Dj Kesayanganku

Dj Kesayanganku
DJK PART 79


__ADS_3

“Kadang aku rindu sama manja kamu Theo,” ungkap Pearl.


“Masa? Kenapa kok gitu,” jawab Theo.


“Mana aku tau, mungkin sisi kamu yang seperti ini bikin aku sayang sama kamu, tapi kamu jahat buang aku karena Andi,” ucap Pearl.


Theo hanya diam dan mendecik sehingga tetap mendekap Pearl dengan erat, tidak lama Pearl hanya senyum senang menganggu Pearl.


“Aku cuman bercanda kali, kenapa sih marah banget tidak suka aku bercanda kayak gitu,”


“Iya tidak suka,”


“Hmm terus apa yang kamu suka Theo sayang,”


Theo melihat ke arah Pearl dan menyuruh Pearl mendekat sontak setelah dekat, Theo mengecup Pearl, Pearl hanya senyum mengeleng kepala.


“Itu yang aku suka, kamu jadi paham kan sekarang,”


“Kamu itu ya kayak anak kecil tau,”


“Biarin selama itu orangnya kamu tidak masalah,”


“Tidur ayo udah malam, kamu besok kerja kan,”


Theo masih seperti anak kecil walau udah di ajak tidur dengan Pearl, Pearl mempapah Theo, Theo merasa ingin memberhentikan waktu walau ini sementara tapi rasanya tidak ingin waktu berputar.


“Theo,”


“Hmm,”


“Tidur ya, ada aku di sini jadi kamu harus nyenyak tidurnya,”


“Tidak mau kalau setelah aku tidur kamu udah pergi dari rumah aku gimana,”


Pearl hanya senyum sembari mendekap Theo dalam dekapannya dan menahan air mata, Pearl mencoba menghibur Theo.


“Theo, kita emang udah pisah kamu harap apa dari hubungan kita sayang,”


Theo sontak menanggis, Pearl yang mendengar itu semangkin erat mendekap Theo layaknya anaknya padahal mantan suaminya.


“Jangan nangis Theo, aku tau ini berat untuk kita, tapi hidup harus terus berjalan aku tidak mau kamu berhenti di sini, kamu harus terus maju kan kita masih berhubungan dengan baik,”


“Itu aja tidak cukup Pearl, aku butuh kamu selamanya bukan untuk sesaat,”


Akhirnya Pearl menahan air mata yang ada di matanya mencoba untuk tidur, selepas tidur kebesokan paginya Theo masih mendekap Pearl dengan erat, Pearl mengecup kening Theo.

__ADS_1


“Sayang, bangun,”


Theo bangun dan merasa seperti mimpi masih ada Pearl di dekatnya, tidak lama handphone Pearl berdering kembali dari Andi, Pearl melemapar handphonenya sontak Theo terbangun.


“Pearl sayang, ada apa?”


“Lagi-lagi Andi aku benci sama nama itu, kenapa sih semua pria kayak dia buat aku muak! Rasanya aku ingin menghilang dari dunia,”


Theo yang mendengar itu sontak kaget dan mendekap Pearl, sembari menghelus kepala Pearl dan mengecup pipi Pearl, melihat Pearl.


“Sayang, tenang ya ada aku di sini kamu mau apa aja, pasti aku wujudin sayang,”


“Aku tidak mau dia ganggu aku lagi, aku udah cukup menderita karena dia,”


“Ok aku akan bereskan untuk kamu, Pengawal!”


Pengawal masuk ke dalam kamar mereka, setelah itu pengawal memberi salam kepada mereka, Theo yang udah kesal hanya bisa sabar sembari mengepal tanganya dengan erat.


“Asingkan Andi dan keluarganya dan jangan pernah lagi bisa menghubungi nyonya Pearl, kalau kamu tidak bisa mengerjakannya jangan harap bisa injak rumah ini,”


“Baik tuan Theo,”


“Pergi! Lakukan sekarang!”


Theo hanya mengerutkan dahi, Pearl merasa tidak enak kepada Theo, Pearl mendekap kedua tangan Theo, Theo melihat dengan tatapan lembut dan senyum.


