Dj Kesayanganku

Dj Kesayanganku
DJK PART 22


__ADS_3

"Pearl, aku mau nanya kamu masih benci aku," tanya Theo kepada Pearl.


Pearl hanya mengeleng kepala sontak Theo tersenyum tidak lama akhirnya mereka kembali makan, selesai makan Theo mengajak Pearl jalan dengan mobilnya.


"Mobil aku gimana, kalau aku sama kamu," kata Pearl sembari liat mobilnya.


"Nanti minta supir aja gimana," ucap Theo kepada Pearl.


Pearl hanya diam dan menurut kepada Theo, tidak lama akhirnya mereka pergi ke masa mereka ketemu yaitu klub, klub pribadi Theo.


"Ini klub pribadi kamu?" tanya Pearl kepada Theo.


Theo hanya tersenyum sontak Pearl melihat-lihat sembari meminta izin kepada Theo, Theo memberi izin kepada Pearl tidak lama Pearl main beberapa musik tanpa sadar.


Theo yang melihat dari jauh menikmati alunan musik yang Pearl buat, tidak lama akhirnya handphone Theo berdering dari perusahaannya.


"Iya, ada apa," tanya Theo dengan muka seriusnya.


Pearl yang melihat muka serius Theo kadang membuatnya rindu akan bersama dirinya, walau sekarang tidak sama tapi Pearl merasa hal yang sama dengan Theo, betapa bodohnya Pearl tapi mau gimana lagi, semua sudah terjadi biarlah terjadi.


"Maaf lama ya Pearl," ucap Theo dengan senyum yang terasa hangat di depan Pearl.


"Iya, tidak apa-apa lagi pula aku tidak buru-buru kok," kata Pearl dengan senyum maksa.


"Pearl, aku udah harus jalan kamu di sini aja ya biar supir antar kamu, atau kamu mau bareng aku biar aku antar ke perusahaan kamu sekalian," ungkap Theo dengan nada tegas.


"Iya, aku bareng kamu aja lagian kalau tidak ada kamu di sini ngapain di sini nanti di sangka orang tidak-tidak," tutur Pearl kepada Theo.

__ADS_1


Theo hanya tersenyum kepada Pearl sontak menghelus kepala Pearl, dengan menatap Pearl dengan jarak yang dekat membuat Pearl tidak bisa berkata apa-apa.


"Tenang aja, klub ini bakal aku buka lagi tapi kamu jadi bosnya gimana?" tanya Theo dengan nada serius.


"Hah? maksud kamu apa kan kamu tau, aku udah ada perusahaan untuk apa kamu kasih klub ini ke aku," ucap Pearl dengan lugas.


"Iya, karena aku tau hobi kita sama kenapa kita tidak salurin hobi kita bersama daripada memendam hobi tersebut tapi selalu merasa ada yang menghalang, ya kan," tutur Theo dengan Pearl.


Pearl merasa hanya Theo yang dapat mengerti perasaan hatinya, sayangnya Pearl sudah tidak mau lagi menjadi dj karena tidak baik untuk dirinya di masa depan nanti.


"Maaf aku harus tolak, aku tidak mau ini jadi bergantungan kamu bisa cari oranglain daripada kamu berharap ke aku, ayo jalan udah mulai sore kalau tidak kita pisah di sini aja, aku masih ada urusan lain sekali lagi terima kasih untuk hari ini Theo hati-hati," tegas Pearl terhadap Theo.


Theo bingung ada apa dengan Pearl, mengapa bekerja di klub lain mau sedangkan klub yang seharusnya menjadi miliknya, serta dia bosnya dia tidak mau dan tidak merasa puas apa ada kesalahan yang di lakukan Theo, sampai Pearl masih sebenci itu kepadanya.


"Huft, lelah banget," ucap Pearl dengan duduk santai di sofa sembari menutup matanya.


"Lu ya, iseng banget gua kira siapa tau gak!" pekik Pearl kepada Andi.


