Dj Kesayanganku

Dj Kesayanganku
DJK PART 66


__ADS_3

“Kenapa kamu masih belum menyerah akan aku?” tanya Theo.


“Kata siapa aku mau nyerah sama kamu, tidak pernah kata menyerah di kamus aku, jadi buat apa aku harus nyerah akan kamu,” ujar Pearl.


Theo hanya senyum tidak lama handphonenya berdering sontak Theo mengangkat, dan langsung memulai rapat yang ditemani oleh Pearl.


“Oh ya nama kamu siapa, maaf aku lupa,” tanya Theo.


“Pearl,” jawab Pearl.


“Kamu boleh pulang aku ada urusan,” ujar Theo.


Pearl tetap diam di tempat dan tidak mau mendengar apa kata Theo, Theo bingung ada apa sontak tetap mulai rapat walau ada Pearl.


Pearl merasa muka Theo saat rapat sangat ganteng dan ingin sekali dirinya mendekap Theo, hanya saja tidak memiliki kekuatan seperti dulu.


“Kamu kenapa? Tidak apa-apa kan,” tanya Theo.


“Iya, aku baik-baik aja kok,” ucap Pearl.


Pearl melihat ke arah handpone tidak lama melihat jam, Pearl berdiri bergegas pergi dari sanah, sontak Theo melihat ke arah Pearl.


“Mau kemana,” tanya Theo.


“Mau pergi mau jemput Ivano sama Luis, duluan ya sayang kalau ada apa-apa telepon aku,” jawab Pearl.


Theo hanya diam tidak berkata apa-apa, tidak lama Pearl pergi dari hadapan Theo, Theo menghela nafas dan merasa jujur rindu akan Pearl tapi sesekali dirinya harus keras seperti batu agar dihargai oleh Pearl.


“Humm, liat kamu sekarang aku yang jadi tidak tega sayang, aku udah keterlaluan tidak sih sama kamu,” ucap Theo.


Sampai di sekolah mereka, Ivano di temani oleh wanita bernama Katy, Pearl hanya tersenyum dengan wanita itu sontak menghampiri.


“Halo sayang,” panggil mama Pearl.


“Ma, kenalin ini sahabat aku namanya Katy,” jawab Ivano.


“Oh yang sering kamu ceritain itu sayang,” ucap mama Pearl.

__ADS_1


“Ma, jangan bicara gitu dong aku malu tau,” jelas Ivano.


Pearl hanya senyum tidak lama Katy hanya menundukan kepala, setelah itu Pearl menghampiri Katy dengan jalan perlahan.


“Halo Katy,” panggil mama Pearl.


“Halo tante,” jawab Katy.


“Tante semenakutkan itu ya sampai kamu takut sama tante,” ucap mama Pearl.


“Tidak tante, aku cuman takut salah bicara jaa sekali lagi aku minta maaf tante,” sahut Katy.


Pearl hanya senyum dan mengajak Katy bareng, Katy menolak karena dirinya membawa kendaraan, oleh karena itu Pearl jalan bersama anak-anaknya ke mobil.


“Ma,” panggil Ivano.


“Apa anak mama yang ganteng,” jawab mama Pearl.


Ivano bingung mau berkata apa, takutnya kalau dirinya terlalu keras mamanya akan kena mental lagi melainkan marah atau sedih.


“Tidak jadi ma,” ucap Ivano.


“Iya kakak kamu pintar ya kalau cari wanita kayak papa kamu, pintar,” jelas mama Pearl.


Ivano hanya diam dan tidak mau menjawab takutnya ketika jawab akan lebih rumit lagi keadaanya, tidak lama Pearl hanya mengecup kepala Ivano.


“Sayang, jangan marah dong kita kan cuman bercanda kenapa kamu serius banget,” tegas mama Pearl.


“Aku tidak marah aku cuman tidak suka aja, aku sama dia tidak ada hubungan kayak gitu aku takut aku bikin dia tidak nyaman, makanya aku tidak suka kalau bicara terlalu dalam,” jawab Ivano.