“Tidak kok, ini bukan salah kamu tenang aja, mungkin di kehidupan 10 tahun lalu aku bodoh dan dibutakan oleh masalah, sekarang aku tidak mau melakukan hal yang sama kali ini, aku mau lebih bisa di andalkan sama kamu dan juga aku mau berguna untuk kamu sayang,”


“Kamu selalu berguna sayang, aku cinta kamu Theo,”


Pearl mengeluarkan air mata, Theo hanya merasa kesal dengan Andi, ketiga anak mereka bingung apa yang dilakukan kedua orangtuanya kenapa semenjak ketemu kemarin tidak keluar dari kamar.


“Adik-adik kakak yang cantik dan ganteng, kalian tidak bingung kenapa mama dan papa tidak keluar,”


“Mungkin papa masih rindu mama ka,”


“Aaa aku mau ketemu papi, tapi tidak ada kesempatan,”


“Nanti yah Lia sayang, kaka Luis temanin,”


Lia hanya tersenyum Ivano mendecik karena selalu di duluan oleh Luis, Lia mengenggam erat tangan Ivano sembari senyum.


“Lia mau pergi bersama kedua kakak Lia, boleh kan? Dan mau temanin kan,”


“Iya,”

__ADS_1


Keduanya saling melihat dengan tatapan ada peperangan dingin, tidak lama kedua orangtuanya keluar sembari menguap.


“Mami, kenapa nguap ngantuk ya?”


“Iya, kemarin tidurnya kurang nyenyak,”


Theo melihat ke arah Pearl, dan kedua anaknya yang pria melihat ke arah orangtua, sontak Pearl menutup mulutnya.


“Tidak kok mami bercanda aja sayang,”


Ivano mengirim pesan kepada Luis, Luis melihat ke arah handphoenya, sembari mengunyah makanan dengan batuk.


“Kita tidak punya adik lagi kan?”


“Gila! Lu bikin gua keselek tau tidak,”


“Tapi tidak apa-apa sih, siapa tau adik kita kali ini cowo,”


Luis mengeleng kepala, Pearl bingung ada apa dengan dua anak pria dewasanya, sembari mendekap ke arah mereka di tengah-tengah.


“Kalian kirim pesan apa, mama boleh liat,”


“Jangan ma, ini rahasia para lelaki, ya kan kak Ivano,”


“Iya benar kata Luis ma,”


“Hmm kalian kalau begini seperti ada menyembunyikan sesuatu bilang, atau mama pulang,”


The sontak batuk mendengar perkataan Pearl, dan akhirnya memicingkan mata ke arah anak-anaknya dengan berat hati memberi liat pesan dan Pearl ketawa.


“Kalian mau punya adik lagi,”


Theo batuk lagi sampai akhirnya Theo pergi dari situ, tidak lama satu meja ketawa Theo yang udah jauh hanya senyum.


“Semoga keadaan ini bisa balik ke semula, Pearl aku akan bikin kamu percaya lagi sama aku,”


Gumam Theo yang pergi ke ruangan kantornya, saat melihat tes DNA ternyata benar Lia adalah anaknya dan seperti yang Theo bicarakan, dia akan menghukum dirinya sesuai dengan apa yang Pearl mau.


Tok tok tok.


“Masuk,”


Pearl masuk ke dalam ruangan dan melangkah kan kaki ke arah Theo, Pearl melihat tes DNA lalu Pearl bingung ada apa.


“Maaf aku sempat tidak percaya sama kamu, tapi tekad aku udah bulat apapun yang kamu lakukan di masa depan aku tidak bakal ganggu lagi, mungkin emang udah seharusnya kita berpisaah aku tidak bantu kamu dalam menjaga Lia, apa gunanya aku sebagai papa kalau aku tidak bisa jaga anak sendiri yang merupakan satu darah sama aku,”

__ADS_1


Pearl yang mendengar itu awalnya sempat kecewa dengan tingkah Theo sampai akhirnya Pearl mendekap Theo dengan erat sontak mengecup Theo, Theo bingung ada apa dengan Pearl, Pearl yang sekarang banyak berubah menjadi lebih sabar dan menerima keadaan.


__ADS_2