
“Sayang kamu kenapa?”
“Aku tidak apa-apa, aku pulang dulu ya maaf,”
Elina mengecup Luis dan Luis diam tidak bisa berkata apa-apa, tidak lama Luis senyum sembari pergi dari hadapan Elina, sampai dirumah.
“Ini apa Luis? Malu-maluin kamu!”
Papa melempar foto Luis bersama Elina, Luis bingung dapat foto ini darimana, sontak Lia mengambil foto itu.
“Ini foto dari mana pa!”
“Tidak usah nanya darimana, sekarang kamu tinggalin wanita ini! Kalian semua sudah ada jodoh masing-masing kenapa sih kalian masih mau cari sendiri!”
Pearl yang mendengar itu sontak kesal dan teriak, semua melihat ke arah Pearl dan Luis mendekap Pearl dengan erat begitu juga Ivano, Lia hanya takut dengan gemetaran menangis masuk ke kamar.
“Ma, ke kamar ya ma,”
Luis membawa Pearl ke kamar sedangkan Ivano membawa Lia ke kamar, Theo merasa kesal dengan sikap Luis yang tidak bisa dewasa, sampai di kamar Pearl.
“Ma, tenangkan diri mama dulu ya,”
“Ini dia sayang alasan kenapa mama tidak pernah mau balik sama papa kamu, papa kamu tidak pernah berubah selalu saja emosian kadang emosian dia buat mama sakit hati,”
“Udah ya ma jangan di pikirin papa marahin aku bukan mama jadi mama tidak usah pikirin aku ok ma, aku tidak mau kalau mama sampai sakit karena aku ma,”
“Kamu jangan pikirin mama, kalau andai kamu ada apa-apa kasih tau mama, mama mau pergi aja dari rumah ini,”
Pearl mengemasi barangnya, Luis mencoba menahan Pearl, tidak lama Pearl menangis melihat ke arah Luis.
“Ma, jangan pergi ma, aku tidak bisa hidup tanpa mama, aku berjuang demi ketemu mama, kalau mama pergi lagi, aku harus berjuang untuk siapa ma?”
“Sayang kamu berjuang untuk hidup kamu bukan untuk mama, kenapa kamu berjuang demi mama sayang,”
“Karena hanya mama yang mengerti aku oranglain tidak ngerti ma, ma aku mohon ma jangan kayak gini ma, aku akan pisah sama wanita itu kalau emang bisa mempertahankan mama dirumah ini,”
Pearl menghadap ke arah Luis, Luis menahan tangis yang sakit dan sesak di dadanya, Pearl mendekap kedua pundak Luis.
“Luis kamu sadar tidak pas bicara?”
“Memang benar ma, apa yang aku bicarakan semuanya kenyataan ma.”
__ADS_1
Pearl menghela nafas dan memilih untuk mengalah, sampai akhirnya Pearl menaruh lagi kopernya ke dalam lemari.
“Kamu ke kamar ya sayang, mama mau bicara sama papa kamu.”
“Iya ma.”
Luis keluar dari kamar Pearl, sontak Pearl hanya diam tidak lama Pearl masuk keruangan Theo, Theo melihat ke arah pintu.
“Pearl sayang, ada apa sayang,”
Plak.
“Aku jijik sama sifat kamu yang selalu sok baik sama aku, tapi kamu tidak pernah mau berubah Theo, kamu sadar tidak sifat kamu itu membuat aku jijik serta muak.”
“Aku harus gimana sayang, apa yang aku bicara sudah benar, emang apa letak kesalahan aku.”
“Aku minta tolong sama kamu, jangan pernah ikut campur kehidupan anak kita, aku tidak mau hidup anak kita, diatur-atur kayak kita kamu ngerti!”
Theo terdiam mendengar perkataan Pearl, Theo jarang melihat Pearl benar-benar semarah itu, tidak lama Pearl keluar membanting pintu ruang kerja Theo.
“Pak.”
“Saya tidak apa-apa jaga nyonya, kalau ada apa-apa, kasih tau saya ya, apapun yang mau nyonya lakukan biarin aja.”
