
“Sayang bangun udah pagi, kamu tidak buat sarapan?” tanya Theo.
Pearl bangun dengan malas sembari itu menguap dan keluar dari kamar, semuanya bingung ada apa dengan mama hari ini dan mengapa mama telat bangun.
“Mama, baik-baik aja kan?” tanya Ivano.
“Iya sayang mama kurang tidur aja kemarin,” ucap mama Pearl.
“Maaf ya ma, karena aku ya,” ungkap Ivano.
“Bukan kok sayang tenang aja,” kata mama Pearl.
Selesai masak di bantu Theo, akhirnya semuanya makan dengan baik dan tenang setelah selesai semua pergi ke aktivitas masing-masing.
“Luis,” ucap mama Pearl.
“Iya ma, kenapa,” jawab Luis.
“Hari ini kita pergi sekolah ke tempat kak Ivano ya,” ajak mama Pearl.
“Iya ma,” sahut Luis.
Ivano yang tau akan satu sekolah dengan adiknya membuat dirinya senang, tidak lama Luis mengenggam erat tangan Ivano.
“Kak, walau kita di kelas yang berbeda aku akan selalu jagain kakak kok, kakak tenang aja ya tidak bakal ada yang berani nyakitin kakak, kalau sampai ada orangnya tidak tau malu berarti,” ucap Luis.
Ivano yang mendengar itu hanya ketawa kecil sontak menghelus kepala Luis, Luis yang sering di helus dengan Ivano merasa senang dan berbeda ketika papa atau mamanya yang melakukannya.
“Makasih ya Luis, kamu emang adik kesayangan kakak,” ujar Ivano.
Luis menganggukan kepalanya, tidak lama sampai di sekolah mereka turun ke jurusan masing-masing tidak lama Pearl berjalan keliling dan tidak lama bertemu dengan teman lamanya.
“Pearl!” teriak dari arah sanah.
Pearl melihat ke arah yang memanggil saat liat sontak lari dan di kejar dengan pria itu, tidak lama pria itu menangkap tangan Pearl.
“Pearl, mau sampai kapan lu lari dari gua,” ketus Ivan.
Ivan adalah mantan kekasih Pearl yang meninggalkan Pearl tanpa sebab, sekarang dirinya ingin balik dengan Pearl dalam keadaan sudah punya istri dan juga lima anak.
__ADS_1
“Lepasin gua! Gua tidak mau ada orang yang liat,” pekik Pearl.
“Pearl gua tau lu masih cinta sama gua, buktinya lu ke sini pasti mau ketemu gua kan,” ucap Ivan.
“Jangan sembarangan bicara ya gua ke sini ada urusan jadi tutup mulut lu!” jerit Pearl.
Pearl mengingit tangan Ivan dan lari masuk ke dalam mobil, tidak lama pengawal membawa Ivan pergi dari hadapan Pearl.
“Ibu tidak apa-apa,” ucap pengawal.
“Antar saya pulang, nanti beberapa suruh jaga Luis ya dan antar Luis pulang langsung biar tuan muda ke kantor bersama papanya,” perintah Pearl.
“baik ibu,” kata pengawal.
Pearl pergi dari sekolah, setelah sampai dirumah Pearl terlihat gelisah tidak lama Theo pulang dan melihat ke arah Pearl.
“Sayang kamu kenapa?” tanya Theo.
“M-mm tidak kok,” ucap Pearl.
“Kamu kenapa sih, kalau ada apa-apa kasih tau aku,” ujar Theo.
Ivano, Luis serta papanya Theo juga merasa kasihan kepada Pearl, akhirnya Theo membawa makanan kesukaan Pearl tidak lama Pearl hanya diam dan terus merenung di kaca kamar.
“Pengawal! Cari tau apa yang terjadi kepada ibu, kenapa ibu bisa begini cari semuanya informasi yang lengkap jangan sampai ada kelewatan,” perintah Theo.
Theo ke kamar dan Pearl sama sekali tidak peduli, saat Theo tidur di sebelah Pearl tiba-tiba Pearl mendekap Theo lalu mengeluarkan air mata.
