Dj Kesayanganku

Dj Kesayanganku
DJK PART 14


__ADS_3

"Kamu kenapa sih berisik banget, aku itu lagi tidur bukan kenapa-kenapa," kata Theo kepada Pearl.


Pearl tersenyum dan mendekap Theo dengan erat, Theo hanya diam merasa senang melihat Pearl yang memberi tatapan seperti itu kepadannya.


"Theo, jangan sampai sakit lagi kalau kamu sakit lagi, aku bakal marah sama kamu," perintah Pearl kepada Theo.


"Kamu berani perintah aku, aku itu suami kamu lagian aku sakit bukan karena kamu jadi kamu tidak usah percaya diri gitu," jawab Theo dengan menahan rasa sakitnya.


"Ih! kamu itu ya emang paling nyebelin lagi sakit aja masih bisa bercanda, sama sekali gak lucu Theo kalau mau bercanda liat waktu," tutur Pearl kepada Theo.


Theo hanya diam dan tidak lama Pearl mengambil minum untuk Theo, saat selesai minum Pearl mendekatkan dahinya kepada Theo.


"Theo, aku khawatir banget sama kamu, aku takut kamu kenapa-kenapa," ujar Pearl kepada Theo.


"Aku tidak apa-apa kamu senang dong, jangan sedih lagi aku tidak suka liat kamu sedih kamu itu lemah banget sih," kata Theo sembari menguatkan diri.


"Theo ih! kamu itu ya lagi sakit aja masih bisa ngeselin," pekik Pearl kepada Theo.


Theo hanya tersenyum sembari pegang kedua wajah Pearl dengan tangan hangatnya yang lembut, Pearl terdiam tidak lama Pearl mengecup Theo.


Theo terkaget melihat tingkah Pearl, tidak lama Pearl tersenyum sembari mengalungkan tanganya ke leher Theo, Theo melihat ke arah Pearl.


"Theo, cepat sembuh aku kangen liat marah kamu," ucap Pearl kepada Theo.


Theo hanya diam sembari manja kepada Pearl dan Pearl mendekap Theo dengan erat, Gio yang melihat itu menanggis mengepal tanganya dengan erat serta menonjok tembok.


"Tidak akan aku biarin Theo menang dan mengambil apa yang harusnya jadi milik aku," gumam Gio kepada dirinya.


Gio pergi dari situ, sedangkan Theo hanya diam melihat Pearl, Pearl terus menjaga Theo takut ada yang membuat Theo sakit, Theo hanya tersenyum.


"Sayang, kamu ngapain?" tanya Theo kepada Pearl.

__ADS_1


"Aku cek, ada yang buat kamu sakit tidak? kalau ada nanti aku ambil," jawab Pearl kepada Theo.


Theo hanya tersenyum tidak bisa berkata apa-apa, tidak lama akhirnya mereka hanya diam dan Theo menarik tangan Pearl untuk tidur bersamanya di atas kasur yang sama dengannya.


"Theo, jangan gitu kan kamu masih sakit, aku tidak mau semangkin sakitin kamu karena aku maunnya kamu cepat sembuh," ungkap Pearl kepada Theo.


"Iya kalau kamu mau aku sembuh, kamu turutin apa yang aku mau yang aku mau yah kamu tidur sama aku, percaya besok sembuh dan bisa pulang," jawab Theo meyakinkan Pearl.


Pearl hanya bisa diam dan percaya kepada Theo tidak lama, Pearl menurut kepada Theo sembari menghelus bagian kepala Theo.


"Tidur ya sayang, kalau butuh apa-apa bilang ke aku kalau tidak bilang, aku jadi tidak tau apa yang kamu mau,"ucap Pearl kepada Theo.


Theo hanya senyum, tidak lama akhirnya Pearl menurut kepada Theo sembari menurut akhirnya mereka diam dan tidur bersama, kebesokan paginya.


Pearl bangun dengan senyum dalam dekapan Theo, Pearl merasa senang melihat Theo di depanya sembari menyentuh dari dahi hingga bibir, akhirnya Pearl mengecup Theo dan Theo membalas kecupan tersebut, Pearl kaget lalu melihat Theo.


"Sayang, kamu ngapain?" tanya Theo kepada Pearl.


