Dj Kesayanganku

Dj Kesayanganku
DJK PART 39


__ADS_3

Pearl merasa dia sudah jahat dengan suaminya sendiri, tidak lama dokter keluar dari ruanganya, Pearl melihat ke arah pintu keluar dan ada Theo, sontak Pearl mendekap Theo lalu Theo bangun.


"Pearl," panggil Theo dengan suara setengah sadar.


"Udah, aku udah maafin kamu tapi lain kali jangan gitu lagi ya, kalau sampai kamu begitu lagi aku pasti akan gugat cerai kamu!" tegas Pearl kepada Theo.


Theo hanya tersenyum mendengar perkataan Pearl, sontak membalas dekapan Pearl sembari Pearl menghelus kepala Theo.


"Makasih sayang, aku tau kamu wanita baik nan hebat," tutur Theo.


Pearl yang mendengar itu hanya bisa diam tidak berkata apa-apa, tidak lama akhirnya Pearl menarik tangan Theo sembari tidur bersama di atas ranjang rumah sakit.


"Kenapa kamu suruh aku tidur sini?" tanya Theo kepada Pearl.


"Aku tidak mau romantis di depan umum, kalau ada yang kenalin kamu gimana, emang kamu siap masuk trendik topik nomor satu," ucap Pearl.


"Selama itu sama kamu, aku tidak masalah asal jangan sama wanita lain, karena di hati aku tidak pernah ada wanita lain selain kamu, walau kamu galak dan keras kepala aku tetap sayang sama kamu ditambah anak kita Ivano tambah sayang lagi," ujar Theo.


Theo mengecup kening Pearl, Pearl yang mendengar itu merasa damai tidak lama akhirnya dokter masuk keruangan Pearl.


Theo mengumpat di bawah kasur Pearl, dokter yang tau hanya diam sedangkan Pearl pura-pura bodoh selesai periksa akhirnya dokter keluar, Theo keluar dari bawah selimut sedangkan Pearl hanya tersenyum mengecup Theo.


"Dasar suami aku yang polos, aku selalu sayang kamu walau kita sama-sama gila kerja, makasih ya sayang," kata Pearl.


Theo yang mendengar itu sangat senang mendekap Pearl dengan erat, tidak lama Theo serta Pearl pergi mengunjungi Ivano.


"Ivano sayang, kesayangan papa kamu ganteng banget sih, jangan ambil mama dari papa ya awas aja! tidak papa kasih uang jajan kalau udah gede," ejek Theo kepada Ivano.


Pearl yang mendengar itu hanya tersenyum sontak ketawa, tidak lama Pearl mencurigai seseorang yang ada di sanah, sontak Pearl meminta penjaga menjaga Ivano dengan baik, Pearl merasa tidak nyaman di hatinya Theo bingung ada apa.

__ADS_1


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Theo dengan panik.


"Tidak kok, tidak ada apa-apa," jawab Pearl.


"Kamu benaran tidak apa-apa, kok aku ngerasa ada yang kamu sembunyiin dari aku, aku tidak tau itu apa tapi aku berharap kamu jujur sama aku sih sayang," kata Theo.


Pearl hanya senyum tidak nyaman, sontak pengawalnya membawa orang aneh ke ruangan Pearl, sontak dengan Ivano yang di tangan pengawal yang di suruh oleh Pearl.


"Sayang, ini kenapa? kok Ivano ada di sini, sebenarnya ada apa sih kenapa aku tidak tau apa-apa," ucap Theo.


"Tadi, aku liat ada orang aneh saat kita keruangan bayi mau liat Ivano, terus aku minta pengawal untuk jaga siapa tau, ada orang aneh yang mau nyakitin anak kita jadi benar perasaan aku," kata Pearl.


Theo sontak mencari tau segalanya dan menghabiskan orang yang telat menyentuh keluarganya, tidak lama Pearl mendekap Ivano dengan erat.


"Sayang, maafin mama ya kamu pasti marah ya sama mama, mama janji tidak bakal tinggalin Ivano lagi, besok kita pulang ya nak jangan di sini lagi, jantung mama selalu tidak aman kalau tinggalin Ivano, mama tidak mau ada yang terjadi lagi sama Ivano, Ivano udah seperti berlian bagi mama," ujar Pearl.


