano yang bersih dan enak di pandang.


"Sayang, hari ini mama sama papa mau ajak kamu jalan, mau tidak?" tanya papa Theo.


"Humm, yaudah kalau gitu Ivano ganti baju dulu, papa tunggu di mobil aja nanti Ivano nyusul ya," ujar Ivano.


"Ok sayang, anak baik papa tau Ivano tidak bakal kecewain papa, duluan sayang," ucap papa Theo.

__ADS_1


Theo mengecup kening Ivano, Ivano hanya senyum tidak lama Theo turun, Ivano selalu nurut kepada kedua orangtuanya tapi lebih nurut kepada Theo, selain Theo sibuk Ivano selalu suka kalau pergi sama Theo dan karena itu kalau Theo yang minta Ivano pasti setuju.


Ivano keluar dari kamarnya dengan memakai baju ala papanya yang rapi dan rambut yang di naik secara berdiri-diri untuk memikat wanita.


"Ganteng banget sih anak mama," ucap mama Pearl.


Sontak Pearl mendekap Ivano dengan erat dan di liat oleh Luis, sembari Ivano memberi kode kepada Luis, tidak lama Luis menanggis minta di gendong juga.


"Hmm anak mama tumben nangis, mama tidak boleh peluk kak Ivano ya, padahal mama sayang kalian berdua," ujar mama Pearl.


"Mama cuman boleh peluk aku," ucap Luis.


"Siap sayang," jawab mama Pearl.


Semuanya udah lengkap saatnya pergi, setelah pergi akhirnya mereka menikmati jalan, saat Ivano mau baca buku, mama Pearl sontak mendekap Ivano dan mengecup kening anaknya, Ivano merasa hangat mamanya hari ini terpaksa Ivano harus manja walau dia sudah dewasa.


"Ma," panggil Ivano.


"Apa sayang," ucap mama Pearl.


"Kita tidak pernah ketemu kakek dan nenek mereka, apa kabar?" tanya Ivano.


Pearl dan Theo hanya diam seketika Ivano merasa tidak enak kepada orangtuanya karena sudah menanya hal yang tidak perlu, tidak lama Pearl tersenyum untuk mencairkan suasana.


"Kamu kangen nenek dan kakek kamu sayang," ujar mama Pearl.


"Iya ma," jawab Ivano.


"Iyaudah nanti kapan-kapan ketemu ya, kakek sama nenek suka pergi jalan-jalan tunggu jadwal mereka kosong, baru mama temanin ketemu mereka ya," ucap mama Pearl.


"Benaran ma," ungkap Ivano.


Pearl tersenyum sembari mengangguk dan juga menghelus Ivano, tidak lama Ivano dan Luis mendekap mama Pearl dengan erat, Theo yang melihat sikap Pearl membuatnya mangkin sayang dengan Pearl.


"Ada yang cemburu ini, tidak di peluk mama," ungkap Luis.


"Eh? kata siapa, tidak kok papa lagi liat jalan," jawab papa Theo.


"Luis tidak bilang orangnya pa, kenapa papa ngerasa," ucap Ivano.


Pearl hanya ketawa kecil tidak lama sampai di tempat tujuan, setelah di tempat tujuan mereka menikmati tempat itu sepanjang hari, tidak lama Ivano juga mengecup pipi mama dan papanya, bagi Ivano melihat keluarganya senang adalah kesenangan dia juga.


Setelah selesai dari acara malam hari sudah mereka pulang kerumah, sampai dirumah ada nenek dan kakek dari Theo, sontak Ivano dan Luis mendekap nenek dan kakeknya, Pearl pergi ke kamar tapi di susul oleh mama Theo, saat Theo mau nyusul di tahan papa Theo, alias kakek Ivano dan juga Luis.

__ADS_1


__ADS_2