"Hmm, di pikirin lu pasti suami lu ya dasar, masih sayang suami tapi gengsi untuk kasih tau mau sampai kapan kayak gitu, tidak takut suaminya di ambil orang apa," ucap Andi kepada Pearl.


"Emang dia udah di ambil orang, walau gua masih merasa hangatnya dia kadang kehangatan dia buat gua tidak bisa lepasin dia, kenapa dari sebanyak pria gua harus suka sama dia gua itu bodoh apa gimana ya," kata Pearl kepada Andi.


Andi mendekap Pearl dengan erat tidak lama Andi tersenyum sembari mengecup pucuk kepala Pearl, Pearl hanya mendekap Andi dengan erat di dalam pelukannya.


"Tenang aja, lu tidak bodoh hanya saja lu terlalu baik sama pria kayak dia, dia itu sayang lu tapi gua tidak tau isi hati dia gimana, lu tidak usah berpikir terlalu jauh karena kalau dia milik lu semua akan jadi milik lu untuk apa lu pikirin sesuatu yang membuat lu berpikir terlalu jauh benar tidak," ucap Andi dengan senyum sembari mengusap wajah Pearl.


Pearl hanya tersenyum sembari mendekap Andi dengan erat tidak lama, Pearl mengecup pipi Andi sembari Andi kaget dengan perlakuan Pearl kepadanya.

__ADS_1


"Makasih ya Andi, gua tidak tau harus bilang apa lagi tentang persahabatan kita, lu baik banget andai aja gua sukanya sama lu mungkin gua tidak pernah merasa sakit hati, sekali lagi gua minta maaf Andi," kata Pearl sembari menanggis.


"Pearl tidak apa-apa gua ngerti kok kalau emang lu tidak bisa buat gua, seengaknya liat lu bahagia udah cukup tapi kalau emang yang bisa buat lu senang cuman Theo, gua bisa apa ya kan," ucap Andi dengan senyum palsu.


"Lu tidak perlu kasih senyum palsu lu ke gua, gua paham kok kalau lu juga benci sama gua semua orang pasti benci sama sikap gua, mana mungkin tidak ada yang benci dengan sikap gua ini, ya kan,"  ungkap Pearl dengan Andi.


Andi mendekap kedua wajah Pearl mengarah ke pandanganya sembari senyum dan tidak lama mereka terbawa suasana lalu mengecup satu sama lain di balas dengan Pearl tanpa sadar mereka terhanyut seketika Pearl sadar sontak mendorong Andi.


"Andi, ini perbuatan yang salah," ucap Pearl dengan tatapan malu.


"Iya, maaf ya kalau gitu gua pergi dulu ya," jawab Andi dengan Pearl.


Pearl menahan Andi, tidak lama akhirnya Andi melihat ke arah Pearl sembari duduk di samping Pearl, setelah itu Pearl menatap Andi dengan dalam.


"Kenapa Pearl," ucap Andi dengan tertegun melihat sikap Pearl.


"Boleh lakuin sekali lagi," kata Pearl dengan tatapan memohon.


"Maaf Pearl tidak boleh takutnya gua tidak bisa lepasin lu, lebih baik jangan daripada di lakuin lagi," ungkap Andi kepada Pearl.


"Gua mau tau doang Andi, apa dengan perasaan ini gua bisa lupa sama Theo atau tidak," ungkap Pearl kepada Andi.


Andi menahan kedua pundak Pearl tidak lama melihat ke arah Pearl, sembari itu Pearl menanggis dan malu akan perbuatanya yang begitu berani dengan Andi.


"Gua tau kok, cuman gua tidak mau jadi peganti tapi gua mau lu ada perasaan yang sama dengan gua, kalau cuman peganti gua tidak bisa maaf ya," ucap Andi dengan tegas.


Pearl  melihat ke arah Andi sontak Andi tidak tega melihatnya mendekap dengan erat, kebesokan paginya mereka bangun di dalam dekapan yang sangat erat.

__ADS_1


__ADS_2