Pearl dan Luis saling menjaga rahasia satu sama lain, tidak lama akhirnya mereka diam setelah diam, sampai di rumah sakit Theo.


“Ayo ke papa kalian, mama mau beli makan bentar untuk kalian tunggu sini ya jangan bandel, Ivano tolong jaga adik kamu jangan sampai lalai okay sayang,” perintah mama Pearl.


“Siap ma,” jawab Ivano.


Pearl keluar dari ruangan Theo, tidak lama Ivano hanya senyum kepada papanya begitu juga dengan papanya sembari menghelus kepala Ivano.

__ADS_1


“Gimana sekolahnya sayang, seru,” tanya papa Theo.


“Biasa aja, tidak seru tidak bisa main ke kantor papa,” jawab Ivano.


“Tunggu papa sembuh ya kita ke kantor,” ucap papa Theo.


Ivano terdiam sambil melihat kondisi papanya, Theo mendekap kedua anaknya dengan perasaan hangat dan penuh kasih sayang.


“Kalian kenapa sih liat papa kayak gitu, udah dong papa kuat kok dan papa baik-baik aja jadi kalian jangan merasa bersalah ini semua salah papa, papa yang tidak hati-hati jadi kalian jangan sedih paham,” ucap papa Theo.


“Papa selalu aja memendam semuanya sendiri kenapa gitu sih pa, emang aku tidak penting ya dan tidak bisa bantu semua masalah papa gitu,” pekik Ivano.


“Sayang dengar papa dulu, papa tidak mau kamu terbebani makanya papa tidak pernah bilang kesulitan papa, papa tidak mau kamu cepat dewasa papa mau kamu lakuin sesuai usia kamu aja sayang, maaf ya bukan papa tidak sayang, papa sayang sama Ivano tapi pap tidak mau Ivano banyak menanggung beban biar papa aja ok,” tegas papa Theo.


Ivano terdiam dan keluar dari ruangan Pearl bingung ada apa, sedangkan Luis terus menemani papanya di dalam ruangan.


“Maafin kak Ivano ya pa, kak Ivano jadi lebih sering marah tapi aku tau kalau sebanrnya dia sayang papa, dia butuh waktu aja kalau aku selalu mengerti apa yang papa mau makanya aku tidak pernah marah, papa cepat sembuh ya kalau papa sembuh pasti kak Ivano balik lagi kayak semula,” ujar Luis.


Theo tersenyum kepada kedewasaan Luis, tidak lama Theo mengecup kening Luis, Pearl yang melihat dari celah pintu hanya senyum sontak menemani Ivano dan merangkul Ivano.


“Ganteng, kamu kenapa sih? Mama perhatiin bete terus ada yang menganggu kamu sampai kamu begitu,” tanya mama Pearl.


“Tidak, aku cuman kangen papa yang sehat bukan papa yang begini, kadang liat papa begini seperti papa yang tidak berdaya,” ujar Ivano.


“Loh Ivano kok bicaranya gitu kasar sama papa, sayang papa kamu juga tidak mau sakit kamu harus ngerti dong, kenapa kamu jadi egois kayak gini sekarang kamu kenapa sih,” jawab mama Pearl.


Ivano merasa dirinya tidak ada yang mengerti sampai akhirnya meminta supir untuk mengantar pulang, setelah sampai dirumah Ivano mengunci dirinya sendiri di kamar.


“Ibu tuan muda Ivano, udah saya antar dirumah sekarang lagi buang-buang barang di kamarnya,” ucap pengawal.


“Baik kalau gitu awasi dia terus ya kasih dia makan kalau dia lapar jangan biarkan dia keluar rumah,” perintah Pearl.


“Baik bu,” sahut pengawal.


Bip.


“Sayang kamu kenapa sih mama heran sama kamu, ada apa sebanrnya sama kamu di sekolah kenapa sifat kamu jadi begini,” kata mama Pearl.

__ADS_1


Pearl masuk ke dalam ruangan Theo bingung dimana Ivano, Pearl merangkul Luis tidak lama akhirnya Theo melihat sekeliling.


__ADS_2