
"Makasih sayang," gumam Andi dalam hati.
Theo merasa bingung ada apa dengan Andi, tidak lama akhirnya Pearl menghampiri Theo.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Pearl dengan bingung.
"Ini sih Andi kenapa dimatiin ya teleponya, padahal niat aku baik terus kayaknya aku rasa dia gak liat, pesan kamu," tegas Andi kepada Pearl.
Pearl sontak mendekap Theo, Theo bingung ada apa tidak lama akhirnya Theo memutar badanya melihat ke arah Pearl, sembari mengecup kening Pearl.
"Iyaudah deh kalau emang dia tidak peduli, aku cuman kasihan sama dia soalnya beberapa karyawan aku ada yang aku pindahin ke sana," ujar Theo.
"Hah? untuk apa? emang kamu tidak kekurangan pekerja kalau kamu transfer karyawan kamu ke perusahaan aku," ucap Pearl.
"Tidak kok, aku yakin perusahaan kamu pasti maju walau tidak lebih dari aku, tapi aku beraharap kita mempunya perusahaan gede bersama sayang, biar anak kita ke depanya bisa menjadi penguasa dunia kayak kita," ajak Theo kepada Pearl.
"Duh, kamu ini bicara apa sih anak kita di perut selalu dengar loh kalau dia shok gimana, liat papa dan mamanya gila kerja emang kamu tidak kasihan sama dia," kata Pearl.
Theo hanya ketawa kecil tidak lama, akhirnya Theo mengecup perut Pearl, beserta menghelus perut Pearl sembari melihat Pearl.
"Anak papa sayang, nanti kalau kamu udah gede harus mirip mama dan papa ya gila kerja, giat cari uang biar bahagia," ucap Theo.
"Sayang, jangan bicara gitu ah dia tendang-tendang aku dari tadi," ujar Pearl.
Theo terdiam sontak Theo mengecup Pearl, dan merasa udah lama mereka tidak melakukan itu, akhirnya Theo melihat ke arah Pearl.
"Aku sayang kamu Pearl," kata Theo.
"Aku juga sayang kamu suami aku yang ganteng," ucap Pearl kepada Theo.
Theo tersenyum kepada Pearl, tidak lama handphonenya berdering sontak Theo menjauh dari Pearl, setelah itu Theo sontak mengecup jidat Pearl dan pergi dari hadapan Pearl.
__ADS_1
Pearl merasa bingung dengan Theo ada apa, sontak Rachel mengirim pesan kepada Pearl, Pearl kaget saat tau ada Rachel kerumahnya.
"Rachel, kamu sama siapa ke sini?" tanya Pearl dengan kesenangan.
"Aku sama Andi kok, cuman Andi lagi ambil barang buat kamu," ujar Rachel.
"Astaga repot-repot banget ayo duduk," kata Pearl.
Pearl dan Rachel duduk, bibik datang dengan menawarkan minuman serta makanan untuk Rachel dan Andi, setelah selesai Andi datang bawa bunga kesukaan Pearl yaitu bunga kapas.
"Pearl, buat lu ini semoga masih suka ya," ucap Andi.
"Masih ingat aja bunga kesukaan gua, ini susah loh lu dapat darimana," kata Pearl.
"Ada deh mau tau aja intinya lu suka gua udah senang, itu aja bawel!" ketus Andi.
"Dih kebiasaan! Rachel marahin Andi kayak gitu sikapnya kalau sama gua," ujar Pearl.
Makanan datang akhirnya mereka makan sembari minum dan cerita, Pearl terlalu banyak cerita dengan Rachel dan juga disahut oleh Andi, mereka terlihat bahagia sampai-sampai di antar oleh supir Pearl.
"Sayang, kamu senang tidak ketemu sama Pearl?" tanya Andi.
"Senang kok dia baik dan dia juga wanita yang keren, aku pengen suatu saat anak kita kayak dia, menurut kamu gimana sayang," ujar Rachel.
"Kamu juga hebat kok, kamu wanita yang baik, sabar , pintar masak semuanya ada di kamu dan aku bersyukur ada kamu di hidup aku makasih sayang," ucap Andi.