Theo yang melihat rasa Pearl yang sayang dengan anak mereka, membuat Theo merasa kesal dengan orang yang berani menyenggol keluargany, walau Pearl menyuruh tidak usah Theo sebagai kepala keluarga, tidak akan tinggal diam siapa yang menanggu harus tau akibatnya.


"Ibu Pearl, ada apa kok pengawalnya mangkin bertambah," kata dokter.


"Maaf ya dok, kemarin ada kejadian tentang anak saya, makannya saya jadi berlebihan ini semua saya lakuin demi Ivano," ujar Pearl.


Dokter masih bingung ada apa sontak tidak mau bertanya lebih banyak, selesai memeriksa Pearl, Pearl sudah boleh pulang tidak lama akhirnya mereka hanya diam dan setelah diam dokter keluar dari ruangan Pearl.


"Maaf sus kemarin ada kasus apa di ruangan ibu Pearl, sampai penjaganya di tambah gitu," ucap dokter.


"Kemarin ada yang sengaja mau nyakitin anak dari ibu Pearl dok, dan juga mau ditukar makannya ibu Pearl menambah banyak pengawal dan berharap hari ini bisa keluar dengan segera," ujar suster.


Dokter yang mendengar itu sontak kaget dan keruangan atasan untuk mengingkatkan lebih lagi dalam sistem kemanan, takutnya kasihan dengan pasien yang lain memikirkan pasien yang lain membuat dokter menjadi kepikiran, karena tidak semua orang seperti Pearl.

__ADS_1


Setelah selesai berbicara dengan atasan dokter masih berharap yang baik, walau belum tau hasilnya bagaimana tapi mencoba dulu tidak ada salahnya daripada, tidak sama sekali.


"Pearl!" panggil Rachel dan Andi.


"Hai," jawab Pearl dengan bahagia.


Rachel sontak mendekap Pearl, tidak lama akhirnya Andi melihat ke arah Ivano, Pearl terus melihat ke arah Andi sembari menunjuk Rachel untuk melihat Andi.


"Kenapa Andi? mau gendong yaudah gendong aja, tapi hati-hati ya,"kata Pearl.


"Eh? boleh gua takut, kan gua belum punya takut tidak bisa," jawab Andi.


"Sini gua ajarin, tanganya silang ya jangan pernah berubah-ubah silang aja, nanti kalau anak lu udah lahir lu bisa gendong dia juga tanpa menyakiti dia, paham tidak," ujar Pearl.


Andi mengendong Ivano dengan bahagia sontak, Rachel tidak pernah liat sisi kebapakaan dari Andi, Pearl menoel Rachel.


"Itu liat, suami lu udah mau cepat-cepat anaknya keluar," ucap Pearl.


"Iya ini, doain ya lancar kayak kamu," ujar Rachel.


"Iya Rachel, tenang aja kamu udah aku anggap kayak sahabat aku jadi tidak perlu sungkan ok," kata Pearl.


Rachel hanya tersenyum kepada Pearl, sontak Andi menaruh Ivano ke tempat bayi dengan pelan-pelan setelah itu tertidur menemani Ivano.


"Iyampun Andi benaran sayang banget sama anak kecil, beruntung anak aku memiliki papa yang begitu walau dia gila kerja sih kadang," ucap Rachel.


Pearl merasa tidak enak kepada Rachel, sontak Pearl menghelus perut Rachel dan Rachel kaget ada apa sembari melihat ke arah Pearl dengan tatapan sendu.


"Maaf ya gara-gara gua kalian jadi tidak punya waktu bersama," tegas Pearl.

__ADS_1


Rachel hanya senyum sembari Pearl mengirim pesan kepada anak buahnya untuk membeli 2 tiket untuk pergi liburan selama satu bulan, sontak setelah selesai Pearl mengirim kepada Rachel dan juga Andi.


Rachel mendengar handphonenya berdering sontak diam dan cek, ada apa dengan handphonenya berdering saat liat Rachel kaget melihat ke arah Pearl.


__ADS_2