Pearl merasa kesal kepada Theo, sampai akhirnya Ivano mencoba bikin Lia tidur, tapi Dia tidak bisa tidur.
“Sayang, kamu kenapa?”
“Aku tidak bisa tidur kak.”
“Kenapa? Kamu masih kepikiran soal tadi.”
Lia menganggukan kepala, sontak Ivano senyum dan mengusap kepala Lia sabil liat Liat yang lagi tiduran.
“Sayang jangan takut ya, tenang aja, kakak selalu temanin kamu kok, papi emang gitu sifat dia cuman tidak mau anaknya salah pilih.”
“Ibu Elina baik kok, dia juga umurnya 22 kenapa tidak boleh sama kak Luis?”
“Papi tidak mau kalau kak Luis sama orang lain, karena semuanya sudah diatur sama papa jadi yah gitu deh, kakak tau emang berlebihan cuman mau gimana?”
Lia hanya menghela nafas tidak lama Ivano mengecup kening Lia, Lia melihat ke arah Ivano dengan diam.
__ADS_1
“Lia sayang tidur ya besok kan sekolah emang kamu tidak mau sekolah?”
Akhirnya Lia mencoba untuk tidur, setelah tidur Ivano mengecup kening Lia sambil senyum ke arah Lia.
“Malam tuan putri kecil kak Ivano.”
Ivano pergi dari kamar Lia sampai keluar kamar ada mama yang sedang minum di balkon, Ivano menghampiri mamanya.
“Ma, kenapa malam-malam di sini memang tidak dingin ma?”
“Eh kamu sayang, kamu tidak tidur Ivano?”
“Tidak ma, aku masih tidak nyangka papa semarah itu ma.”
“Hmm papa kamu udah mama marahin tadi jadi dia marahinya langsung sekaligus dua, karena mama tidak suka sama sifat papa kamu yang maksa apapun.”
Ivano hanya tersenyum emdnengar mamanya berkata demikian, sampai akhirnya mereka duduk bersama.
“Ma, aku kadang suka lucu deh kalau mama marah.”
“Kenapa kamu senang mamamarah?”
“Iya habis mama kalau marah lucu, kan Ivano jadi ketawa ma, makasih ya ma udah balikin mood Ivano, Ivano senang banget liat mama kayak gini, apapun yang mama lakukan Ivano merasa jadi diri sendiri ma, tidak pas di dekat papa padahal dia papa kandung aku, tapi susah banget menjadi diri sendiri ma.”
Pearl hanya menggeleng kepala kalau berbicara menyangkut soal Theo, selain Theo yang sikapnya keras kepala dan keras susah untuk dilawan kecuali Pearl.
“Udah sayang, kamu tidak usah mikirin papa kamu cuekin aja sama apa yang dia lakukan, kalau dia sudah sadar dia bisa deketin kita sendiri kok jadi tidak perlu dipikirkan mama ja cuek sama papa kamu.”
“Mama mah cuek-cuek juga masih pedulikan sama papa.”
“Iya mau gimana udah sifat baik mama begini, kalau mama ppunya sifat tega sih enak ya jadi tidak gampang semua orang bisa jahatin mama ya kan sayang.”
Ivano hanya ketawa tidak lama melihat ke arah jam dan Pearl melihat ke arah Ivano sambil senyum.
“Yaudah ma, Ivano ke kamar dulu ya besok ada kerjaan bye ma, jangan tidur malam-malam ma jaga kesehatan ok mama aku yang cantik bye mama sayang.”
“Iya sayang selamat malam mimpi indah ya sayang,”
“Iya ma, mama juga.”
Pearl pergi ke kamar dan melihat ada Theo, Pearl menghampiri Theo dengan pakaian tipis yang melihat Theo tidur seperti kelelahan, Pearl mendekap Theo dalam tidur.
__ADS_1
Saat bangun Theo bingung kenapa tidak ada matahari, saat melihat ada dalam dekapan istri tercintanya Pearl, Theo juga membalas dekapan Pearl yang ingin dia lakukan dari kemarin malam.