Andi mengecup kening Rachel, Rachel hanya senyum sontak sampai dirumah, Pearl merasa perutnya keram tidak lama bibik melihat itu dan memanggil supir lain untuk mengantar Pearl kerumah sakit.
Sampai dirumah sakit Pearl sontak di tanganin langsung oleh dokter biasanya, tidak lama akhirnyaa Pearl sudah mau mengeluarkan anaknya, Theo di hubungi tidak dijawab-jawab dikarekan Theo sedang mabuk dengan teman bisnisnya, Pearl kecewa dengan sikap Theo anaknya laki-laki bernama Ivano.
"Ibu, ini anak ibu Pria ganteng dan juga mirip ibu, serta papanya," ucap suster kepada Pearl.
__ADS_1
Pearl yang mendengar itu hanya senyum tidak enak, sontak Pearl tersenyum melihat anaknya sembari mengecup manja anaknya.
"Sayangnya mama ganteng banget sih, mama kasih nama kamu Ivano ya sayang, mama harap Ivano selalu denga mama dan sayang mama seperti mama sayang Ivano lalu juga jangan pernah, buat mama kecewa seperti papa kamu ok sayang," kata Pearl.
Kebesokan paginya Theo bangun di tempat tidur, tidak lama mencari dimana Pearl sontak bibik memberi tahu kepada Theo dimana Pearl.
Tiga penjaga setia Pearl, tidak mengizinkan Theo untuk masuk, karena itu perintah dari Pearl langsung bukan dari siapa-siapa sampai Theo masuk ketiga penjaga dipecat secara paksa.
"Hmm, itu papa kamu itu sayang si keras kepala padahal mama tidak mau ketemu dia, tapi dia maksa banget tapi kamu tidak boleh benci papa kamu ya sayang, kayak mama benci papa kamu, cukup mama aja kamu tidak ok ganteng," ujar Pearl.
Ivano hanya tersenyum sontak, menghangatkan Pearl, tidak lama akhirnya Pearl keluar dengan mengendong Ivano, sontak Pearl menampar Theo di depan semua orang.
"Kamu bisa tidak jangan berisik! anak kita lagi tidur aku juga butuh istirahat untuk apa kamu ke sini! baru sadar kamu punya istri dan juga anak, pergi aja sanah! tanpa kamu aku bisa sendiri dan jangan pernah anggap aku rendah!" ketus Pearl kepada Theo.
Theo mendorong pelan Pearl sontak Pearl tidak peduli saat di pegang oleh Theo, terus menepis dan tidur di ranjangnya sembari senyum kepada Ivano.
"Sayang, maaf ya kalau berisik kamu tidur dulu ya mama masih ada urusan sama pria tidak bertanggung jawab ini!" pekik Pearl kepada Ivano.
Ivano di bawa suster rumah sakit keruanganya, tidak lama Pearl berbicara dengan Theo sontak saat Theo ingin menggengam Pearl, Theo merasa Pearl menjadi jauh.
Theo berlutut kepada Pearl, sontak Pearl kaget melihat ke arah Theo yang tidak biasanya, sontak Pearl membantu Theo berdiri dan lemas.
"Argh!" jerit Pearl menahan rasa sakit yang masih lemas.
Theo sontak mengendong Pearl ke arah kasurnya, tidak lama Theo menghelus kepala Pearl sembari memijat pelan badan Pearl.
"Maafin aku sayang karena aku kondisi kamu kayak gini, pasti semuanya berat saat kamu memperjuangkan sendiri," kata Theo.
Pearl lelah untuk memarahi Theo sontak Pearl membuang muka kepada Theo, Theo yang paham pergi dari situ tidak mau menganggu Pearl sampai keadaan Pearl sudah membaik.
Dokter terus mengecek keadaan Pearl, tidak lama doker berkata kepada Pearl, kalau Theo terus di rumah sakit dan tidur dirumah sakit untuk menjaga Pearl demi keamanan Pearl, Theo tidak mau masuk melihat Pearl dari jauh lalu baik-baik saja sudah cukup untuk Pearl.
__ADS_1