Theo hanya mencubit kecil hidung Pearl, tidak lama dokter masuk sontak Pearl berdiri agar tidak di liat dokter, Pearl merasa malu.


"Theo, gimana keadaanya di jagain istri harusnya udah sembuh ya?" tanya dokter kepada Theo.


Theo hanya tersenyum sembari mengenggam erat tangan Pearl, Pearl terdiam setelah selesai cek akhirnya dokter tersenyum memberi kabar baik.


"Theo kamu udah bisa pulang, tapi ingat ya tetap jaga pola makan jangan sampai telat makan, takutnya nanti bisa lebih parah dari ini," perintah dokter kepada Theo.


"Makasih dok ya dok pasti," jawab Theo kepada dokter.


Dokter keluar dari ruangan Theo, Theo hanya diam melihat ke arah Pearl sembari mendekap erat tangan Pearl, Pearl jalan ke arah Theo dan mendekap Theo.


"Sayang," panggil Pearl kepada Theo.

__ADS_1


"Hmm, ada apa?" jawab Theo kepada Pearl.


"Kamu harus dengar kata dokter ya, jangan selalu mau egois sendiri awas aja," pekik Pearl kepada Theo.


Theo hanya tersenyum tidak lama kedua orangtuanya datang, sampai datang akhirnya panik banget setelah itu Pearl pergi dari hadapan mereka dan memilih untuk memberi ruang.


"Duh, pusing deh kalau ada orangtua dari keduanya pft," gumam Pearl dalam hatinya.


Gio datang membawa bouqet bunga kesukaan Pearl, sontak Pearl kaget Gio mendekap Pearl dengan hangat nan lembut, membuat Pearl menjadi aman dan tenang.


"Sayang pagi, kamu udah sarapan aku beliin kamu sarapan," kata Gio kepada Pearl.


Pearl melihat kiri dan kanan tidak lama akhirnya Pearl menarik tangan Gio lalu masuk ke dalam mobil, sampai di dalam mobil Gio.


"Gio, kenapa kamu ke sini dan tidak bilang ke aku dulu," tanya Pearl kepada Gio.


"Sayang, kan aku udah bilang aku mau pertahanin cinta kita emang menurut kamu, aku lagi bercanda ya sama kamu," cetus Gio dengan nada kesal kepada Pearl.


"I-iya maaf sayang aku tidak maksud gitu di rumah sakit lagi ada orangtua aku dan Theo, aku tidak mau mereka liat kamu kalau kamu di usir kan repot," ucap Pearl kepada Gio dengan merasa tidak enak.


Gio hanya diam sembari melihat ke arah jendela mobil dan tidak peduli dengan Pearl yang ada di samping, Pearl yang lagi makan merasa tidak nyaman melihat Gio marah.


"Gio, jangan marah dia itu suami sah aku, lagian hubungan kita udah berakhir aku juga tidak mau sakitin dia udah seharusnya kamu lepasin aku, aku tau kamu yang terbaik tapi kenyataanya yang sah lebih baik daripada yang meninggalkan," ungkap Pearl kepada Gio.


"Kamu marah sama aku, karena aku tinggalin kamu kan aku udah bilang aku ada alasan kalau aku ngelakuin ini demi kamu hidup enak tapi kalau kamu tidak percaya sama aku, aku juga jadi bingung gimana harus ngejelasinya ke kamu sayang," jawab Gio sembari memukul setiran mobil.


Pearl mengambil tangan Gio sontak Pearl mengecup tangan Gio, sembari melihat ke arah Gio dan menghelus wajah Gio.


"Gio, aku percaya di luar sanah masih banyak wanita baik, aku bukan wanita baik buktinya aku tidak bisa tungguin kamu dan malah menikah dengan oranglain jadi untuk apa kamu buang-buang waktu kamu untuk aku sayang," tanya Pearl kepada Gio.


Gio yang mendengar itu sontak terdiam tidak bisa berkata apa-apa, tidak lama Pearl keluar dari mobil Gio, Gio benci dengan kehidupan sebelumnya andai dia bisa memutar waktu pasti dia akan jujur dengan semua kejujuran lantas apa alasanya meninggalkan Pearl.

__ADS_1


__ADS_2