“Sayang, kamu kenapa sih mau liburan ya, ayo kita liburan atau mau pindah negara lagi, aku rela pindah ke semua negara yang kamu mau biar aku tidak liat kondisi kamu kayak gini sayang,” ucap Theo.
Pearl hanya mengeleng kepala tanpa berkata apa-apa, tidak lama Theo mengecup kening Pearl dan Pearl mulai melihat Theo.
“T-theo,” kata Pearl yang terbatah.
“Iya sayang,” jawab Theo.
“A-aku t-takut sama,” ujar Pearl.
Theo bingung siapa yang di takutkan Pearl, apa semua ini karena orangtuanya kembali, sontak Theo mengambil handphone dan menelepn orangtuanya.
__ADS_1
“Halo pa! Papa apain Pearl sampai takut begitu?” pekik Theo.
“Theo kamu jangan jadi anak yang kurang aja ya, papa diam aja kamu pindah negara tapi baru beberap tahun di cuekin, kamu udah ngerasa diri kamu kuat sampai kamu berbicara dengan papa dengan nada teriak gitu! Maksud kamu apa hah!” jerit papa Theo.
Theo merasa berbicara dengan orangtuanya tidak akan membuat masalah menjadi selesai, melainkan sesuatu yang membuat dirinya tambah gila lagi daripada ini.
“Huft pengawal!” pekik Theo.
“Iya tuan, ada apa,” ucap pengawal.
“Cari tau ad apa dengan nyonya dan jangan sampai ketawan nyonya,” ujar Theo.
“Baik tuan,” kata pengawal.
Theo masih mikir, ada apa dengan istri kesayanganya kenapa bisa sampai begitu, ada apa sebenarnya kalau memang ada apa-apa harusnya lebih jelas lagi di jelaskannya.
“Sayang,” panggil Theo.
Pearl menanggis setelah mendengar suara Theo, Theo juga ikut menanggis melihat Pearl kesakitan akan begininya, tidak lama akhirnya Pearl mendekap Theo dengan erat.
“Theo, jangan pernah tinggalin aku walau aku akan menjadi orang yang tidak kamu kenal,” ucap Pearl.
“Sayang, boleh aku tanya kamu kenapa, kalau ada apa-apa akan aku selesaikan sayang,” ujar Theo.
Pearl tetap diam dan tidak mau menjawab perkataan Pearl, tidak lama akhirnya pengawal mengetuk pintu kamar Theo, Theo melihat ke arah pintu.
“Sayang, aku ada kerjaan bentar ya nanti aku kembali lagi,” ucap Theo.
Pearl hanya diam tidak berkata apa-apa tidak lama akhirnya, Theo keluar dari ruangan dan mendekati pengawal.
Theo duduk di ruang kerja sembari dengan muka muram yang penuh amara, ingin rasanya menghabiskan orang-orang yang menyakiti keluarganya.
“Tuan, ternyata semuanya ulah Ivan, Ivan itu adalah mantan pacar nyonya Pearl yang telah meninggalkan Pearl dan membuat nyonya Pearl seperti sekarang,” ucap pengawal.
“Emang kurang ajar itu sih Ivan! Terus keadaanya gimana?” ujar Theo.
“Sudah memiliki keluarga dan lima anak dengan pekerjaan yang biasa saja tuan, tetapi istrinya merupakan investor terbesar kita di perusahaan,” kata pengawal.
“Tidak peduli sama istrinya biar perlu tidak usah kerja sama, daripada bikin istri saya menderita siapa yang tidak bisa saya kalahin di sini, apapun yang menyakut dengan keluarga saya pasti saya akan turun tangan sendiri, tanpa mereka tau!” pekik Theo.
__ADS_1
Theo mengepal tangan sembari itu menyuruh pengawal terus mengawasi Ivan dan jangan sampai lagi Ivan dapat mengenggam Pearl, karena tidak akan Theo biarkan itu semua terjadi sesuatu hal yang menyakiti Pearl, semua harus Theo yang lakukan tidak peduli siapapun lawannya.